News

Ikuti Hukum Alam, 2 WNA Inggris Dideportasi karena Kabur dari Karantina

Dua warga negara Inggris terpaksa harus dideportasi karena menolak untuk menjalani karantina


Ikuti Hukum Alam, 2 WNA Inggris Dideportasi karena Kabur dari Karantina

AKURAT.CO, Warga Negara Asing yang berkunjung di Indonesia kembali berulah. Kali ini, dua warga negara Inggris terpaksa harus dideportasi karena menolak untuk menjalani karantina begitu tiba di bandara udara internasional Soekarno Hatta. 

Insiden tersebut diunggah oleh akun Instagam milik Imigrasi Soekarnohatta @imigrasi.soekarnohatta. Dalam unggahan tersebut terlihat dua orang WNA yang sedang dalam penyelidikan migrasi bandara Soekarno Hatta. 

“Imigrasi Soetta deportasi ODE dan MM menuju London via Singapura pada tanggal 26 Mei 2021 pukul 19.00 WIB dan ditangkal masuk Indonesia,” tulis keterangan yang ada di video tersebut. 

Keputusan tersebut diambil setelah keduanya didapati memilih untuk kabur ketika perjalanan menuju hotel tempat dikarantina. Insiden kabur tersebut terjadi pada 7 Mei 2021 lalu. 

Namun sesaat setelah kabur, keduanya ditangkap oleh Polresta Bandara Soetta di Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 21 Mei 2021 lalu. 

Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa kedua WNA tersebut menganggap sistem karantina di Indonesia sangat konyol. Pasalnya, menurut mereka, setiap manusia bebas bepergian ke mana pun karena adanya hukum alam. Mereka juga berpendapat bahwa hukum alam adalah hukum tertinggi melebihi hukum apa pun. 

“Bertamu ke rumah orang lain kok nggak taat aturan, gimana sih mas & mba?” pungkas video tersebut. 

Tak pelak, insidne ini pun berhasil mencuri perhatian warganet dan beberapa di antaranya pun juga memberikan komentanya. 

“Kok kesel ya liatanya, pas proses deportasi mukanya keliatan ga bersalah banget, malah ketawa ketawa lagi,” balas akun !pramajogi.

“Bulenya kocak ya min?” timpal akun @super_zamy.

“Jangan boleh masuk sampai kapanpun, model gitu hobi bikin onar,” balas akun @nats_nuskin.

Dalam unggahan tersebut, akun @imigrasi.soekarnohatta menegaskan bahwa pihak Imigrasi memiliki wewenang untuk mendeportasi Orang Asing yang tidak menghormati peraturan di negara Indonesia sebagai bentuk kedaulatan atas Republik Indonesia.[]