Ekonomi

IHSG Makin Tertekan Memasuki Siang, Volume Perdagangan 15 Miliar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir merah pada penutupan perdagangan sesi I perdagangan Kamis (17/6/2021)


IHSG Makin Tertekan Memasuki Siang, Volume Perdagangan 15 Miliar Saham
Layar pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir merah pada penutupan perdagangan sesi I perdagangan Kamis (17/6/2021). Mengutip RTI, IHSG turun 0,22% atau 13,165 poin ke level 6.065,403.

Tercatat 165 saham naik, 309 saham turun, dan 157 saham stagnan. Total volume 15 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp7 triliun.

Investor asing melakukan aksi net buy Rp63,884 miliar di pasar reguler dan Rp58,456 miliar keseluruhan market.

Sebelumnya, IHSG masih terus melemah pada perdagangan tadi pagi.Mengutip RTI pukul 09.05 WIB, IHSG terkoreksi 0,58% atau 35,022 poin ke level 6.043,546.

Tercatat 222 saham turun, 101 saham naik, dan 171 saham stagnan. Total volume perdagangan 1,26 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp728 miliar.

Adapun hingga jelang pukul 10:00 WIB, IHSG masih berada pada kisaran level 6.067,662.

Sekadar informasi, secara teknikal pergerakan IHSG diprediksi menutup gap yang terbentuk pada pekan lalu dan tertahan pada support moving average 5 hari dengan potensi mencoba menguat diperdagangan selanjutnya. 

IHSG (+0.14%) berbalik naik sebesar 8.65 poin ke level 6.089.04 setelah sempat bergerak pada zona negatif sejak awal sesi perdagangan. Saham-saham pada sektor Basic Material (+2.85%) dan Teknologi (+1.70%) berhasil menopang pergerakan IHSG kembali kezona positif diakhir sesi.

Saham TPIA (+12.3%) naik signifikan disaat rencana pencarian sumber pendanaan cukup agresif ditahun ini guna memperkuat permodalan dan pembiayaan operasional. Selain itu data neraca perdagangan yang berhasil surplus dengan aktifitas eksport yang bertumbuh lebih tinggi menjadi salah satu faktor.

" Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp239,74 miliar," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta.

" Selanjutnya investor akan terfokus pada Keputusan suku bunga Komite Pasar Terbuka Federal datang pada hari Rabu, dengan konferensi pers dari Jerome Powell setelahnya," jelasnya.

Sementara itu, untuk laju IHSG indikator stochastic dan RSI menjenuh dengan MACD yang bergerak pada kondisi overvalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat dengan support resistance 6.050-6.131.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; BNGA, BRPT, BSDE, CTRA, HMSP, INKP, JSMR," tandasnya.[]