Ekonomi

IEFE Expo Hadirkan 100 Peserta Penggiat Lingkungan


IEFE Expo Hadirkan 100 Peserta Penggiat Lingkungan
Petugas UPK Dinas Lingkungan Hidup membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin (25/3/2019). Aksi bersih tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sekaligus menjaga ketersediaan air bersih di Jakarta yang baru mencapai 50-60 persen. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Indogreen Environment and Forestry Expo (IEFE) 2019 kembali digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan kali ini giliran kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi tuan rumah acara ini. Dimeriahkan oleh pameran produk-produk hasil hutan dari seluruh Indonesia, IEFE 2019 diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari instansi pemerintah pusat, daerah, dan para pegiat lingkungan.

Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, saat mewakili Menteri LHK membuka IEFE 2019 di Celebes Convention Center Makassar.

"Kata kunci sinergi merupakan hal yang penting antara hulu dan hilir, dan saat ini kita sudah memasukan konfigurasi bisnis yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," tutur Bambang.

Dijelaskannya, pada tahun 2018 tercatat USD12,17 miliar disumbangkan sebagai devisa negara dari aktivitas perdagangan sektor hasil hutan.

"Angka ini merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dan merupakan wujud keberhasilan pemerintah serta para stakeholder sektor LHK yang telah melakukan langkah-langkah koreksi (Corrective Actions) untuk perbaikan pengelolaan sektor LHK," lanjutnya.

Selain ingin membangkitkan keoptimisan dalam industri sektor LHK, Bambang juga menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen dalam mengedepankan akses masyarakat untuk memanfaatkan hutan melalui Perhutanan Sosial.

"Berbagai langkah korektif telah dilakukan Pemerintah seperti moratorium pembukaan izin baru, mendorong kerjasama hutan sosial serta membangun konfigurasi bisnis baru. Keterkaitan dengan pameran ini adalah bagaimana konfigurasi bisnis baru bisa terlaksana," Bambang menambahkan.

Hingga tanggal 1 April 2019, realisasi Perhutanan Sosial telah tercatat seluas 2,61 juta Ha bagi 656.569 KK, dalam 5.572 Kelompok Tani pada 314 Kabupaten. Sementara di Provinsi Sulawesi Selatan sendiri, realisasi Perhutanan Sosial telah tercatat seluas 86.686,04 Ha bagi 41.443 KK dalam 505 kelompok. []

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co