Ekonomi

IHSG Malah Melempem Hingga Penutupan, 309 Saham 'Kebakaran'

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun pada penutupan perdagangan, Senin (14/6/2021)


IHSG Malah Melempem Hingga Penutupan, 309 Saham 'Kebakaran'
Karyawan melintas di papan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Saham Efek Jakarta, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun pada penutupan perdagangan, Senin (14/6/2021). IHSG melemah 0,25% atau 15,11 poin ke 6.080,38.

Ada 187 saham menguat, 309 saham melemah dan 155 saham stagnan. Nilai transaksi Rp9,59 triliun dan total volume transaksi bursa mencapai 22,96 miliar saham.

Investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp337,39 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers LQ45, meliputi saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) 3,75%, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,15%, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 2,04%.

Sedangkan saham-saham yang terjebak dalam rentetan top losers LQ45 diantaranya saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) -4,71%, saham PT PP Tbk (PTPP) -4,39%, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) -4,12%.

Sebelumnya, IHSG masih mampu bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I tadi pagi. IHSG menguat tipis 5,65 poin atau 0,09% ke 6.101,14.

Ada 209 saham naik, 265 saham melemah dan 165 saham stagnan.Total volume transaksi bursa mencapai 14,44 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,32 triliun. Investor asing mencatat beli bersih atau net buy Rp196,46 miliar di seluruh pasar.

Adapun IHSG dibuka naik 15,3 poin atau 0,25% ke posisi 6.110,8 pada pembukaan perdagangan tadi pagi.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,21 poin atau 0,47% ke posisi 905,86.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG membentuk pola false break resistance 6.118 dan fractal 6.103. Pola candlestick bearish counter attack dengan Indikator Stochstic dan RSI yang mengarah ke area jenuh.

IHSG (-0.20%) terkoreksi 12.04 poin ke level 6.095 dengan indeks sektor energi (+3.25%) dan teknologi (-5.70%) alami penguatan yang cukup tinggi.

" Investor asing tercatat net buy sebesar Rp2,62 triliun dengan komposisi reguler net buy sebesar Rp552,06 miliar dan bursa nego sebesar Rp2,06 triliun. Optimisme mereda diakhir pekan, " ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Investor terfokus pada data akitifitas ekspor impor berserta neraca perdagangan, " jelasnya.

Adapun untuk gerak IHSG, indikasi terkoreksi pada perdagangan selanjutnya menguji support moving average 5 hari pada rentang pergerakan 6.044-6.118.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co