Ekonomi

IHSG Dibuka Ceria, Bertahan Hingga Penutupan?

IHSG dibuka menguat 13,78 poin atau 0,23% ke posisi 5.942,11


IHSG Dibuka Ceria, Bertahan Hingga Penutupan?
Pekerja melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup menguat 2,18 persen atau 89,52 poin ke level 4.194,94. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 13,78 poin atau 0,23% ke posisi 5.942,11.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,62 poin atau 0,41%  ke posisi 884,34.

Adapun hingga jelang pukul 09:30 WIB, IHSG berada pada kisaran level 5.958,243.

Sekadar informasi, IHSG diprediksi bergerak break out support Moving Average 5 hari setelah gagal break out resistance Moving Average 20 hari yang memberikan indikasi tekanan pelemahan yang masih akan berlanjut. 

IHSG (-0.70%) ditutup turun 41.93 poin kelevel 5928.31 dengan saham-saham disektor Industri (-1.02%) dan Barang Baku (-0.90%) memimpin pelemahan. 

" Investor ambil langkah aman menjelang libur lebaran, implikasi larangan mudik yang kembali terjadi, kekhawatiran pengurangan stimulus AS yang berpengaruh kepada capital outflow dan nilai tukar rupiah hingga trend instrumen investasi baru seperti mata uang kripto," papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Adapun indeks saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (+0.09%) dan TOPIX (+0.29%) naik sedangkan indeks Hangseng (-0.09%) dan CSI300 (+1.29%) di Hongkong hingga Tiongkok turun.

" Investor kembali khawatir terhadap potensi pengurangan stimulus akibat data ekonomi global yang lebih cepat pemulihannya terutama AS," jelasnya.

Sementara bursa Eropa mayoritas menguat. Indeks Eurostoxx (+0.87%), FTSE (+0.76%), DAX (+1.34%) dan CAC40 (+0.45%) naik diiringi dengan penguatan mayoritas indeks saham di Wallstreet. DJIA (+0.66%), S&P500 (+0.74%) dan NASDAQ (+0.88%) kembali menguat kerekor tertinggi setelah data pekerja yang sangat lemah dibawah ekspektasi meredakan kekhawatiran pertumbuhan inflasi yang lebih cepat.

Denny Iswanto

https://akurat.co