Ekonomi

IHSG Mencoba Terus Berlari ke Zona Hijau

IHSG merangkak tipis 2,8 poin atau 0,05% ke posisi 5.955,4 pada pembukaan perdagangan, Selasa (4/5/2021)


IHSG Mencoba Terus Berlari ke Zona Hijau
Pekerja memotret pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini menguat setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. IHSG dibuka menguat 68,18 poin atau 1,1 persen ke posisi 6.277,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,47 poin atau 1,78 persen menjadi 1.000,35.  (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak tipis 2,8 poin atau 0,05% ke posisi 5.955,4 pada pembukaan perdagangan, Selasa (4/5/2021).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,18 poin atau 0,13% ke posisi 885,52.

Adapun hingga jelang pukul 09:15 WIB, IHSG terus menguat ke kisaran level 5.960,491.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG break out support bullish trend dan MA5.

IHSG (-0.72%) ditutup turun 43.02 dengan saham-saham disektor Infrastruktur (-1.48%) dan Industri Dasar (-1.41%) menjadi penekan hingga akhir sesi perdagangan. Aksi profit taking investor terhadap saham-saham tower yang sebelumnya menguat optimis dan refleksi pertumbuhan inflasi yang masih dibawah ekspektasi.

" Kekhawatiran sentimen global mengenai data ekonomi yang rilis alami pertumbuhan yang cepat menjadi katalis," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

The Fed berpotensi mengubah pandangannya menjadi hawkish setelah data ekonomi yang optimis membuat investor domestik berhati-hati akan nilai tukar rupiah. Investor pun menanti data pertumbuhan GDP dengan ekspektasi dizona positif 1% secara QoQ dan 1.9% secara YoY.

Mayoritas indeks saham Asia melemah mengiringi ditutupnya bursa Jepang dan Tiongkok. Indeks HangSeng (-2.01%) turun dua persen meskipun indeks berjangka AS berbalik menguat. 

" Kekhawatiran mengenai dampak komentar the Fed terhadap prospek suku bunga kedepan menjadi trigger negatif," imbuhnya.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu