Ekonomi

IHSG Mampu Menguat Seiring Penguatan Harga Minyak dan Bursa AS


IHSG Mampu Menguat Seiring Penguatan Harga Minyak dan Bursa AS
Tampak layar elektronik pergerakan saham menggunakan kamera ponsel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup menguat 2,18 persen atau 89,52 poin ke level 4.194,94. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis (9/4/2020) mampu menguat mencapai 0,62% atau 28,57 poin ke 4655,27. Sejumlah 109 saham menguat, 38 melemah, dan 70 stagnan. Asing menjual saham hingga Rp5,01 miliar.

Saham dari Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang menguat adalah PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga 4,8% ke Rp216. Secara umum, saham yang menguat adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) hingga 13,9% ke Rp106. 

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 menguat 1,18%, Kelompok 30 saham unggulan dari LQ45 (IDX30) menguat 1,13%, dan Kelompok 30 saham syariah unggulan atau Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,99%.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati urutan teratas nilai kapitalisasi mencapai Rp90,53 miliar.

Kepala riset PT Valbury Sekuritas Alfiansyah menilai penguatan IHSG didorong oleh penguatan bursa AS, harga minyak, dan prediksi stabilnya rupiah.

“Saham AS pada perdagangan Rabu ditutup menguat, harga minyak dunia cenderung naik dan perkiraan stabilitas rupiah. Akumulasi faktor positif ini membuka IHSG melaju ke zona hijau,” kata Alfiansyah.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai penguatan IHSG didorong oleh naiknya bursa AS, Asia, dan harga komoditas.

“Kombinasi kenaikan DJIA sebesar +3.44% disertai penguatan harga beberapa komoditas seperi: Oil +8.96%, Gold +0.31%, Nikel +0.59% dan CPO +1.77% menjadi katalis bagi reboundnya IHSG dalam perdagangan Kamis ini,” kata Edwin.

Lebih lanjut, naiknya Bursa Asia Kamis pagi menjadi tambahan faktor positif untuk IHSG menguat hari ini.[]