Olahraga

Ikut TC Timnas U-19, 2 Pemain Keturunan Ungkap Perbedaan Latihan di Indonesia dan Belanda

Jim Croque dan Kai Boham adalah dua dari tiga pemain muda keturunan Indonesia yang diberi kesempatan STY ikut latihan bareng Timnas U-19


Ikut TC Timnas U-19, 2 Pemain Keturunan Ungkap Perbedaan Latihan di Indonesia dan Belanda
Pemain muda keturunan Indonesia, Kai Boham saat mengikuti sesi latihan bareng Timnas U-19 dii Stadion Madya GBK, Selasa (21/6). (PSSI)

AKURAT.CO, Dua pemain muda keturunan Indonesia, Jim Croque dan Kai Davy Boham mengikuti sesi latihan bareng Tim Nasional Indonesia U-19 di Jakarta. Mereka pun mencurahkan kesan-kesannya sekaligus mengungkapkan perbedaan latihan di Indonesia dengan di Belanda.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-19 telah memulai pemusatan latihan jelang Piala AFF U-19 2022. Shin Tae-yong selaku pelatih kepala, memanggil 30 pemain untuk berlatih sekaligus seleksi sebelum menetapkan 23 nama akhir.

Menariknya, selain memanggil 30 pemain, Shin Tae-yong turut mengundang tiga pemain muda keturunan Indonesia, yakni Kai Davy Boham, Jim Croque, dan Max Christoffel untuk ikut latihan bareng Timnas U-19. Pelatih asal Korea Selatan itu sengaja memanggil ketiganya untuk melihat langsung kemampuan mereka.

baca juga:

Dalam sesi latihan yang berlangsung di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Selasa (21/6), ketiganya nampak kelelahan dalam mengikuti menu latihan yang disodorkan Shin Tae-yong. 

Usai latihan, Jim Croque mengatakan bahwa latihan Timnas U-19 yang dijalaninya sangat berbeda dengan latihan sehari-hari di Belanda. Pemain Vitesse U-18 itu mengakui latihannya cukup berat.

“Ya, berbeda. Di sini lebih banyak tanpa bola. Sedangkan di Belanda, hanya dua atau sekali per minggu latihan berat. Di sini lebih, latihan beratnya lebih banyak. Di sana, kami fokus ke bola, bagaimana cara press dan lain-lain yang banyak untuk membuat Anda lebih kuat, gym, passing yang bagus,” ujar Croque usai latihan kepada awak media.

Selain menu latihan yang berat, Croque juga mengatakan bahwa perbedaan cuaca di Indonesia dengan Belanda cukup memengaruhi fisiknya. Sehingga ia terlihat kewalahan dan kelelahan dalam melahap menu-menu latihan Shin Tae-yong.

“Cuacanya juga berbeda. Kami baru mendarat beberapa hari lalu, kami masih jetlag. Suhu udara di Jakarta ini mungkin bisa 35 derajat atau lebih,” terang dia.

Senada dengan Croque, Kai Boham juga mengakui bahwa latihan bareng Timnas U-19 dengan di Belanda sangat berbeda. Menurutnya, di Eropa latihan lebih difokuskan kepada teknik, bukan fisik.