Ekonomi

Kunci UMKM Sukses Bikin Konten Iklan: Ikuti Tren

Kunci UMKM Sukses Bikin Konten Iklan: Ikuti Tren
Perajin menawarkan produk kerajinan daur ulang kepada pengunjung saat pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/6/2022). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

AKURAT.CO Konten beragam jenisnya. Sekarang ini konten juga bisa dimanfaatkan untuk mengiklankan sesuatu. Sehingga setiap individu harus mengikuti perkembangan tren agar konten yang diproduksi menarik.

Digital Marketer, Lim Sau Liang mengatakan, konten yang mengikuti tren bisa meningkatkan engagement dengan follower. Tren Citayam Fashion Week misalnya. Beberapa produk fashion memanfaatkan tren ini untuk mengiklankan produknya.

"Penjualannya mengalami peningkatan. Ini sudah tervalidasi, ada tren yang sedang hype bisa diikut," kata Lim saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Jumat (30/9/2022).

baca juga:

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Dalam berkonten, lanjut Lim, individu harus memahami market atau audience. Misal ketika membuat konten iklan untuk ibu menyusui, tentunya bahasa dan konsep yang digunakan untuk ibu menyusui. Jangan memakai bahasa untuk anak-anak.

Kemudian, individu harus menentukan tujuan konten yang diproduksi. Entah untuk mendapatkan follower atau mengarahkan follower membeli barang yang diiklankan.

"Kita bisa buat berbagai konten. Jangan hanya satu. Kadang iklan yang menurut kita bagus, tidak bagus menurut audience atau market kita. Jadi kita harus membuat beberapa perbandingan," kata Lim.

Selanjutnya, individu bisa menambahkan promo-promo menarik, supaya orang lebih tertarik dengan konten iklan tersebut. Terakhir, setiap iklan harus ada quote to action.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Digital Marketer, Lim Sau Liang. Kemudian Kaprodi Ilmu Komunikasi Fikom Universitas Dr Soetomo, Dr. Cand. Zulaikha MSi, serta mengundang Penulis Buku Literasi Media, Dedy Helsyanto.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo. []

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi