News

Ikut Jepit Junta Myanmar, Uni Eropa Sanksi 10 Pejabat Militer dan Gurita Bisnisnya 

Uni Eropa (UE) akhirnya ikut 'menjepit junta' dengan menjatuhkan sanksi kepada 10 pejabat dan dua kolongmerasi militer


Ikut Jepit Junta Myanmar, Uni Eropa Sanksi 10 Pejabat Militer dan Gurita Bisnisnya 
Dalam foto ini, sejumlah tentara Myanmar bergerak untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi di Yangon, 7 Maret 2021 (AP Image)

AKURAT.CO, Uni Eropa (UE) akhirnya ikut 'menjepit junta' dengan menjatuhkan sanksi kepada 10 pejabat dan dua kolongmerasi militer, Myanmar Economic Holdings Public Company Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation Limited (MEC).

Seperti diwartakan CNA, pengumuman soal sanksi itu disampaikan UE selama pertemuan virtual para anggota pada Senin (19/4) waktu setempat.  Dalam pernyataan bersamanya, para anggota UE pun sepakat untuk mengutuk tindakan brutal junta militer Myanmar. Mereka juga tegas menyampaikan misi untuk membawa perubahan dalam kepemimpinan junta. 

"Pesan yang dikirim ke penguasa militer Myanmar hanya melanjutkan jalan penderitaan dan tidak akan pernah memberikan legitimasi apa pun," kata para anggota UE dalam pernyataan bersamanya.

Selanjutnya, dalam pernyataan itu, UE ikut mengonfirmasi bahwa MEHL dan MEC adalah kolongmerasi yang dikendalikan oleh Tatmadaw dan keduanya telah menjadi pundi-pundi uang untuk militer Myanmar.

UE juga menegaskan bahwa kesepuluh pejabat Tatmadaw yang diberi sanksi, semuanya dianggap telah bertanggung jawab atas rusaknya demokrasi dan hukum di Myanmar.

"Individu-individu tersebut, semuanya bertanggung jawab karena telah merusak demokrasi dan supremasi hukum di Myanmar/Burma, dan atas keputusan yang represif dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius," kata UE.

Hingga kini, memang belum diketahui identitas kesepuluh pejabat yang dimaksud UE. Mengingat, kesepuluh nama itu baru akan diumumkan di surat kabar resmi UE saat sanksi mulai diterapkan.

Kendati demikian, para diplomat UE sempat membocorkan bahwa kesepuluh pejabat itu, sebagian besarnya berasal dari anggota Dewan Administrasi Negara yang berkuasa.

Penambahan itu juga akhirnya meningkatkan daftar target sanksi blok menjadi 35 individu, di mana semuanya bakal dihadapkan pada larangan perjalanan hingga pembekuan aset.

Pernyataan untuk sama-sama mengutuk Tatmadaw ini juga telah dikonfirmasi oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell. Melalui Twitter miliknya, Borrell bahkan terlihat menjelaskan bahwa 'kebrutalan juntalah' yang telah mendorong UE untuk menjatuhkan sanksi.

"Kebrutalan junta yang meningkat memiliki konsekuensi yang jelas,' tulisnya setelah memimpin pertemuan para menteri UE.

Mendukung Borrell, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga mengungkap hal senada. Maas membeberkan bahwa selama diskusi, para diplomat UE sepakat bahwa junta sebenarnya sedang mengarahkan negara kepada 'jalan buntu' 

"Itulah sebabnya kami meningkatkan tekanan untuk membawa militer ke meja perundingan," kata Maas.

Sanksi dari UE ini jelas makin menambah panjang tekanan untuk junta militer yang berkuasa di Myanmar. Terlebih, sebelumnya, langkah serupa juga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Inggris. 

Diketahui, keduanya lebih dulu menjatuhkan sanksi kepada MEC dan MEHL, dua grup junta yang mendominasi banyak sektor bisnis Myanmar.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Namun, dua bulan berselang, junta masih tidak menunjukkan tanda-tanda untuk kompromi, meski terus dikritik oleh dunia internasional hingga demonstrasi besar-besaran dari warganya. 

Sementara itu, jumlah warga sipil yang tewas akibat kekerasan aparat terus melambung. Dalam laporan terbaru, jumlah yang meregang nyawa bahkan dikatakan telah menembus hingga 737 orang, termasuk di antaranya puluhan anak-anak serta petugas medis.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu