Ekonomi

IHSG Masih Bertenaga, Intip Menu Saham Pilihan untuk Tampung Cuan

Secara teknikal IHSG break out support rata-rata 5 hari setelah terbentuk pola pulled back upper bollinger bands


IHSG Masih Bertenaga, Intip Menu Saham Pilihan untuk Tampung Cuan
Petugas membersihkan area main hall IHSG di Bursa Efek Jakarta, Jumat (25/9/2020).

AKURAT.CO Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) break out support rata-rata 5 hari setelah terbentuk pola pulled back upper bollinger bands. IHSG (-0.76%) turun 47.85 poin kelevel 6241.79 terpengaruh aksi jual investor pada bursa saham Asia.

Saham-saham disektor Aneka Industri (-2.46%) dan Property (-1.38%) menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Investor beralih ke saham defensive dimana terlihat UNVR (+3.3%) alami penguatan lebih dari tiga persen.

"Investor domestik masih terlihat optimis pada prospek pemulihan ekonomi Indonesia terlihat meskipun aksi jual cukup mencekam di bursa dunia akibat volatilitas yield yang alami trend naik, IHSG hanya terkoreksi wajar dibawah sepersen," tutur Head Of Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

baca juga:

Mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah dari Jepang, Tiongkok hingga Korea Selatan. Indeks Nikkei (-3.99%), TOPIX(-3.21%), HANGSENG (-3.64%), CSI300 (-2.43%) dan KOSPI (-2.80%) turun dalam lebih dari dua persen mengiringi pelemahan bursa Wallstreet di AS hari Kamis.

"Kepanikan investor terhadap volatilitas obligasi melonjak ke level tertinggi sejak April 2020 karena adanya lonjakan imbal hasil membuat investor sell of pada aset berisiko," jelasnya.

Bursa Eropa melemah dengan indeks acuan Eurostoxx (-1.33%), FTSE (-2.53%), DAX (-0.67%) dan CAC40 (-1.39%) turun lebih dari sepersen. Di AS indeks acuan DJIA (-1.50%) dan S&P500 (-0.47%) turun. Investor yang semakin kwatir bahwa inflasi akan tumbuh lebih cepat dari ekspektasi akan memicu mundurnya stimulus lanjutan dari kebijakan moneter.

Selanjutnya diawal bulan Maret 2021 Investor akan menanti data indeks kinerja sektor manufaktur PMI dan tingkat inflasi sebagai indikator pemulihan ekonomi. Indeks kinerja sektor manufaktur PMI di Tiongkok terkontraksi menjadi 50.6 dari 51.3 dibulan Februari 2021.

"Dari dalam negeri akan rilis dara indeks manufakturing PMI, tingkat inflasi dan pertumbuhan pinjaman diawal pekan," imbuhnya.

Adapun untuk laju IHSG, harga saham secara candlestick memiliki shadow low yang terlihat menyentuh support rata-rata 20 hari dan rata-rata 50 hari dengan indikasi pergerakan dari tren positif yang cenderung kuat. Indikator stochastic menjenuh pada area dekat overbought indikator MACD terkonsolidasi.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu