News

Ikut Aksi Protes Pemerintah, Seniman Chile Diduga Diperkosa dan Jenazahnya Digantung di Taman


Ikut Aksi Protes Pemerintah, Seniman Chile Diduga Diperkosa dan Jenazahnya Digantung di Taman
Jenazah Daniela Carrasco, seniman Chile, ditemukan dalam kondisi tergantung di taman di Santiago (Twitter)

AKURAT.CO, Seorang seniman sekaligus aktivis asal Chile menjadi salah satu korban tewas dalam rangkaian aksi protes pemerintah. Jenazah seniman wanita bernama Daniela Carrasco itu ditemukan dalam kondisi tergantung di taman di Santiago.

Kematian Daniela memicu perdebatan mengenai penyebabnya, sebagian pihak menyatakan bahwa ia bunuh diri sementara pihak lain menyakini ia dibunuh setelah diperkosa dan disiksa terlebih dahulu.

Hipotesis dokter dan laporan awal menyatakan bahwa Daniela tewas karena kehabisan napas akibat tali gantungan dan tidak ada tanda-tanda pemerkosaan dan penyiksaan. Pernyataan bahwa Daniela bunuh diri diperkuat dengan pernyataan pengacara serta keluarga Daniela yang mengatakan ia tidak dibunuh.

"Penyelidikan tentang keadaan kematiannya masih berlangsung dan analisis yang kami miliki sejauh ini dalam bukti menunjukkan bahwa ia akan meninggalkan surat yang menjelaskan alasan kemungkinan bunuh diri dan tidak ada tanda-tanda nyata penyiksaan atau kekerasan seksual ditemukan,” kata sang pengacara dilansir dari laman Tellereport, Rabu (27/11).

Namun, kelompok lain yang turut menyelidiki kematian Daniela mendapat temuan berbeda yang menunjukkan bahwa aktivis 36 tahun tersebut menjadi korban pemerkosaan dan penyiksaan sebelum digantung. Kelompok yang menamakan diri mereka "Ni Una Menos" mengatakan kematian Daniela dijadikan sebagai pesan bagi wanita-wanita lain yang turun ke jalan. Kelompok tersebut meyakini disiksa dan dibunuh oleh polisi Chile.

Sementara itu, keluarga Daniela meminta pengadilan untuk menggelar penyelidikan secara menyeluruh untuk mengesampingkan keterangan dari pihak ketiga, serta mengimbau media Chile untuk tidak memuat berita yang tidak diverifikasi.

Kerusuhan di Chile telah berlangsung selama hampir 5 minggu, sejauh ini kerusuhan telah memakan 22 korban jiwa dan lebih dari 2 ribu korban luka. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu