Ekonomi

IHSG Diambang Tekanan Pasca Libur Natal, Saham Ini Bisa Jadi Menu Investasi Sehat Bagi Investor!

IHSG berhasil membentuk pola whipsaw dengan support MA20 dan target koreksi FR38.2% dari wave sebelumnya


IHSG Diambang Tekanan Pasca Libur Natal, Saham Ini Bisa Jadi Menu Investasi Sehat Bagi Investor!
Petugas membersihkan area main hall IHSG di Bursa Efek Jakarta, Jumat (25/9/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membentuk pola whipsaw dengan support MA20 dan target koreksi FR38.2% dari wave sebelumnya.

Adapun sebelumnya IHSG (-0.24%) ditutup melemah pada dua hari sebelum natal sebesar 14.58 poin kelevel 6008.71 setelah sempat turun lebih dari dua setengah persen diawal sesi perdagangan.

Aksi ambil untung investor dan kehati-hatian investor menyambut libur natal di Indonesia yang lebih dulu menjadi faktor utama. Sektor aneka industri (-1.34%) dan pertambangan (-0.75%) menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan.

" Investor asing tercatat net sell sebesar Rp390,66 miliar," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia menutup perdagangan dengan bervariasi. Indeks Nikkei (-0.04%) turun tipis, TOPIX (+0.23%) naik sedangkan indeks HangSeng (+0.17%) dan CSI300 (+0.84%) ditutup naik sehari lebih dulu menyambut hari libur natal dan tahun baru.

Sedangkan bursa Eropa menutup perdagangan dengan naik tipis dengan indeks Eurostoxx (+0.11%), FTSE (+0.10%) dan CAC40 (-0.10%) setelah pembatasan Inggris dan rumor varian baru COVID-19 di Eropa menjadi dalang utama penghambat pemulihan bisnis disana sambil menanti kesepaktan perdagangan brexit yang akan diumumkan oleh perdana mentri Inggris.

"Inggris meraih kesepakatan perdagangan bersejarah dengan u Uni Eropa untuk menghindari brexit tanpa kesepakatan," jelasnya.

Bursa AS menutup perdagangan sebelum natal dengan penguatan. Indeks DJIA (+0.23%), S&P (+0.35%) dan NASDAQ (+0.26%) naik untuk hari kedua mengiringi aksi investor yang terus memantau perkembangan terbaru pada pake lanjutan kongres setelah Presiden Donald Trump mengajukan dana stimulus tambahan yang lebih besar.

"Selanjutnya disisa hari perdagangan tahun 2020 menjelang libur tahun baru investor diperkirakan lebih berhati-hati mengambil langkah aman dalam melakukan keputusan," katanya.