Ekonomi

IHSG Belum Mampu Terangkat, 376 Saham Sekarat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merah pada akhir sesi I penutupan perdagangan, Senin (21/6/2021)


IHSG Belum Mampu Terangkat, 376 Saham Sekarat
Tampak suasana area main hall IHSG di Bursa Efek Jakarta, Jumat (25/9/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merah pada akhir sesi I penutupan perdagangan, Senin (21/6/2021). IHSG turun 0,72% atau 43,32 poin ke 5.963,80.

Ada 129 saham menguat, 376 saham turun, dan 118 saham stagnan.Total volume transaksi bursa mencapai 10,91 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,43 triliun. 

Investor asing mencatat pembelian bersih Rp737,52 miliar di seluruh pasar. 

Sebelumnya IHSG turun pada awal perdagangan, Senin (21/6/2021). Pukul 09:05 WIB, IHSG turun 1,63% atau 98 poin ke 5.908.

Investor asing mencatat net buy Rp1,24 miliar di seluruh pasar.  Adapun hingga jelang pukul 10:00 WIB, IHSG masih terus terjun pada kisaran level 5.933,227.

Sekadar informasi, IHSG diramal memiliki peluang bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada level 5.972 – 6.083. Pada perdagangan hari Jum’at, 18/06/2021 IHSG ditutup melemah 61 poin atau 1.01% menjadi 6.007. Sektor industri dasar, transportasi, consumer non siklikal, energi, consumer siklikal, properti. Kesehatan, keuangan, industrials, infrastruktur bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG kali ini. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp193 miliar.

Presiden Fed dari St. Louis, James Bullard mengatakan bahwa dirinya mendukung kenaikkan suku bunga lebih awal daripada yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Powell, dan ternyata apa yang disampaikan oleh Bullard sesuai dengan ekspektasi. Bullard mengklaim bahwa dirinya melihat rencana kenaikkan tingkat suku bunga dapat terjadi pada akhir tahun 2022 mendatang.

Proyeksi Bullard terkait dengan inflasi berada di kisaran 3% pada tahun 2021, dan 2.5% - 3% pada tahun 2022. Inflasi inti akan berada di kisaran 2.5% pada tahun 2022 mendatang.