image
Login / Sign Up

Batik Pekalongan yang Banyak Coletan

Rizal Mahmuddhin

Batik Warisan Nusantara

Image

Rina Harni, Perajin batik yang turut meramaikan Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang digelar di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017. | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Turut meramaikan ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017, Rina Harni membawa serta ratusan motif batik asal daerahnya, Pekalongan.

Sebegitu banyak model yang telah terlahir, membuat batik Pekalongan memiliki motif dan corak teramat beragam hingga tak ada yang benar-benar serupa antara satu dengan lainnya.

Wanita 40 tahun itu menuturkan, ciri Kekhasan batik daerahnya dipengaruhi oleh berbagai bangsa seperti Tiongkok, Arab, Asia, dan Melayu. Serta tak terlepas dari masa pendudukan Belanda dan Jepang pada zaman lampau sehingga mewarnai dinamika desain dan pola serta tata warna seni batik di Pekalongan.

baca juga:

"Yang mencirikan (batik) khas Pekalongan itu dari warnanya. Kalau Solo-Jogja itu kan coklat, biru-putih, tapi kalau batik Pekalongan itu banyak coletan. Ada birunya, ada merahnya, kuningnya, ada hijaunya, karena kan motif pesisir ya, macem-macem, mirip-mirip Cirebon tapi Pekalongan sendiri ada unsur Chinesenya, ada unsur Cirebonan juga," katanya saat disambangi tim AKURAT.CO, akhir pekan kemarin.

Ia menambahkan, batik dari daerahnya juga biasanya didominasi motif buketan. Kekhasan batik yang kebanyakan dibuat oleh masyarakat pesisir utara pulau Jawa itu kian kentara lantaran dalam sehelai kain batik Pekalongan bisa memiliki 8 corak warna yang berani, dengan kombinasi yang dinamis.

Terkait proses pembuatan, dalam sekali produksi batik Pekalongan biasa dikerjakan secara bersama-sama. Selain lebih efesien, hal itu disiasati Rina agar proses pengerjaannya bisa lebih efektif.

"Proses pembuatan tergantung mas, kalau sarung selendang bapak ibu bisa sampai setahun. Kalau misalnya untuk kemeja pola itu bisa 4 sampai 6 bulan, karena ini kan batik tulis ya... Kalau batik cap sih paling sebulan setengah bulan cukup. Makannya kita ngerjainnya juga sama-sama biasanya," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam upaya menekan biaya produksi dan demi memanfaatkan bahan baku yang tak terpakai lagi, dirinya kerap menggunakan bekas malam atau lilin yang tersisa dalam proses mencanting, sebagai salah satu bahan pewarna batik miliknya.

Adapun soal harga jual, perajin dan pengusaha yang juga memiliki kantor dan toko berbendera Harni Batik di daerah BSD Serpong tersebut biasa membanderol produknya dengan harga Rp300 ribuan untuk batik cap. Sementara untuk batik tulis bisa berkisar di antara Rp4 hingga Rp20 jutaan.

Dirinya beralasan, bukan saja memiliki motif rumit dan memerlukan waktu yang lama dalam proses pembuatan, harga batiknya bisa mencapai puluhan juta rupiah disebabkan karena kain yang digunakan dalam produksi memakai bahan sutra kualitas premium.

Saat ini, tak hanya terjaja di pasar dalam negeri, penjualan Harni Batik juga sudah merambah pasar ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang.

"Kalau batik yang lukis, bukan batik tulis lho mas, tapi yang lukis, pernah juga sampai ke Spanyol," tuturnya.

Disinggung terkait kendala yang ditemui sepanjang berkutat dalam melanggengkan usaha batiknya, ia mengungkapkan kerap terganjal soal bahan baku. Belakangan ini kain sutra yang diimpornya dari China kian sulit ditemukan dan quantitinya semakin mengalami penurunan yang tajam.

Hambatan berikutnya, yakni terkait permodalan yang sulit untuk didapat. Dikatakan Rina, syarat perbankan yang hanya mau menerima jaminan rumah atau bangunan dan tak bisa menjaminkan tanah saja dalam mengajukan pinjaman dirasa cukup memberatkan. Selain itu bunga yang dipatok masih terbilang sangat tinggi, yakni mencapai 9 persen.

Pada kesempatan itu ia menuturkan, kendati banyak perusahaan yang saat ini gencar memberi bantuan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, tapi ia berharap pemerintah bisa turut serta dalam menggenjot industri batik dalam pemasarannya.

Ia juga menekankan, agar pemerintah mulai fokus memperhatikan produksi batik asli lokal, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memangkas peredaran batik printing yang amat merugikan para perajin batik tulis dan cap.

"Harapannya batik tulis dan cap ini lebih diperhatikan, mengurangi banyaknya batik print, dimulai dari pemerintah. Pemerintah kalau bikin seragam jangan batik print mulu. Mereka heboh-heboh genjot batik cap tapi mereka sendiri pakai batik print. Terus, batik print yang (impor) dari China itu mulai bisa di cut," tandas Rina kemudian.[]

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Kenalkan Batik Lewat Jam Tangan, Pandji Pragiwaksono Kolaborasi dengan Wishwatch

Image

Gaya Hidup

Ulos Batak Sebentar Lagi Sama dengan Batik

Image

Ekonomi

Dua Perusahaan Indonesia Unjuk Gigi di Yunani

Image

News

Kemarau Berkepanjangan, Delapan Desa di Pekalongan Jawa Tengah Kesulitan Air Bersih

Image

Ekonomi

Rupiah Turun, Perajin Batik Cirebon Malah Untung

Image

Ekonomi

Menguatnya USD Angin Segar Bagi Pebisnis Batik Pekalongan

Image

Ekonomi

Batik Bantul Meningkat Pasca Penetapan UNESCO

Image

Ekonomi

Filosofi Menteri Jonan Kenakan Batik Lengan Pendek Buka IIGCE

Image

Hiburan

Pelajari Sosio Budaya Tuk Tentukan Desain Motif, Batik Tulis Kustom Tembus Pasar Dunia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Integrasi Transaksi Tol JORR Berlaku Efektif 29 September 2018

Transaksi tol pasca integrasi akan menjadi sistem transaksi terbuka dimana pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi

Image
Ekonomi

IHSG Masih Berkutat di Zona Negatif

Indeks LQ45 turun 1,30 poin atau 0,1% menjadi 926,70.

Image
Ekonomi

Saham Wall Street Berakhir Makin Berwarna

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 181,45 poin atau 0,68 persen, menjadi ditutup di 26.562,05 poin

Image
Ekonomi

Harga Logam Mulia Mulai Mengkilap

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 3,1 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi ditutup pada 1.204,4 dolar AS per ounce.

Image
Ekonomi

Bamsoet Harap Perguruan Tinggi Cetak Banyak Pengusaha Muda

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap perguruan tinggi mampu mencetak banyak pengusaha muda yang unggul dan berjiwa sosial.

Image
Ekonomi

Laju Dolar AS Berakhir Melemah Tipis

Indeks dolar AS turun 0,04 persen menjadi 94,1870 pada akhir perdagangan.

Image
Ekonomi

Rupiah Jegal Pasar Obligasi

Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung kembali melanjutkan penurunan dimanfaatkan obligasi dalam negeri.

Image
Ekonomi

Pelaku Pasar Tahan Diri, Bursa Dunia Lunglai

Pelaku pasar pada bursa saham yang buka cenderung menahan diri maupun melepas posisi untuk antisipasi berbagai sentimen yang muncul.

Image
Ekonomi

USD Tertahan, Rupiah Tak Mampu Ambil Kesempatan

Adanya komentar positif dari Menkeu Sri Mulyani dalam hal penanganan utang tampaknya kurang kuat mengangkat Rupiah.

Image
Ekonomi

IHSG Rawan Melemah Berkelanjutan

Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Mantan Dirut Pertamina Menangis saat Dijebloskan Penjara

  2. Tajir Melintir, Kubu Jokowi Pertanyakan Laporan Awal Prabowo-Sandi hanya Rp2 Miliar

  3. Jakmania Dikeroyok sampai Mati, Menpora Tak Tinggal Diam Ada Remaja Jadi Korban Cuma karena Sepakbola

  4. Sebelum Tewas, Ini Pesan Terakhir Haringga kepada The Jakmania

  5. Usai Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati Masih Ribut Nyari yang Benar dan Salah, Duh Gusti

  6. Habiburokhman Pamer Foto: Bersama Duo Seniman Paling Top Abad Ini Ahmad Dhani dan Sang Alang

  7. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Denny: Apa Pelakunya Keseringan Lihat ISIS Menggorok Manusia?

  8. Mustofa: Jangan Mau Digiring ke Isu Potong Bebek atau Isu Ahok

  9. Ferdinand Vs Netter Bikin Ngakak: Saya Lebih Suka Bicara Sama Batu daripada Sama Lu

  10. Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dicurigai Fadli Zon, Johnny Plate: Urus Saja, Urusan Sendiri

Available

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Available

kolom

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!

Image
Ekonomi

Rekam Jejak Karen, Mantan Dirut Pertamina yang Jadi Tahanan Kejagung

Image
Olahraga

Suporter Meninggal

Tak Hanya Bandung, Ini Kota yang Pernah Disinggahi Haringga demi Dukung Persija