Ekonomi

IHSG Terkonsolidasi, Saham Ini Enggak Bikin Investor 'Keki'

IHSG Terkonsolidasi, Saham Ini Enggak Bikin Investor 'Keki'
Karyawan melintas di papan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Saham Efek Jakarta, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terkonsolidasi, namun masih tetap terlihat kuat di atas level MA50 sebagai konfirmasi trend penguatan jangka menengah. IHSG (-0.16%) turun 10.28 poin kelevel 6248.46 dengan saham-saham disektor pertambangan (-2.69%) dan Konsumsi (-0.52%) turun memimpin pelemahan indeks sektoral.

Harga tambang logam yang tinggi volatilitas akhir-akhirnya menggiring pelemahan saham-saham disektor tambang logam. Timah turun 0.27% dan Nikel turun 0.90% menjadi faktor utama.

Investor terfokus pada sentimen global yang membuat sebagian besar ekuitas mengalami pelemahan.

baca juga:

"Naiknya yield obligasi di AS memicu adanya peningkatan biaya pinjaman sebagai signal pemulihan ekonomi yang lebih cepat," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-0.42%), TOPIX (-0.14%), HangSeng (-1.90%) dan CSI300 (-3.47%) turun pesimis diawal pekan mengiringi terkoreksinya indeks ekuitas berjangka AS. Imbal hasil treasury yang kembali naik lebih tinggi mengurangi optimisme atas rencana stimulus pandemi dan prospek suku bunga AS kedepan.

"Saham-saham teknologi turun dengan indeks CSI300 jatuh memimpin penurunan regional," imbuhnya.

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan berbalik menguat. Indeks Eurostoxx (+0.69%), DAX (+0.89%) dan CAC40 (+0.54%) naik lebih dari setengah persen. Harga minyak WTI melonjak setelah Arab Saudi mengatakan terminal minyak mereka yang merupakan terbesar di Dunia mengalami serangan.

Saham-saham pertambangan energy memimpin penguatan di Eropa. Pada saat yang sama, risiko inflasi dan biaya pinjaman jangka panjang yang lebih tinggi memicu kekhawatiran atas penilaian ekuitas, terutama untuk saham-saham berteknologi tinggi.

Selanjutnya investor terfokus pada PDB Jepang akan dirilis Selasa. Laporan persediaan minyak mentah EIA akan dirilis Rabu dan Indeks harga konsumen AS Februari akan menawarkan tampilan terbaru pada tekanan harga pada hari Rabu.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu