Ekonomi

IHSG Terjebak di Zona Merah, Nilai Transaksi Rp5,23 Triliun

IHSG harus kembali terjebak di zona merah pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (16/4/2021)


IHSG Terjebak di Zona Merah, Nilai Transaksi Rp5,23 Triliun
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus kembali terjebak di zona merah pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (16/4/2021).

Hingga pukul 11.30 WIB, IHSG melemah 3,61 poin atau 0,06% ke 6.075,89. Ada 209 saham naik, 235 saham turun serta 187 saham stagnan.

Nilai transaksi Rp5,23 triliun. Total volume transaksi bursa mencapai 10,82 miliar saham dengan investor asing mencatat net buy Rp181,17 miliar di seluruh pasar.

Sebelumnya IHSG dibuka menguat pada pembukaan perdagangan, Jumat (16/4/2021). IHSG naik 22,877 poin atau 0,30% ke kisaran level 6.102,378.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,96 poin atau 0,66% ke posisi 914,4.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG diprediksi bergerak menguat dan mencoba break out resistance Moving Average 20 hari.

Mayoritas indeks saham Asia kembali bervariasi kali ini indeks Nikkei (+0.07%) dan TOPIX (+0.36%) naik sedangkan Indeks CSI300 (-0.64%) dan HangSeng (-0.50%) turun. Indeks saham di Hongkong dan China turun karena operasi likuiditas bank sentral china yang mengisyaratkan upaya untuk menahan peningkatan leverage.

IHSG (+0.48%) naik 29.22 poin kelevel 6079.50 setelah sempat tertekan selama jam perdagangan. Indeks sektor pertanian (+2.19%), Perdagangan (+1.01%) dan Industri Dasar (+0.99%) bergerak optimis naik mampu membalikan IHSG kuat hingga akhir sesi perdagangan.

Data akitifitas ekspor dan import naik signifikan terlihat lebih aktif di bulan Maret memberikan indikasi pemulihan ekonomi dari sisi perdagangan. Ekspor naik 30.47% secara yoy dan Import naik 25.73% secara yoy.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu