Ekonomi

IHSG Tambah Lesu Terserang Virus Corona


IHSG Tambah Lesu Terserang Virus Corona
Pekerja memotret pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini menguat setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. IHSG dibuka menguat 68,18 poin atau 1,1 persen ke posisi 6.277,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,47 poin atau 1,78 persen menjadi 1.000,35.  (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Rabu (26/2/2020) tambah lesu. Pelemahan ini mencapai 1,7% atau 98,2 poin ke 5688,9. Asing membukukan penjualan bersih hingga Rp1,75 triliun. Sementara itu, 92 saham menguat, 306 melemah, dan 134 tak berubah.

Saham teraktif adalah Bank Mandiri Tbk (BMRI) bernilai Rp761,16 miliar. Saham teratas yang menguat dari kelompok 45 saham blue chip atau LQ45 adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencapai 1,3% ke Rp11.150. Secara umum, saham paling menguat adalah PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencapai 10% ke Rp550.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama menilai pelemahan IHSG dipicu oleh virus Corona.

"Penyebaran COVID-19 secara agresif sepertinya masih memberikan dampak sistemik bagi market seiring dengan peningkatan tajam infeksi virus tersebut yang terjadi pada Korea Selatan, Italia dan Iran. Penyebaran COVID-19 tsb mengancam pertumbuhan ekonomi global. Di sisi lain, perkembangan data-data makroekonomi domestik maupun global masih minim positive high market impact," kata Nafan kepada Akurat.co.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony juga menilai lesunya IHSG dipicu oleh virus Corona.

"Kekhawatiran asing terhadap dampak ekonomi global terhadap virus Corona," kata Chris kepada Akurat.co.[]