News

Ilham Habibie: Desain Pesawat R80 Sudah Masuk Tahap Finalisasi

Ilham Akbar Habibie mengungkapkan, proyek desain pesawat jenis R80 karya dirinya hampir tuntas. Saat ini, masih dalam tahap finalisasi desain pesawat.


Ilham Habibie: Desain Pesawat R80 Sudah Masuk Tahap Finalisasi
Ilham Akbar Habibie (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO Pakar Penerbangan Ilham Akbar Habibie mengungkapkan, proyek desain pesawat jenis R80 karya dirinya hampir tuntas. Saat ini, masih dalam tahap finalisasi desain pesawat.

Ia menerangkan, finalisasi desain pesawat itu masih menunggu pilihan teknologi yang paling tepat, sehingga tidak ketinggalan zaman. Apalagi, pesawat R80 merupakan generasi terbaru dari pesawat jenis N250 karya ayahnya, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Namun demikian, dia berharap pilihan teknologi yang digunakan pesawat R80 itu segera terealisasi.

baca juga:

"Kalau membuatnya (R80) kita belum, tapi desainnya boleh dikatakan sudah hampir tuntas. Tapi saat ini kami belum memutuskan untuk benar-benar secara resmi sudah memfinalkan desainnya," kata dia saat berbincang dengan AKURAT.CO di Perpustakaan Ainun Habibie, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2022).

Dia mengungkapkan, ada beberapa hal yang menurutnya perlu dipertimbangkan secara matang sebelum melaunching desain final pesawat R80. Hal itu sangat penting agar pesawat itu nantinya dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

"Seperti juga teknologi pada umumnya juga dekat dengan purpose, enginenya. pakai engine konvensional atau pakai elektrik atau hybrid," ujarnya.

Pesawat R80, kata dia, harus dirancang untuk bisa digunakan puluhan tahun kedepan. Karenanya, kemampuan membaca teknologi yang jadi pilihan di masa depan mutlak diperlukan.

"Jadi tidak bisa lagi menganggap oh berapa puluh tahun ke depan pasti pakai yang konvensional karena kita membuat pesawat baru dari awal kita sudah punya perhatian dengan konsep-konsep baru itu dan itu saat ini masih belum ada satu kepastian mengenai teknologi yang akan menjadi pilihan," ungkapnya.

Dia mengakui bahwa soal pilihan tekhnologi berorientasi masa depan itu tentu tak mudah. Ada keraguan dengan kemampuan membaca pilihan teknologi pesawat komersial di masa yang akan datang.

"Dan itu yang membuat kita menjadi ragu kapan kita membuat final desainnya bisa hibrida bisa full electric yang kemungkinan tidak jadi bisa menjadi bahan bakar hidrogen atau bisa menggunakan bahan bakar yang sustainable aviation fuel," ujarnya.

Dia mengakui ada banyak pilihan teknologi industri pesawat komersial yang dominan di masa depan. 

"Kita belum tahu. Kita harus masih wait and see tapi saya kira dalam waktu beberapa tahun ke depan akan kelihatan. Karena sekalipun kita buat salah, kita harus sadar kita buat untuk puluhan tahun ke depan," ungkapnya.

Dia menambahkan, soal pilihan teknologi pesawat itu harus dipikirkan sejak awal. Yang paling urgen adalah soal sustainabilitas pesawat buatannya itu. Untuk diketahui, pesawat N250 berkapasitas 50 penumpang. Sementara R80 merupakan pesawat berkapasitas 80 penumpang sesuai dengan kehendak pelaku perjalanan menggunakan pesawat. 

"Kalau kita buat pesawat, kita harus bayangkan untuk beberapa puluh tahun ke depan itu masih berlaku. Karena kita punya peluang untuk membuat platform baru, maka kita sekarang dari awal sudah memperhatikan harus menggunakan teknologi yang memperhatikan aspek ramah lingkungan tersebut," ungkapnya. []