News

Ilmuwan Rilis Potret Lubang Hitam Raksasa di Tengah Galaksi Bima Sakti

Lubang hitam terlihat di tengah galaksi Bima Sakti.


Ilmuwan Rilis Potret Lubang Hitam Raksasa di Tengah Galaksi Bima Sakti
Penampakan lubang hitam yang disebut Sagitarius A* atau Sgr A* (dok. EHT Collaboration)

AKURAT.CO Warganet dihebohkan dengan penampakan lubang hitam di angkasa. Pada hari Kamis (12/5), sejumlah ilmuwan dunia menampilkan penampakan "raksasa lembut" yang bersembunyi di sekitar Galaksi Bima Sakti kita untuk pertama kalinya. Sebuah potret lubang hitam supermasif diklaim mampu melahap materi apa pun dalam tarikan gravitasinya yang sangat kuat, tetapi dalam potret tersebut tampak bentuk mininya. 

Penampakan lubang hitam, yang disebut Sagitarius A* atau Sgr A*, ini merupakan penampakan kedua kalinya. Pencapaian ini dapatkan oleh aksi yang sama dari kolaborasi internasional Event Horizon Telescope (EHT) yang pada tahun 2019 lalu meluncurkan foto pertama lubang hitam, di galaksi yang berbeda.

Astronom Universitas Arizona Feryal Ozel pada konferensi pers di Washington, mendeskripsikan "gambar langsung pertama dari raksasa di pusat galaksi kita" ini dengan cincin yang bercahaya merah, kuning dan putih mengelilingi pusat yang lebih gelap.

baca juga:

Sagitarius A* (diucapkan bintang Sagitarius "A") berbobot 4 juta kali lebih berat dari matahari dan terletak sekitar 26.000 tahun cahaya dari bumi, atau sekitar 9,5 triliun kilometer.

Ahli astrofisika dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian Michael Johnson menyebut Sagitarius A*, sebagai zat yang "rakus tetapi tidak efisien", saat ini sedang menyedot zat yang relatif lebih kecil.

"Jika Sgr A* adalah seseorang, ia akan mengonsumsi sebutir beras setiap beberapa juta tahun," kata Johnson. 

Meskipun lebih besar, lubang hitam hanya mengeluarkan beberapa ratus kali energi matahari untuk melakukannya.

Lubang hitam adalah objek yang luar biasa padat dengan gravitasi yang begitu kuat hingga cahaya pun tidak dapat lolos, sehingga sangat sulit hanya untuk melihatnya. Peristiwa horizon dari lubang hitam adalah momen di mana apa pun tidak akan pernah bisa kembali lagi dengan segala sesuatunya akan terseret hingga hilang tak berbekas, termasuk bintang, planet, gas, debu, dan semua bentuk radiasi elektromagnetik.

Potret Sagitarius A* tersebut diperoleh dengan menggunakan jaringan observatorium global EHT yang bekerja secara kolektif untuk mengamati sumber radio yang terkait dengan lubang hitam. Potret itu menunjukkan cincin cahaya, materi dan radiasi unik yang sangat panas yang berputar dengan kecepatan luar biasa di tepi peristiwa horizon, di sekitar area gelap dari lubang hitam sebenarnya. Ini disebut bayangan (siluet) lubang hitam.