image
Login / Sign Up

Remy Sylado: Tulis Dulu, Teori Belakangan

Herman Syahara

Image

Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO, Tubuhnya tegap. Vokalnya bulat dan lantang. Ilmu bahasa dan sastranya dalam. Pengalamannya luas. Gaya bicaranya ceplas-ceplos dan kritis.

Ciri-ciri ini nampaknya masih melekat erat dalam sosok  Yopie Panda Abdiel Tambayong yang populer dipanggil  dengan nama pena Remy Sylado.

Ya, pria kelahiran 21 Juli 1945 atau kini berusia 72 tahun, itu masih garang di panggung diskusi. Berbanding terbalik dengan usianya, Remy masih fasih berbicara dan tangkas menjawab pertanyaan audiensnya. Apalagi kalau yang persoalkan itu adalah mengenai dunia kesusastraan, bahasa, teater, dan jurnalistik.

baca juga:

Penampilannya pun selalu menjadi  pusat perhatian. Kalau tidak sedang mengenakan busana warna yang "ramai" dan mencolok,  dia memakai baju stelan putih-putih mulai dari topi, kemeja, celana, sepatu, sampai batu alam yang bertengger di cincin emas yang melingkar di hampir  semua jarinya, juga  berwarna putih.

Penampakan ini terjadi ketika dia menjadi pembicara utama di sebuah acara peluncuran antologi puisi yang dibuat oleh sejumlah wartawan di Gedung Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat, pada suatu hari pertengahan Desember saat  sejumlah wilayah di Jakarta lainnya tergenang banjir akibat hujan deras dan angin kencang.

Duduk di antara pembicara lain yang usianya mungkin sepantaran "anak atau cucunya", Remy bicara banyak hal yang memukau 50-an tamu undangan.

Remy mengapresiasi antologi puisi yang memuat karya 15 orang jurnalis-penyair itu sebagai  penerus generasi  pekerja pers pendahulu yang memiliiki sumbangan besar  bagi pengembangan  bahasa Melayu menjadi bahasa  Indonesia.

"Dengan menyimak dan menikmati puisi-puisi para jurnalis-penyair ini, maunya saya sekedar mengingatkan kepada kita semua, bahwa tidaklah boleh disangkal, garda depan bahasa kebangsaan Indonesia, yang dulu sebelum 28 Oktober 1928 disebut Bahas Melayu, adalah karuan merupakan jasa pers paling otentik yang tersedia data-datanya, " kata Remy, seperti disebut dalam  pengantar di buku itu.

Memang, bukan Remy Silado kalau bicara tanpa data. Dia bercercerita fasih tentang peran media massa pada pertengahan abad 19, ketika banyak  media pers masih  menggunakan bahasa Melayu tulis latin yang diterbitkan secara berkala oleh orang Belanda dan dilanjutkan orang Cina di kota-kota besar Batavia, Semarang, Surabaya, Solo dan Menado.

Bahasa Melayu  tulis latin itu, menurut Remy,  merupakan pengetahuan baru yang pengajarannya di Indonesia dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka "dakwah" atau, dalam bahasa Remy: "Berhubungan dengan  inkulturasi dalam melaksanakan eksegesis filologis atas ayat terakhir Injil Sinoptik, Matius 28.19, berbunyi 'Jadikanlah tiap bangsa Muridku dan baptiskan mereka dengan nama Bapak, Putra, dan Roh Kudus,"papar penulis skenario Ca Bau Kan yang diangkat ke layar film dari novelnya dalam judul yang sama.

Pada hemat Rwmy, dari sinilah kemudian bahasa Melayu tulis latin dalam tindak pengajaran dan pendidikan yang meliputi ketatabahasaan dan kajian kesastraannya, secara aktif dilaksanakan oleh orang-orang Belanda dalam masa panjang penjajahan dan  mengganti tulisan Arab gundul yang sebelumnya dikenal dalam kesastraan Melayu di Riau secara khusus dan di Minangkabau dan Aceh secara umum.

"Dengan mengingatkan sejarah di atas, segera kita bisa, dan mesti, menjawab dengan berani terhadap tuduhan ngawur pihak Malaysia yang gencar dalam lima tahun terakhir ini gencar mengatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bajakan dari bahasa Malaysia," tegas mantan wartawan Tempo dan pendiri majalah musik Aktuil ikonik pada tahun '70-an.

Editor: Islahuddin

berita terkait

Image

News

So Sweet, Fadli Zon Bikinkan Puisi Cinta Khusus Buat Neno Warisman

Image

News

Puisi Ibu Ala Sukmawati Dianggap Tak Melanggar, Polisi Terbitkan SP3

Image

Hiburan

Ramadan 1439 H

'Ramadan Telah Pergi'

Image

News

Denny JA: Semakin Banyak Pemimpin yang Membaca Puisi Semakin Bagus

Image

Hiburan

Soal Lomba Puisi Berhadiah Serbet, Dindikbud Banten Minta Maaf

Image

Hiburan

Hardiknas

Lucu, Lomba Baca Puisi di Banten Berhadiah Serbet

Image

Hiburan

Perayaan 25 Tahun Komunitas Negeri Poci, Walikota Tegal dan Penyair Baca Puisi

Image

Hiburan

Apresiasi Sastra, Aceh Gelar Pentas Puisi Maestro

Image

Hiburan

Ciptakan Puisi Tuk Fahmi Idris, Yeni Fatmawati : Dapat Jadi Terapi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

Koil Persiapkan Lima Lagu di Hammersonic Festival 2018

Tidak hanya band baru, band-band lawas juga tampil di Hammersonic 2018. Salah satunya adalah band asal Bandung, Koil.

Image
Hiburan

Hammersonic 2018 Dipenuhi Audience Mancanegara

Hammersonic adalah wadah para musisi cadas dari seluruh dunia, khususnya Asia Tenggara.

Image
Hiburan

Curhat Sulit Ketemu Anak, Haykal Kamil Malah Dibilang Kembaran Khawla

Menjadi ayah tidak membuat Haykal Kamil punya bayak waktu bersama anak. Justru kini ia semakin sibuk dengan pekerjaan.

Image
Hiburan

Titi Kamal Tak Bisa Tinggalkan Kedua Buah Hatinya, Kenapa?

Titi Kamal punya kesibukan yang cukup padat. Tapi ia mengaku tidak bisa meninggalkan anak-anak dalam waktu lama.

Image
Hiburan

Jenguk Langsung Ke Singapura, Begini Cara Sarwendah Beri Dukungan Ke Denada

Sarwendah tunjukkan empati sebagai sesama ibu. Ia tetap memberi dukungan kepada sahabatnya, Denada.

Image
Hiburan
KOREA

Dasom ex. Sistar Ungkap Cintanya pada Dunia Akting

Tujuh tahun populer sebagai penyanyi, Dasom ex. Sistar kini lebih mencintai dunia seni peran. Keseriusannya itu pun berbuah penghargaan.

Image
Hiburan

Jaga Tubuh Tetap Sehat, Iqbaal Ramadhan Rutin Konsumsi Air Mineral

Pola hidup sehat Iqbaal Ramadhan justru didapat dari gaya hidup tidak sehatnya.

Image
Hiburan

Reese Witherspoon dan Ryan Phillippe Balikan?

Reese Witherspoon dan mantan suaminya, Ryan Phillippe kembali terlihat bersama.

Image
Hiburan

Anak Denada Idap Leukimia, Sarwendah Ceritakan Kondisi Fisiknya

Sarwendah ikut terbang ke Singapura demi menjenguk dan memberikan dukungan untuk Denada.

Image
Hiburan

Pernikahan Eza Gionino Hanya Dihadiri Sang Ayah

Pernikahan Eza sendiri tidak mendapat restu dari sang ibunda.

trending topics

terpopuler

  1. Iis Dahlia: Netizen Levelnya di Bawah Tuhan, di Atas Malaikat

  2. Gaya Berkendara Bapak Ini Bikin Gagal Paham

  3. Hantaman Ombak Ke Batu Karang Ini Bentuknya Unik, Warganet Heboh

  4. Ulang Tahun ke-4, Putra Jessica Iskandar Dapat Hadiah Kolam Renang

  5. Eza Gionino Resmi Menikah Tanpa Kantongi Restu Ibu

  6. Pernikahan Eza Gionino Hanya Dihadiri Sang Ayah

  7. Begini Tanggapan Ali Syakieb Tanggapi Rumor Pernikahan dengan Citra Kirana

  8. Curhat Sulit Ketemu Anak, Haykal Kamil Malah Dibilang Kembaran Khawla

  9. Ali Syakieb Kode Ajak Nikah, Citra Kirana Enggan Menjawab

  10. Anak Denada Idap Leukimia, Sarwendah Ceritakan Kondisi Fisiknya

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Herman Syahara

Pentas 'Gemintang' Teater Koma, Bukti Terujinya Manajemen Kesenian Nano dan Ratna

Image
Herman Syahara

Harry Moekti, Rocker yang Tak Menemukan Kebahagiaan di Puncak Popularitas dan Kekayaan

Image
Herman Syahara

Kenangan Lawas Sehari Bersama Harry Moekti di Kawasan Blok M

Image
Erizky Bagus Zuhair

Mengkritik Hingga Dilarang ke Rusia, Apa Alasan Robbie Williams Jadi Pembuka Piala Dunia 2018?

Wawancara

Image
Hiburan

Putu Wijaya: Kesenian di Negeri Kita Masih Menjadi Pengemis

Image
Hiburan

Apa Kabar Mereka?

Sayuti OB Akui Banyak Tayangan Alay Tak Mendidik Anak

Image
Hiburan

Apa Kabar Mereka?

Soal Popularitas Instan, Sayuti OB: Sudah Zamannya

Sosok

Image
Hiburan

Begini Kisah Menegangkan Kartunis GM Sudarta di Masa Orde Baru

Image
Hiburan

Piala Dunia Rusia 2018

Misi Utama Model Victoria Lopyreva Sebagai Duta Piala Dunia 2018

Image
Hiburan

Capres Sam Aliano Kirim Pesan Cinta untuk Lionel Messi, Ada Apa?