Ekonomi

IHSG Terpelanting Masuki Siang, 241 Saham Terbanting

IHSG ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama Senin (19/4/2021)


IHSG Terpelanting Masuki Siang, 241 Saham Terbanting
Karyawan berbincang di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama Senin (19/4/2021). IHSG terkoreksi 0,54% atau 32,665 poin ke level 6.053,593.

Terdapat 241 saham turun, 218 saham naik, dan 165 saham stagnan. Nilai transaksi capai Rp5 triliun.

Total volume 9,3 miliar saham dan aksi jual investor asing turut membebani langkah IHSG pada perdagangan pagi.

Di pasar reguler, net sell asing Rp101,944 miliar dan Rp71,103 miliar untuk keseluruhan market.

IHSG dibuka melemah 1,47 poin atau 0,02% ke posisi 6.084,79 pada pembukaan perdagangan, Senin (19/4/2021).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,59 poin atau 0,06% ke posisi 907,08.

Adapun hingga jelang pukul 09:15 WIB, IHSG masih berada di zona merah pada kisaran level 6.074,877.

Sekitar 200 saham naik, 160 saham melemah dan 160 saham stagnan.

Sebelumnya, IHSG diprediksi menguat memnbentuk pola bearish candle dan seakan tertahan pada resistance Moving Average 20 hari dikisaran 6.093 secara teknikal.

IHSG (+0.11%) naik 6.75 poin kelevel 6086.26 dengan saham-saham disektor Pertanian (+2.03%) dan Pertambangan (+1.99%) yang naik dua persen mampu menahan pelemahan saham-saham disektor Property (-0.72%) dan Keuangan (+0.30%). Pertumbuhan ekonomi di Tiongkok membawa angin prospek positif akan prospek perdagangan internasional di Indonesia.

" Investor asing tercatat net buy sebesar Rp296,97 miliar," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Indeks Nikkei (+0.14%), TOPIX (+0.09%), HangSeng (+0.61%) dan CSI300 (+0.35%) dizona hijau hingga akhir sesi perdagangan. Pertumbuhan ekonomi di Tiongkok menambah tanda-tanda pemulihan ekonomi global membuat investor lebih optimis pada ekuitas.

Bursa Eropa menutup akhir pekan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0.99%), FTSE (+0.52%), DAX (+1.34%) dan CAC40 (+0.85%) naik mencatatkan kenaikan mingguan ketujuh yang merupakan rekor kenaikan terpanjang sejak bulan Mei 2018. Indeks saham di AS mayoritas naik.

" Indeks DJA (+0.48%), S&P (+0.36%) dan NASDAQ (+0.10%) naik mengakhiri minggu lalu dilevel tertinggi sepanjang masa karena data ekonomi China membawa optimisme baru akan tanda-tanda pemulihan ekonomi global," paparnya.  

Sedangkan untuk laju IHSG, indikator Stochastic dan RSI memberikan momentum pergerakan yang mulai memasuki area overbought. Indikator MACD bergerak positif dengan histogram yang meningkat.

Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi diawal pekan kembali menguji resistance MA20 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan dengan support resistance 6.020-6.116.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACES, ANTM, DOID, ICBP, INCO, INDF, INDY, PTBA, SRIL," tambahnya.

Sekadar informasi, IHSG berakhir menghijau pada akhir perdagangan, Jumat (16/4/2021). IHSG naik tipis 6,76 poin atau 0,11% ke 6.086,26.

Ada 214 saham menguat, 258 saham melemah, dan 176 saham stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp9,58 triliun.

Total volume transaksi bursa mencapai 17,76 miliar saham. Investor asing mencatat net buy Rp296,94 miliar di seluruh pasar.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu