Ekonomi

IHSG Waspada Tertahan, Saham Ini Tetap Bikin Raih Cuan

Secara teknikal IHSG bergerak melemah seakan pulled back bearish trend line dan menguji support terdekatnya


IHSG Waspada Tertahan, Saham Ini Tetap Bikin Raih Cuan
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah seakan pulled back bearish trend line dan menguji support terdekatnya. IHSG (-1.76%) ditutup turun 104.49 poin kelevel 5833.86 setelah sempat dibuka menguat diawal pekan. Saham-saham disektor material dasar (-4.35%) memimpin pelemahan di ikuti sektor barang konsumsi non-premier (-2.35%) ditengah kekhawatiran penurunan aktifitas perdagangan dan kekhawatiran penyebaran Covid-19 setelah Singapura, Malaysia hingga Taiwan lockdown.

" Investor terlihat berhati-hati mengambil keputusan investasinya setelah bursa global alami pergerakan optimis di akhir pekan lalu, " ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Indeks saham Jepang membuka pekan dengan melemah menjadi trigger negatif disejumlah indeks acuan di Asia. Indeks Nikkei (-0.92%) dan TOPIX (-0.24%) turun sedangkan indeks HangSeng (+0.59%) dan CSI300 (+1.46%) naik. Indeks berjangka AS yang terkoreksi menjadi faktor utama investor berhati-hati pasca penutupan yang optimis pada pekan lalu.  

Bursa Eropa berfluktuatif dengan ekuitas berjangka AS yang tergelincir karena investor mempertimbangkan risiko terhadap prospek inflasi dan lonjakan kasus baru Covid-19. Indeks FTSE (-0.41%), DAX (-0.01%) dan CAC40 (-0.18%) turun dengan perusahaan disektor energy memimpin pelemahan yang di imbangi penguatan diperusahaan produsen mobil.

" Selanjutnya investor masih diselimuti kekhawatiran efek samping dari penyebaran Covid-19 yang membuat beberapa negara melakukan pembatasan hingga prospek inflasi di AS yang membuat mata uang emerging market terancam, "imbuhnya.

Adapun untuk laju IHSG, momentum dari indikator Stochastic dan RSI mendatar dengan kondisi undervalue indikator MACD yang bergerak tertahan. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi kembali tertekan dengan support resistance 5.735-5.875.

" Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya BBRI, BBNI, BMRI, BBCA, ESSA, ICBP, KLBF, UNVR, " pungkasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co