News

Identitas Mayat Bugil Bertato Salib dengan Kaki Terikat Masih Misterius


Identitas Mayat Bugil Bertato Salib dengan Kaki Terikat Masih Misterius
Ilustrasi - Jenazah (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  Identitas mayat pria tanpa busana yang ditemukan di area bekas galian, samping showroom Isuzu, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (23/6/2019), pukul 01.00 WITA, lalu, hingga kini belum terungkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Ajun Komisaris Besar Indraatmoko mengatakan yang membuat polisi kesulitan mengungkap identitas mayat tersebut karena sidik jarinya sudah tidak terbaca lewat alat database.

"Kesulitannya identitas tidak ada di database. Kalau sidik jari dimasukkan ke database inafis itu, nggak keluar katanya. Jadi korban ini kayaknya belum pernah rekam data e-KTP," kata Indraatmoko di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, hari ini.

Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi penemuan juga tidak ada yang mengenali.

"Kan kita modalnya cuma itu, tahi lalat di sini sama tato salib itu, sama sidik jari. Terus sama foto gigi kita belum ada pembanding," kata dia.

Indraatmoko menjelaskan dalam penanganan kasus ini, polisi sempat menduga pria itu bernama Agung. Agung dalam beberapa bulan terakhir dicari keluarganya.

"Ternyata setelah kita ini, baru dia datang menghubungi keluarganya melalui videocall. Sehingga terbantahkan bahwa yang bersangkutan adalah korban. Jadi masih misterius," kata dia.

Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dokter Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Namun, apabila petugas masih mendapat jalan buntu untuk mengungkap identitas korban, ia pun akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar mayat tersebut segera dikuburkan sebagai mr. X.

"Jenazah masih di Rumah Sakit Bhayangkara, kita udah ambil sampel DNA dan sampel-sampel lain yang diperlukan untuk identifikasi nanti," kata dia.

Jenazah bertato salib tanpa busana dengan kaki terikat itu pertamakali ditemukan Sahar (22) -- operator pembantu Densiban 1 Kota Makassar.

Ketika itu, Sahar melakukan pengerukan tanah timbunan yang dilakukan oleh Densiban 1 Makasaar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sedalam 1,5 meter. Dia kaget bukan main begitu melihat apa yang baru saja ditemukan.

Nah, dari situ, polisi curiga ini bukan kasus biasa. Apalagi, tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengidentifikasi luka benda tajam.

"Ada dua titik, pertama di bawah ketiak dan di sekitar punggung. Indikasi awal luka tersebut dikarenakan benda tajam. Sehingga kami asumsikan patut dicurigai kalau penemuan mayat ini bukan penemuan mayat biasa. Jadi kita lakukan penelusuran kembali untuk mencari tahu apa penyebab meninggalnya korban tersebut," kata Kepala Kepolisian Sektor Panakukang Komisaris Polisi Ananda Fauzi Harahap. []