News

Ide Anies Baswedan Naikkan Tarif Parkir Rp60 Ribu/jam Dibombardir Kritikan

Adaapun  tarif parkir itu sebesar  Rp60 per jam untuk kendaraan roda empat dan untuk sepeda motor berkisar dari Rp12 ribu hingga  Rp20 ribu per jam.


Ide Anies Baswedan Naikkan Tarif Parkir Rp60 Ribu/jam Dibombardir Kritikan
Kendaraan roda empat memasuki parkiran di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Sabtu (30/9). Untuk mengurangi kemacetan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif parkir kendaraan roda empat sebesar 10 persen dari tarif sebelumnya. (Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan setempat melakukan uji coba penerapan tarif parkir baru di Ibu Kota, adapun tarif parkir sebesar Rp60 ribu per jam untuk kendaraan roda empat dan untuk sepeda motor berkisar dari Rp12 ribu hingga Rp20 ribu per jam.

Uji coba dilakukan di sejumlah tempat, diantaranya adalah lapangan parkir Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) Monas, pelataran parkir Blok M Square, pelataran parkir Samsat Barat, Plaza Interkon, Park and Ride Kalideres, Pasar Mayestik, ruas Jalan Mangga Besar, ruas Jalan Denpasar Raya, ruas Jalan Boulevard Raya.

Meski wacana ini baru mencuat, namun ide menaikan tarif parkir langsung dibombardir kritik dari sejumlah  anggota DPRD DKI Jakarta, salah satunya datang dari politisi PDIP Gilbert Simanjuntak, dia menilai kenaikan tarif parkir itu bukan solusi yang  tepat untuk mendorong masyarakat beralih  ke angkutan massal sebab angkutan umum  di Jakarta dinilai masih belum memadai, bahkan program angkutan  terintegrasi lewat Jaklingko yang diusung Gubernur Anies Basewdan hingga sekarang masih terbengkalai

"Jumlah alat transportasi publik juga belum memadai baik dari jumlah/frekuensi dan jangkauan/trayek dan integrasi antar moda (single ticket) atau dikenal dengan Jak-lingko juga jauh dari target. Seharusnya transportasi publik yang lebih dulu diperbaiki, bukan tarif parkir yang digunakan sebagai instrumen mendorong masyarakat menggunakannya dalam kondisi sekarang," kata Gilbert ketika dikonfirmasi AKURAT,CO, Kamis (24/6/2021).

Gilbert melanjutkan, saat sekarang juga bukan waktu yang tepat untuk menerapkan uji coba tarif parkir ini, sebab jika masyarakat beralih ke angkutan umum justru berbahaya karena dapat  meningkatkan penyebaran COVID0-19 yang  saat ini sedang  menggila.

"Masalahnya mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik saat ini berisiko meningkatkan penularan COVID-19, dan data BNPB/Satgas COVID-19 tahun lalu sebagian besar pasien yang dirawat adalah pengguna kendaraan umum," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, alasan pihaknya menaikkan tarif parkir ini karena menyesuaikan dengan tarif parkir yang berlaku di belahan dunia lain, tujuan utama dari program itu adalah mengajak warga beralih dari angkutan pribadi ke angkutan massal.

"Alasan kenaikan, karena tarif parkir terus meningkat di seluruh dunia seiring dengan pendapatan, kemampuan, seiring dengan kemacetan. Salah satunya kita upayakan supaya orang pindah ke transportasi publik," kata Ariza.

Ariza mengatakan kenaikan tarif parkir di DKI Jakarta sangat membantu mengurangi kemacetan, hal ini juga dapat berimbas pada lingkungan yang baik dari pencemaran udara.