News

IKALUIN Jakarta Siap Tebarkan Pemikiran Islam 'Mazhab Ciputat'

Aplikasi itu tidak hanya untuk digitalisasi keanggotan alumni UIN Jakarta tapi juga menyemai gagasan dan pemikiran Islam kontemporer.


IKALUIN Jakarta Siap Tebarkan Pemikiran Islam 'Mazhab Ciputat'
Ketua IKALUIN Jakarta Ace Hasan Syadzily (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2020-2024 juga dibarengi dengan peluncuran aplikasi dan website IKALUIN Jakarta.

Aplikasi itu tidak hanya untuk digitalisasi keanggotan alumni UIN Jakarta, tapi juga menyemai gagasan dan pemikiran Islam kontemporer.

Ketua IKALUIN Jakarta Ace Hasan Syadzily mengatakan, salah satu program utama kepengurusannya adalah digitalisasi anggota IKALUIN Jakarta. 

"Era 4.0 ini, kita sudah seharusnya dapat memanfaatkan secara maksimal sistem informasi keanggotaan dalam bentuk digital. Kami akan memproduksi narasi tentang peran para Alumni UIN, dari mulai pemikiran, gagasan dan kiprahnya dalam bentuk tulisan maupun konten-konten yang mudah untuk dipahami dan diakses para alumni dan mahasiswa yang masih belajar di kampus," kata Ace dalam sambutannya di Kampus UIN Jakarta, Sabtu (22/5/2021). 

Nantinya, kiprah-kiprah alumni yang sukses akan tampilkan, baik dalam aplikasi maupun dalam website. Sehingga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang masih berada di bangku kuliah maupun bagi alumni-alumni muda.

"Aplikasi digital dan website ini, kami harapakan menjadi instrumen persemaian pemikiran dan kiprah alumni untuk menebarkan gagasan dan pemikiran Islam yang khas ala “mazhab Ciputat”," kata Ace. 

IKALUIN akan mereproduksi kembali tulisan Alm Prof Harun Nasution, Alm Prof Nurcholish Madjid, dan tokoh-tokoh pemikir Ciputat sebagai bagian dari reaktualisasi gagasan keislaman dan menjadi inspirasi bagi alumni generasi ke bawah.

Selain itu, IKALUIN Jakarta akan melakukan kajian-kajian intensif keislaman untuk memperkokoh pengetahuan alumni tentang kajian Islam yang moderat, inklusif dan toleran. 

Dengan tema-tema kajian keislaman itu, akan dikontekstulisasikan dengan isu-isu kontemporer, demokrasi, human right, sustainable development, climate change, dan lain-lain.

"Dalam pandangan saya, atmosfer intelektualisme akhir-akhir ini lebih banyak diwarnai perdebatan yang kering, terkesan dangkal, instan dan terlalu hitamputih. Bisa jadi penyebabnya karena pengaruh yang sangat kuat dari media sosial yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita," kata Ace. 

Ace mengatakan, IKALUIN Jakarta harus besar karena IKALUIN ini adalah rumah bersama. Rumah bagi berhimpunnya para alumni yang berkomitmen untuk mengharumkan nama baik almamater, menjadikan Islam sebagai spirit dan nilai-nilai untuk membawa keagungan bangsa dan pengabdi Pancasila. 

"Alumni UIN Jakarta harus membuktikan bahwa di tangan dirinyalah kita akan membawa kejayaan negara dan kejayaan bangsa, sebagaimana hymne yang selalu dilantunkan dalam kegiatan kemahasiswaan," kata politisi Partai Golkar ini. []