Tech

Ilmuwan Jepang Temukan Teknologi Kulit Glowing Tanpa Keriput

Ilmuwan Jepang Temukan Teknologi Kulit Glowing Tanpa Keriput
Ilmuan Jepang Temukan Teknologi Kulit Glowing Tanpa Keriput (dok. Sputniknews.com)

AKURAT.CO, Keriput pada kulit terutama di wajah memang tak sedap jika dipandang. Meskipun bisa dipoles dengan makeup, tentu cara tersebut tak efektif dalam waktu yang lama. 

Membahas soal keriput, ilmuwan Jepang telah menemukan mekanisme untuk menyingkirkan sel-sel tua upaya menghentikan proses penuaan.

Ya, dilansir dari sputniknews.com, pemberian obat penghenti penuaan dapat berefek jangka panjang yakni 5 sampai 10 tahun. Hal tersebut pun disampaikan oleh profesor Makoto Nakanishi dari Institut Ilmu Kedokteran, Universitas Tokyo, berkata.

baca juga:

Selain Profesor Makoto, Ilmuwan AS Leonard Hayflick juga menemukan sel-sel tua atau proses penuaan sel. Dia menemukan bahwa sel hanya dapat membelah beberapa kali, setelah itu proses ini berhenti. 

Sel-sel tua kehilangan kemampuannya untuk membelah, menumpuk di dalam tubuh, dan menyebabkan peradangan dan penuaan.

"Jika Anda menghilangkan sel-sel ini, maka akan memungkinkan untuk menghentikan proses inflamasi yang dipicu olehnya. Oleh karena itu, untuk mencapai perbaikan yang signifikan dalam gejala penuaan. Pada tahun 2014, kami mulai mempelajari bagaimana sel-sel ini kehilangan kemampuan untuk membelah," ujar Nakanishi, yang memimpin kelompok penelitian kolaboratif.

Para ilmuwan menemukan bahwa enzim metabolik GLS1 sangat penting untuk sel tua. Enzim GLS1 memungkinkan untuk menghilangkan lingkungan asam yang terakumulasi dalam sel-sel tua dan akan mengganggu fungsi utamanya.

“Kelangsungan hidup semua sel ini bergantung pada GLS1, enzim yang mengubah glutamin menjadi asam glutamat. Oleh karena itu, jika kita menggunakannya inhibitor (zat penghambat), maka kita bisa menghancurkan semua sel yang memicu peradangan, termasuk sel-sel tua,"kata ilmuwan itu.

Sebagai penghambat seperti itu, para ilmuwan memutuskan untuk menggunakan obat yang sudah ada dan sedang menjalani uji klinis.

Sebuah tim peneliti yang bekerja dengan Nakanishi memberikan penghambat GLS1 pada tikus yang menua dan berhasil menghilangkan sel yang bertanggung jawab atas penyakit terkait penuaan. Perbaikan terlihat di berbagai organ tikus.

“Yang terpenting, obat ini sudah ada dan dalam uji klinis fase pertama. Jika tidak menimbulkan efek samping, maka kemungkinan dapat digunakan untuk melawan perubahan terkait usia. Ini sangat penuh harapan. Saya ingin bisa diterapkan untuk orang tua biasa dalam 5-10 tahun, "kata Nakanishi.

Nakanishi percaya bahwa jika obat tersebut terbukti aman dan efektif dalam menghilangkan sel-sel tua pada manusia, maka akan memungkinkan untuk mencapai peningkatan harapan hidup.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu