Ekonomi

IHSG Waspada Melemah Terbatas Gara-gara Sederet Sentimen Ini!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal memiliki peluang bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada level 5.972 – 6.083


IHSG Waspada Melemah Terbatas Gara-gara Sederet Sentimen Ini!
Warga melintas di sebelah papan indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal memiliki peluang bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada level 5.972-6.083. Pada perdagangan hari Jum’at, 18/06/2021 IHSG ditutup melemah 61 poin atau 1.01% menjadi 6.007.

Sektor industri dasar, transportasi, consumer non siklikal, energi, consumer siklikal, properti. Kesehatan, keuangan, industrials, infrastruktur bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG kali ini. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp193 miliar.

Presiden Fed dari St. Louis, James Bullard mengatakan bahwa dirinya mendukung kenaikkan suku bunga lebih awal daripada yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Powell, dan ternyata apa yang disampaikan oleh Bullard sesuai dengan ekspektasi. Bullard mengklaim bahwa dirinya melihat rencana kenaikkan tingkat suku bunga dapat terjadi pada akhir tahun 2022 mendatang.

Proyeksi Bullard terkait dengan inflasi berada di kisaran 3% pada tahun 2021, dan 2.5% - 3% pada tahun 2022. Inflasi inti akan berada di kisaran 2.5% pada tahun 2022 mendatang.

" Terang saja, pernyataan Bullard tentu semakin memberikan tekanan kepada pasar yang terus mengalami pelemahan akibat adanya ekspektasi kenaikkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi sehingga menandakan bahwa era dovish akan segera berakhir, dan akan memasuki musim Taper Tantrum pada awal 2022 mendatang," Maximilianus Nico Demus, CSA, CRP Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Bullard menyatakan bahwa pertemuan FOMC saat ini tidak melakukan antisipasi terkait dengan kenaikkan tingkat suku bunga tahun depan, karena FOMC membuat proyeksi bahwa ada kemungkinan inflasi akan mengalami penurunan hingga dibawah 2% pada tahun 2022 mendatang. Sehingga komite tidak akan berorientasi mengenai kenaikkan tingkat suku bunga pada saat itu.

Powell sendiri tidak memberikan informasi kapan saat yang tepat untuk melakukan Taper Tantrum dan menaikkan tingkat suku bunga, karena itu semua masih sangat premature untuk diketahui. Fokus The Fed saat ini adalah situasi dan kondisi saat ini, dimana ini tentang berapa nilai yang tepat dalam melakukan pembelian obligasi di pasar ditengah situasi dan kondisi saat ini.

Tak mungkin juga kan, The Fed akan terus menerus mengeluarkan nominal yang sama bahkan ketika ekonomi sudah berjalan dengan baik. Tentu The Fed secara perlahan akan mundur teratur hingga perekonomian sudah cukup kuat untuk berjalan dikedua kakinya sendiri.

Powell sendiri enggan untuk mengatakan kapan saat musim Taper Tantrum akan tiba, namun Powell berjanji bahwa dirinya akan memberikan informasi kapan musim itu akan tiba sehingga diharapkan dapat menimbulkan gejolak yang lebih kecil di pasar. Dan seperti yang kita ketahui bersama, pada tahun 2013 silam, semuanya pun juga di awali dari pengumuman yang ada di pasar yang dimana dalam pengumuman tersebut, The Fed hanya menyampaikan akan mengurangi pembelian obligasi namun tidak disampaikan kapan hal tersebut akan terjadi, dan hal itu telah membuat imbal hasil obligasi dalam negeri menjadi terluka karenanya.

Denny Iswanto

https://akurat.co