Ekonomi

IHSG Terkonsolidasi, Saham Ini Potensi Bikin Keuntungan Tak Bertepi

Secara teknikal IHSG Break out resistance Moving Average 5 hari dengan potensi menguji Moving Average 20 hari


IHSG Terkonsolidasi, Saham Ini Potensi Bikin Keuntungan Tak Bertepi
Karyawan berbincang di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Secara teknikal pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Break out resistance Moving Average 5 hari dengan potensi menguji Moving Average 20 hari.

IHSG (+0.20%) ditutup naik 12.09 poin kelevel 5975.91 dengan saham-saham disektor Perindustrian dan Barang Baku memimpin penguatan hingga akhir sesi perdagangan. Data pertumbuhan ekonomi indonesia secara tahunan rilis sesuai ekspektasi dilevel negatif 0,74% dan negatif 0,96% secara kuartalan.

Data tersebut lebih baik dari pertumbuhan dan menipiskan konstraksi yang terjadi selama masa pandemi Covid-19.

" Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp165,60 miliar dengan saham BBCA, BBRI dan TBIG yang menjadi top net buy value investor asing," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Bursa Jepang dan Tiongkok masih ditutup libur disaat mayoritas indeks saham asia bergerak moderate. Indeks Hangseng (-0.49%) ditutup turun sedangkan Indeks KOSPI (+0.64%) dan SENSEX (+0.73%) ditutup naik. Investor masih bergulat terhadap laporan keuangan emiten untuk kuartal pertama ditahun 2021.

Sedangkan bursa Eropa dibuka optimis naik lebih dari sepersen. Indeks FTSE (+1,19%), DAX (+1,40%) dan CAC40 (+0,96%) naik mengiringi reboundnnya indeks berjangka AS karena fokus investor beralih ke pendapatan positif dan tanda-tanda baru dari pemulihan ekonomi. Saham-saham disektor pertambangan dan travel menjadi pendorong penguatan dengan saham-saham teknologi rebound di Eropa.

Keyakinan investor yang tumbuh pada pemulihan ekonomi mampu mengirim harga komoditas ke level tertinggi dalam hampir satu dekade.

" Di tempat lain, saham dan obligasi India naik setelah bank sentral menyetujui 500 miliar rupee ($6,8 miliar) likuiditas kepada bank untuk mendukung pinjaman kepada pembuat vaksin, rumah sakit, dan penyedia layanan kesehatan," jelasnya.

Adapun untuk gerak IHSG, indikator stochastic bergerak terkonsolidasi pada area middle dengan MACD yang undervalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi kembali menguat dengan support resistance 5.953-6.016.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASRI, BBNI, BBRI, BBTN, BFIN, ERAA, ICBP, MCAS, RALS, UNVR,"pungkasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co