Lifestyle

Ikuti 4 Cara Ini, Kamu Akan Jadi Pendengar yang Baik Bagi Pasangan

Apakah kamu sudah benar-benar menjadi pendengar yang baik bagi pasangan? Kamu bisa mencoba empat cara menjadi pendengar yang baik bagi pasangan ini


Ikuti 4 Cara Ini, Kamu Akan Jadi Pendengar yang Baik Bagi Pasangan
Ilustrasi pasangan (Unsplash/Candice Picard)

AKURAT.CO, Membangun sebuah hubungan agar menjadi lebih kuat dalam masa pacaran maupun pernikahan, sama-sama membutuhkan komunikasi yang baik. Selain komunikasi yang baik, kamu juga harus mampu mendengarkan cerita, keluh kesah, hingga saran yang bermanfaat dari pasangan.

Lantas, apakah kamu sudah benar-benar menjadi pendengar yang baik bagi pasangan? Ketika pasangan sedang berkeluh kesah tanpa menghakimi?

Jika belum, mungkin kamu bisa mencoba empat cara menjadi pendengar yang baik bagi pasangan, dari Psikolog di Monmouth University, Gary W. Lewandowski Jr yang dikutip Akurat.co dari laman Bolde. 

Memperjelas apa yang dibicarakan

Banyak orang yang tidak 100 persen mendengarkan pasangannya saat sedang bercerita. Kebiasaan ini tidaklah baik di dalam hubungan, bahkan bisa menjadi pemicu konflik dalam suatu hubungan.

Jika pasangan sedang menjelaskan sesuatu yang penting atau mungkin sedang membagikan perasaannya, dia layak untuk dipahami sepenuhnya. Untuk melakukan hal ini dengan benar, kamu tidak dapat mengandalkan asumsi, lalu menghakiminya.

Tanyakan lagi atau perjelas hal yang sedang dibicarakan oleh pasangan. Buat dia terus berbicara sehingga kamu bisa mengumpulkan lebih banyak informasi dan meningkatkan pemahaman terhadap apa yang dirasakannya.

Sepanjang pembicaraan berjalan, pertanyaanmu juga dapat membantunya memproses pikiran dan meluapkan perasaannya sendiri.

Refleksikan perasaan

Merefleksikan perasaan yang sedang dirasakan pasangan, saat sedang mengomunikasikan sesuatu menjadi hal yang sangat penting dan sekaligus menjadi tanda bahwa kamu adalah pendengar yang baik.

Misalnya, saat pasangan tiba-tiba mengatakan, "Saya merasa tidak dihargai di sini." Namun, dia tidak menjelaskan sama sekali alasan perkataan itu.

Ketika perasaan yang diungkapkannya begitu ambigu, jangan langsung mengabaikannya. Sebagai gantinya, kita harus berusaha mencari tahu. Gali untuk mengidentifikasi perasaan yang lebih dalam dan identifikasi sespesifik mungkin apa yang dia rasakan. Tidak apa-apa juga jika kamu salah mengidentifikasinya. 

Bahkan, jika kamu melenceng, dia akan melihat bahwa kamu sedang mencoba mengerti perasaannya.

Menunjukkan kehadiran sepenuhnya

Menjadi pendengar yang baik bukan hanya tentang apa yang harus kamu dengar, tetapi juga kehadiranmu.

Meskipun kamu mungkin menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengkhawatirkan menemukan hal yang tepat untuk dikatakan dan didengarkan, kamu pun perlu memerhatikan sinyal nonverbal milikmu seperti bahasa tubuhmu.

Misalnya, ketika pasangan menangis saat menceritakan apa yang dia rasakan saat ini, kamu bisa memeluknya sambil mengelus punggungnya, agar dia lebih tenang.

Memberikan sinyal nonverbal seperti bahasa tubuh, juga memperlihatkan kepada pasangan bahwa kamu sangat peduli dan memerhatikannya.

Mengajukan pertanyaan secara terbuka

Beberapa orang mungkin sulit untuk bisa mendengarkan orang lain, tapi kamu harus bisa mencoba meluangkan waktu untuk mendengarkannya. Sebab, hal ini adalah bentuk dari rasa peduli dan rasa sayang yang dapat kamu tunjukkan kepada pasangan.

Tidak hanya itu, lakukan semua yang kamu bisa untuk membiarkannya berbicara dan bekerja meluapkan perasaan. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang memperlihatkan kepadanya bahwa kamu ingin mendengar lebih banyak.

Namun ingat, bukan sembarang pertanyaan yang harus dilontarkan. Jadi sebaiknya hindari pertanyaan yang sangat sederhana. Sebaliknya, ajukan pertanyaan yang membutuhkan analisis lebih dalam seperti pertanyaan "kenapa" dan "bagaiamana".[]