Ekonomi

IFG Kantongi PMN Rp20 Triliun, Erick Janji untuk Selesaikan Polemik Jiwasraya

IFG dapat PMN Rp20 triliun, Erick: InsyaAllah nanti para nasabah yang terkatung-katung bisa diselesaikan.


IFG Kantongi PMN Rp20 Triliun, Erick Janji untuk Selesaikan Polemik Jiwasraya
Warga melintas di depan halaman kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Kementerian BUMN mengkawatirkan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya direalisasikan akan membuat investor takut menanamkan modalnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pihaknya bakal menyelesaikan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang telah ada bertahun-tahun.

Hal itu lantaran pemerintah bersama dengan DPR RI telah resmi merestui pemberian penyertaan modal negara (PMN) 2021 senilai Rp52,02 triliun yang salah satunya merupakan untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI (Persero) atau Indonesia Financial Group atau IFG dalam rangka merestrukturisasi polis nasabah Jiwasraya.

“Untuk IFG putus Rp20 Triliun sebagai bagian dari restrukturisasi daripada Jiwasraya yang Alhamdulillah sudah mencapai 97 persen jadi InsyaAllah nanti para nasabah yang terkatung-katung bisa diselesaikan dan ini merupakan legacy daripada komisi VI juga yang mendukung bagaiman prihatin daripada nasabah yang terbengkalai selama belasan tahun,” jelasnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Erick juga menuturkan suntikan dana pemerintah sebesar Rp35,13 triliun dan tambahan Rp16,9 triliun itu akan diberikan kepada BUMN untuk melakukan penugasan pemerintah mulai dari pembangunan tol hingga distribusi listrik ke desa-desa yang saat ini.

Selain IFG, PMN juga diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp6 triliun untuk penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera guna memastikan keseimbangan sosial ekonomi antara Jawa dan Sumatera.

“Lalu untuk Pelindo Rp1,2 seperti yang pernah dihadiri olehs eluruh Komisi VI di bali dan beerapa Menteri yang hadir memang ini sebenarnya dibutuhkan bukan untuk pembangunan Pelindo sendiri atau Port tetapi lebih kepada bagaimana kebetulan disitu pendalaman daripada kedalaman laut harus dilakukan dan ada banyak karang sehingga memang nanti kapal-kapal pesiar bisa merapat ke Bali secara langsung,” papar Erick.

Selanjutnya untuk PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) (Persero) PMN diberikan untuk penugasan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang kesiapan Asian Summit 2023 di Labuan Bajo.

Lalu untuk PT Kawasan Industri Wijayakusuma atau KIW (Persero) PMN senilai Rp977 miliar untuk pembangunan Kawasan industri Batang.

“Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik oleh kami dan Kementerian Investasi sekarang banyak sekali invetasi yang masuk di Batang yaitu bagian yang penting jugakita pastikan industri baterai yang sekarang kita sudah tidak jadi market tapi juga membangun  di Indonesia. Salah satunya Hyundai kemarin juga sudah meresmikan pabriknya di Cikarang, tapi kalau baterainya di Batang,” tuturnya.