Ekonomi

IHSG Masih Payah, 144 Saham Tak Berkutik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah terus melorot hingga tutup perdagangan sesi I hari ini, Kamis (24/6/2021)


IHSG Masih Payah, 144 Saham Tak Berkutik
Pekerja memotret pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah terus melorot hingga tutup perdagangan sesi I hari ini, Kamis (24/6/2021). Pukul 11.30 WIB, IHSG turun 0,32% atau 19,50 poin ke 6.015,04 di akhir sesi I.

Ada 179 saham yang menguat, 293 saham turun harga, dan 144 saham stagnan. Nilai transaksi Rp5,14 triliun.

Total volume transaksi bursa mencapai 11,75 miliar saham. Investor asing mencatat net sell Rp31,71 miliar di pasar reguler. Tapi di seluruh pasar investor mencatat net buy Rp17,02 miliar.

Sebelumnya, IHSG menguat pada awal perdagangan tadi pagi. Pukul 9.11 WIB, IHSG naik 0,13% atau 9 poin ke 6.042. Investor asing mencatat net buy Rp26 miliar di seluruh pasar.

Hingga jelang pukul 10.00 WIB, IHSG masih berada pada kisaran level 6.036,722. Namun tak selang beberapa menit, IHSG malah merah ke level 6.028,704.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG false break bearish trendline dan resistance 6.100 pada pergerakan yang menguji support MA5 dan MA20. IHSG (-0.86%) ditutup turun hampir sepersen sebesar 53.30 poin kelevel 6034.54 dengan saham-saham disektor kesehatan (-2.41%), Keuangan (-2.09%) dan Properti (-1.20%) menjadi yang terdalam pelemahannya.

Saham-saham disektor Infrastruktur, transportasi dan industri yang tutup di zona hijau gagal menahan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Angka kasus Covid-19 yang melebar menjadi fokus investor disaat aksi jual investor asing yang masih terlihat.

" Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp435,77 miliar dengan saham BBRI, BMRI dan BBCA yang menjadi top net sell value," papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

" Selanjutnya investor akan mengambil momentum dari pergerakan harga komoditas dan merespon spekulasi rencana pengurangan pembelian aset dari The Fed," jelasnya.  Indikator stochastic dan RSI bergerak melandai dengan MACD yang masih terpantau bearish. Sehingga diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan bergerak cukup berat dengan potensi kembali tertekan pada support resistance pada kisaran level 5.982-6.065.[]