Ekonomi

IHSG Masih Semringah, 300 Saham Bergairah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir perdagangan sesi I, Kamis (10/6/2021)


IHSG Masih Semringah, 300 Saham Bergairah
Ilustrasi - Bursa Efek (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir perdagangan sesi I, Kamis (10/6/2021).

IHSG naik 0,81% atau 48,924 poin ke level 6.096,399. Tercatat 300 saham naik, 178 saham melemah dan 149 saham stagnan.

Nilai transaksi sentuh Rp6,60 triliun.Total volume transaksi bursa mencapai 14,68 miliar saham. Investor asing mencatat jual bersih atau net sell Rp 250,64 miliar di seluruh pasar. 

Sebelumnya, IHSG menguat pada level 6.065 pada pembukaan tadi pagi.

Pukul 9.07 WIB, IHSG menguat 22,81 poin atau 0,38% ke 6.070,28.  Investor asing mencatat jual bersih atau net sell Rp79,28 miliar di seluruh pasar.

Sedangkan jelang pukul 10:00 WIB, IHSG masih berada pada kisaran level 6.094,076.

Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tertahan pada level Moving Average 50 hari setelah sempat break dan menuju penutupan gap yang terbentuk di pekan lalu.

IHSG (+0.80%) naik optimis 48.11 poin ke level 6.047.47 dengan saham-saham disektor transportasi, teknologi, material dasar dan industri hingga keuangan memimpin penguatan. Investor terlihat optimis menyambut aksi korporasi emiten seperti dividen hingga merger yang terus mulai agresif ditengah masa pemulihan akan krisis kesehatan 2020.

" Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp229,10 miliar dengan saham-saham BBCA, ARTO, TLKM, ASII dan BMRI yang menjadi top net buy value," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Bursa Asia ditutup mayoritas tertekan. Indeks Nikkei (-0.35%), TOPIX (-0.28%), HangSeng (-0.13%) dan CSI300 (+0.08%) cenderung melemah. Indeks harga konsumen yang melemah meskipun tingkat inflasi barang pabrik untuk bulan Mei naik ke level tertinggi sejak 2008 menjadi anomali ekonomi di Tiongkok.

" Sehingga Tiongkok juga mempertimbangkan untuk mengenakan batas harga batubara termal untuk menahan biaya energy yang tinggi saat ini,"imbuhnya.

Sedangkan, Bursa Eropa membuka perdagangan dizona negatif. Indeks Eurostoxx (-0.03%), FTSE (-0.46%) dan DAX (-0.09%) turun iringi indeks berjangka AS. Keraguan pasar akan masa depan pelongaran moneter ditengah peningkatan inflasi yang cepat masih menjadi alasan utama ditengah peningkatan ekuitas global yang juga telah cukup tinggi.

Selanjutnya investor akan terfokus pada data indeks harga konsumsi AS. Keputusan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis dan konferensi pers dengan Presiden Christine Lagarde. Perundingan kesepakatan nuklir Iran diadakan kembali di Wina, Kamis.

" KTT para pemimpin Kelompok Tujuh dimulai di Cornwall, Inggris Jumat," imbuhnya.

Meskipun demikian, bayangan bearish masih cukup terasa dimana momentum dari indikator RSI dan pergerakan indikator Stochastic memberikan arah signal yang negatif.  Ditambah penurunan akselerasi histogram pada indikator MACD menambah kekhawatiran adanya pelemahan hingga penutupan gap dipergerakan mendatang

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertahan pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.000-6.088.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACES, ANTM, BDMN, BNGA, BSDE, INCO, PWON, TINS," pungkasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co