News

Iduladha 1442H, Pesan Menag: Jaga Kesehatan di Tengah Pandemi!

“Tetap berada di rumah menjadi bagian ikhtiar kita bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.


Iduladha 1442H, Pesan Menag: Jaga Kesehatan di Tengah Pandemi!
Deretan potret Menag Yaqut Cholil Qoumas di berbagai kegiatan (Instagram/gusyaqut)

AKURAT.CO, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan ucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1442H kepada seluruh umat Islam di Tanah Air.

Menurut Menag, Iduladha mengingatkannya pada pesan penting Rasulullah SAW saat menyampaikan khutbah wukuf pada Haji Wada’, 14 Abad silam. Pesan itu sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Wahai manusia sesungguhnya darahmu, hartamu, dan harga dirimu terjaga dan termuliakan. Tidak boleh ditumpahkan darahnya, tidak boleh diambil hartanya, tidak boleh dirusak harga dirinya. Sebagaimana mulianya hari Arafah, sebagaimana mulianya bulan Zulhijjah, sebagaimana mulianya al Haramain," kata Menag sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis pada Selasa (20/7/2021).

Kata Menag, pesan Arafah ini sangat jelas bahwa menunjukkan Islam sangat menjunjung nilai kemanusiaan. Atas alasan kemanusiaan juga, pemerintah tahun ini kembali memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji, menjaga jiwa dan keselamatan mereka di tengah pandemi Covid-19.

Atas alasan kemanusiaan juga, Pemerintah terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Iduladha 1442 H, karena angka positif harian Covid-19 masih meningkat. 

“Mari junjung nilai kemanusiaan, jaga kesehatan di tengah pandemi,” pesannya.

Menag juga berpesan untuk tetap berada di rumah untuk menekan angka Covid-19 di tengah pandemi.

“Tetap berada di rumah menjadi bagian ikhtiar kita bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Menag mengajak umat Islam manfaatkan momentum Iduladha untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir dan tahmid, bersyukur atas segala nikmat.  

Gus Menteri -sapaan akrabnya- juga mengajak umat menjadikan Iduladha di masa pandemi ini untuk "wukuf", merenung keberadaannya sebagai makhluk kecil dan lemah. 

“Tidak sepantasnya kita sombong dan menyombongkan diri. Tetap berikhtiar mengatasi pandemi lalu bertawakkal. Jauhkan segala sifat caci maki dan saling menyalahkan. Mari bergandengan tangan, berupaya lahir dan batin agar pandemi ini bisa segera berakhir,” tuturnya.

"Mari optimalkan beribadah di rumah dan ber-Iduladha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Allahu Akbar 3x. Laa ilaaha illaahu wallahu akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd," tutupnya.[]