Ekonomi

Ilham Habibie: Struktur Perekonomian Indonesia Saat Ini Kurang Seimbang dan Adil!

llham Habibie mengatakan struktur perekonomian Indonesia, kurang seimbang dan kurang adil, jumlah pengusaha 95% UMKM dari seluruh sektor lapangan usaha


Ilham Habibie: Struktur Perekonomian Indonesia Saat Ini Kurang Seimbang dan Adil!
Ketum Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) lllham Akbar Habibie. (Wayan Adhi Mahardhika)

AKURAT.CO Ketum Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) lllham Akbar Habibie mengatakan struktur perekonomian Indonesia saat ini, kurang seimbang dan kurang adil, dimana terlalu banyak jumlah pengusaha UMKM yang mencapai minimal 95% dari seluruh sektor lapangan usaha.

"Saya melihat perlu ada keberpihakan, perlu lebih banyak berjuang untuk pengusaha kecil yang khususnya Muslim, karena itulah ISMI didirikan," kata putra Presiden RI ke-4 B.J.Habibie itu dalam acara Silaturahmi Bisnis Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (Silabis ISMI) ke 12 di Banda Aceh.

Menurut Ilham Habibie, dalam perjalanannya membela pengusaha kecil, salah satu kelemahan UMKM adalah mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam melakukan go inovasi.

"Yang dimaksud disini adalah produk yang unggul, yang memiliki nilai tambah atau value added. Bahan baku atau materi boleh sama namun yang satu ada nilai tambah, sehingga harganya lebih mahal. Memberikan nilai tambah ini kata kuncinya adalah teknologi, dengan masuknya teknologi inovasi, suatu produk bisa menjadi sesuatu yang canggih dan bernilai lebih mahal" kata Ilham Habibie.

Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya selalu menekankan dan mengkombinasikan yang dinamakan Teknosan, yaitu kombinasi antara teknologi, inovasi dan kewirausahaan. Wirausaha, itu intinya kan usaha yang tujuannya agar produk ini bisa berkesinambungan atau berkelanjutan.

Dan dengan memperkuat UMKM juga bisa meningkatkan lapangan pekerjaan untuk lebih banyak orang," ucap Ilham Habibie.

Ilham menambahkan, dengan latar belakang itu, ISMI berupaya melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder seperti KemenkopUKM maupun Perguruan Tinggi untuk memperkuat teknologi inovasi dan kewirausahaan di kalangan UMKM khususnya yang tergabung dalam ISMI.

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini, Koperasi dan UMKM dituntut untuk dapat beradaptasi diantaranya dengan menyentuh teknologi. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa (extraordinary) dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, cara-cara kreatif dan inovatif dalam pengembangan Koperasi dan UMKM.

"Saya memberikan apresiasi kepada Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia atas terlaksananya kegiatan Silaturahmi Bisnis ke-12 di Aceh dan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan UKM tentang Pengembangan Teknologi Inovasi dan Kewirausahaan Bagi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah," ungkap Teten usai membuka secara daring.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co