Olahraga

Ikhsan Kerepotan Atasi Wakil Sesama Pelatnas

Ikhsan harus menyelesaikan laga lewat pertarungan tiga set.

Ikhsan Kerepotan Atasi Wakil Sesama Pelatnas
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay saat menghadapi Yonathan Ramlie dalam perebutan tiket babak 16 besar Indonesia International Series 2022 (PBSI)

AKURAT.CO, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang turun sebagai unggulan pertama sektor tunggal putra harus bekerja keras untuk bisa menundukkan rekan se-pelatnas, Yonathan Ramlie untuk tiket babak 16 besar Indonesia International Series 2022.

Bertanding di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Rabu (21/9), Ikhsan harus melewati laga tiga set 21-9, 20-22 dan 21-15. Mendominasi pada set pembuka, Ikhsan mengaku kehilangan fokus hingga akhirnya mampu ditikung pada poin-poin kritis.

"Di gim pertama saya sudah bisa langsung in dengan permainan. Di gim kedua setelah memimpin saya malah kehilangan fokus dan tidak konsisten," kata Ikhsan usai pertandingan.

baca juga:

"Setelah itu, saya coba untuk bangkit di gim ketiga. Balikin fokusnya, speed-nya juga, dan pukulannya harus bagus karena ada faktor angin. Kunci kemenangan saya mungkin tadi tampil lebih tenang di poin-poin akhir dan lebih mengontrol permainannya."

Ikhsan sendiri mengakui bahwa kekuatan lima pemain di pelatnas utama yang memback-up Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, dan Chico Aura Dwi Wardoyo mempunyai kekuatan yang berimbang.

"Di pelatnas utama sekarang, saya, Christian (Adinata), Bobby (Setiabudi), Syabda (Perkasa Belawa), dan Yonathan (Ramlie) ramai lah di latihan. Kekuatan kami berimbang. Jadi tadi memang tidak mudah untuk menang," tutur Ikhsan.

Alvi Wijaya Buat Kejutan, Singkirkan Senior di Pelatnas

Selain itu kejutan juga tercipta di sektor ini, di mana unggulan kedelapan Syabda Perkasa Belawa harus mengakui ketangguhan juniornya di pelatnas, Alvi Wijaya Chairullah lewat pertarungan tiga set 21-17, 12-21 dan 21-14.

Ikhsan Kerepotan Atasi Wakil Sesama Pelatnas - Foto 1
Alvi Wijaya Chairullah PBSI

Tampil menghadapi seniornya di pelatnas, Alvi mengaku hanya coba untuk tampil maksimal dan bermain nothing to lose. Kemenangan atas Syabda bahkan dijadikannya modal untuk laga selanjutnya.

"Saya tadi bermain lepas saja, nothing to lose. Dia juga senior saya di pelatnas, jadi coba main maksimal saja. Menang atau kalah urusan belakang," kata pebulutangkis yang masih tergabung di tim pelatnas pratama tersebut.

"Rasanya pasti senang dan tidak menyangka bisa menang. Ini menjadi tambahan modal untuk pertandingan selanjutnya. Saya harus lebih kerja keras lagi."

Alvi menyampaikan kunci kemenangannya adalah mampu membatasi serangan-serangan Syabda. Terlebih, mereka sudah saling sama-sama mengetahui gaya permainan masing-masing. Selain itu, kontrol pukulan juga menjadi salah satu faktor Alvi bisa mengamankan tiket babak ketiga. 

"Tadi saya mencoba memegang permainan depan dan membatasi serangan-serangan Bang Syabda. Serangan dia sangat berbahaya, kencang, dan akurasinya bagus. Selain itu, saya harus mengontrol pukulan karena lapangannya agak berangin jadi kalau tidak pas bisa out," Alvi menuntaskan.[]