Ekonomi

IHSG Malah Terperosok Masuki Siang, 255 Saham Tumbang

IHSG malah ditutup melemah 11,77 poin atau 0,19% ke 6.246,97 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (8/3/2021)


IHSG Malah Terperosok Masuki Siang, 255 Saham Tumbang
Karyawan melintas di papan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Saham Efek Jakarta, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah ditutup melemah 11,77 poin atau 0,19% ke 6.246,97 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (8/3/2021). Terdapat 198 saham naik, 255 saham turun dan 161 saham stagnan.

Volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I mencapai 17,46 miliar saham. Menghimpun nilai transaksi Rp6,54 triliun. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 164,09 miliar di seluruh pasar.

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (8/3/2021). Pukul 09.07 WIB, IHSG menguat 40,12 poin atau 0,62% ke 6.295,63.

Sebanyak 240 saham naik, 109 saham turun dan 151 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 3,27 miliar saham dengan total nilai Rp1,01 triliun.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp62,17 miliar di seluruh pasar. Hingga jelang pukul 10.00 WIB, IHSG masih berada pada kisaran level 6.296,262.

Terdapat sekitar 243 saham menguat, 182 saham melemah dan 156 saham stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp3,410 triliun dan investor asing Rp79,65 miliar pada keseluruhan pasar.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG diprediksi masih bergerak melemah namun tertahan pada support rata-rata 20 hari memberikan indikasi tren positif yang masih aman. IHSG (-0.51%) ditutup turun sebesar 32.05 poin kelevel 6.258,75 dengan pergerakan yang cenderung fluktuatif sempat berada di zona positif pada awal sesi perdagangan.

Saham-saham disektor Infrastruktur (-1.37%) dan Pertambangan (-2.78%) turun dengan saham TLKM (-1.2%), INCO (-6.8%) dan BYAN (-7.0%) menjadi penekan IHSG. Turunnya harga nikel dunia menjadi katalis negatif pada perdagangan diakhir pekan.

"Investor terlihat berhati-hati mengambil sikap di tengah volatilitas obligasi dan ekuitas dunia," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu