News

Ilham Saputra Tegaskan Dirinya Tetap Menjadi Komisioner KPU


Ilham Saputra Tegaskan Dirinya Tetap Menjadi Komisioner KPU
Komisioner KPU Ilham Saputra (kiri) saat memberikan penjelasan kepada sejumlah pertai politik yang hadir dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Nasional atas Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 di Luar Negeri di gedung KPU, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). Rapat pleno dipimpin Ketua KPU Arief Budiman didampingi enam orang komisioner KPU lain. Turut hadiri Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menetapkan komisioner KPU, Ilham Saputra telah melakukan pelanggaran etik penyelenggara Pemilu dari jabatan ketua divisi teknis penyelenggaraan dan logistik KPU RI. 

Menanggapi hal tersebut, Ilham Saputra menegaskan bahwa dirinya tetap menjabat sebagai Komisioner KPU.

"Tidak dicopot, tetap saya sebagai komisioner KPU, hanya sebagai ketua divisi saja," kata Ilham di kantor KPU RI, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan, pencopotan atau pergantian divisi bukan sebuah masalah. Sebab menurut dia, hal ini dikarenakan KPU memiliki sistem kolektif kolegial.

"Ya, tidak masalah. Prinsipnya pekerjaan KPU adalah kolektif kolegial," tandasnya

Ia menyebut, dirinya menghargai keputusan yang diberikan DKPP. Namun, dia mengaku secara resmi belum mendapatkan salinan putusan tersebut. 

"Kita hormati putusan DKPP. Secara resmi belum menerima salinan," ujarnya.

Diketahui, gugatan ini diajukan atas nama Tulus Sukariyanto selaku calon PAW anggota DPR RI dari Partai Hanura Dapil Jawa Timur VIII. Gugatan masuk dengan nomor perkara 61-PKE-DKPP/IV/2019.

Dalam gugatannya, Tulus menyatakan bahwa dirinya sebagai penggantian antar waktu (PAW) Dossy Iskandar Prasetyo dalam pencalonan anggota DPR RI dapil Jawa Timur VIII. Hal ini juga menurutnya didukung dengan SK PAW anggota DPR RI yang dikeluarkan oleh Partai Hanura.

Namun, dalam pentapannya KPU menyatakan pengganti Dossy Iskandar yaitu Sisca Dewi Hermawati bukan Tulus. Sedangkan Sisca Dewi sendiri disebut telah dikeluarkan dari partai Hanura karena sedang menjalani proses hukum. KPU juga disebut telah menghambat atau mempersulit proses PAW.[]