News

IDI Tolak RUU Kesehatan, Baleg DPR: Kami Sangat Terbuka Diberi Masukan

IDI Tolak RUU Kesehatan, Baleg DPR: Kami Sangat Terbuka Diberi Masukan
Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus saat menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO RUU omnibus law Kesehatan terus menuai penolakan di berbagai daerah, terutama dari organisasi profesi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dianggap tidak transparan. 

DPR sebagai pengusul siap mempertimbangkan kelanjutan pembahasan RUU tersebut.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Guspardi Gaus mengatakan, pihaknya telah mendengar aspirasi dari berbagai pihak terkait RUU Kesehatan. Untuk itu, Baleg akan meminta masukan dan pendapat dari para ahli.

baca juga:

"Meminta masukan dan pendapat dari para ahli dan asosiasi profesi serta kelompok masyarakat terkait RUU Kesehatan," ungkap Guspardi dalam keterangan tertulis, Senin (5/12/2022).

Ia sependapat RUU harus disusun dengan sangat hati-hati. Para stakeholder kesehatan perlu memberikan masukan dan bersinergi agar tuntutan mereka benar-benar bisa didengar pemerintah.

Untuk diketahui pula, RUU Kesehatan sudah masuk program legislasi nasional (prolegnas). 

"Soal siapa yang mengusulkan RUU Kesehatan, pengusulan untuk masuk prolegnas merupakan hal teknis. DPR akan melihat mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang tidak perlu. Jadi, jangan apriori dulu dengan RUU Kesehatan," ucap politisi PAN itu.

Lebih lanjut Guspardi menegaskan, tujuan RUU Kesehatan adalah menata sistem kesehatan nasional di Indonesia agar lebih baik. Misalnya, terkait tenaga kesehatan dan ketersediaan obat. 

”Kami sangat transparan dan terbuka diberi masukan,” tegasnya.

Dia berharap, masukan dan saran dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga, wacana yang berkembang dapat dipertanggungjawabkan secara moril dan akademik.

"Kalaupun  ada penolakan dari publik silakan disampaikan dengan argumen yang rasional. In Syaa Allah akan kita kaji bersama," pungkasnya.[]