breaking news: Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

image
Login / Sign Up

Walk Out Ananda di Acara Kolese Kanisius dan sikap Franz Magnis Suseno

Muslimin

Image

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat Berpidato dalam acara peringatan 90 Tahun Kolese Kanisius | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Insiden Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Pesta Raya dan peringatan 90 tahun lembaga pendidikan Kolese Kanisius di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu malam (11/11), menjadi perbincangan hangat.

Pada kesempatan itu Anies pun diberi kesempatan untuk berpidato, namun sayangnya, saat dia memberikan pidato Ananda Sukarlan walk out dan diikuti oleh sejumlah alumni lainnya.

Anehnya, setelah memberikan pidato Anies pun disambut dengan dingin oleh hadirin yang tinggal, lalu dia pun meninggalkan tempat. Hadirin yang tadinya walk out pun memasuki ruangan kembali.

baca juga:

Ananda diketahui orang pertama yang keluar ruangan saat pidato Anies mengaku tak sejalan dengan nilai-nilai integritas Anies Baswedan. Karenanya, dia keluar dan tindak mendengarkan pidato orang nomor 1 di Jakarta itu.

"Walaupun Anda (panitia penyelenggara) mungkin harus mengundangnya (Anies Baswedan) karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya", katanya dalam pesan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Senin (13/10).

Insiden Walk out Ananda tersebut menimbulkan pro dan kontra. Budayawan Erros Djarot merasa sedih dengan aksi walk out sejumlah Alumni Kolese Kanisius.

Menurut Erros, apa yang dilakukan Oleh Pianis Ananda Sukarlan tersebut tidak tepat. Ia mengatakan bahwa yang dilkukan Ananda Sukarlan itu tidak mencerminkan pada perilaku dan ajaran Jesus Kristus sang penebar kasih, penebar damai, dan sang pemaaf.

Isu sudah bergulir dipublik. Semua orang membicarakan aksi walk out Ananda tersebut. Namun, dibalik keguduhan tersebut, alangkah baiknya menyimak pesan dari Franz Magnis Suseno, yang juga menerima penghargaan dari Kanisius.

Franz Magnis-Suseno :

Teman-teman, Sabtu kemarin jam 21.30 saya masuk ruang di Jakarta-Expo Kemayoran, acara 100 tahun Kolese Kanisius. Saya minta perlu datang pas malam-malam karena belum merasa fit.

Ruang besar gelap, ada ratusan (seribu lebih?) orang, saya diduduki di baris pertama, di samping Pak Sarwono Kusumaatmadja. Acara masih musik/nyanyi-nyanyi. Kemudian lima orang satu-satu diminta ke panggung, menerima penghargaan, termasuk saya (saya terharu, tetapi sampai sekarang belum paham di mana jasa saya). Masih sebelum acara selesai saya minta diantar pulang karena capai.

Nah, sekarang saya baru tahu ada "kejadian Anies". Berhubung saya, secara tak langsung, terlibat, saya mau memberi pendapat saya.

Pertama, saya anggap sangat tepat Panitia Perayaan mengundang Gubernur DKI dan senang bahwa Gubernur memang datang. Wajar itu pada perayaan 100 tahun sebuah sekolah ternama di ibu kota.

Kedua. Namun apa yang terjadi kemudian - bukan salah Panitia! - menurut saya memalukan dan sangat saya sesalkan. Yaitu, begitu Gubernur bicara, sebagian besar hadirin, mengikuti Bpk Ananda Sukarln, meninggalkan ruang. Andaikata Gubernur mengatakan sesuatu yang tidak senonoh/jahat/menghina, walkout dapat dibenarkan.

Tetapi walk out kemarin menunjukkan permusuhan terhadap pribadi Gubernur merupakan suatu penghinaan publik. Kok bisa? Di negara mana pun, di luar pertemuan politik, hal itu jarang terjadi. Saya kutip Sdr. Abdillah Toha: apakah, dengan kejadian ini diviralkan, "justru tidak menjadi counter productive dan akan mempertajam permusuhan di negeri yang sudah rentan intoleransi itu?"

Ketiga: Anies adalah Gubernur sah DKI, dipilih secara demokratis oleh suatu mayoritas meyakinkan. Politisi mana di dunia yang dapat diterima kalau ukuran seperti yang dipasang terhadap Anies diterapkan pada mereka? Betul, ucapan hal "pribumi" pantas ditegur - dan sudah banyak ditegur, - tetapi gubernur macam apa Anies nanti, harus ditunggu dulu. Amat disayangkan bahwa sebagian peserta menggunakan kesempatan seratus tahun Kanisius untuk menunjukkan permusuhan terhadap Gubernur DKI.

Keempat, masih hal Anies: Bukankah sikap yang benar adalah: beri dia kesempatan untuk membuktikan diri? Kita Katolik tidak bisa memilih negara di mana kita hidup. 57 persen pemilih Jakarta memilih Anies. Umpamanya Habib Rizieq Syihab dipilih gubernur, kita juga harus dapat hidup dengan beliau. Kolese Kanisius harus menjalankan misinya dengan pemerintaan DKI mana saja, dan saya perkirakan bahwa justru karena itu Panitia mengundang Pak Anies.

Kelima. Sdr. Ananda Sukarlan berhak menolak Anies. Sebagai seorang Muslim ia tidak perlu dicurigai bersikap sektarian. Namun saya tetap tidak dapat menyetujui kelakuannya. Tamu harus dihormati, tamu datang karena diundang panitia, maka semua  yang ikut undangan panitia, harus menghormati tamu pun pula kalau secara pribadi tidak menyetujuinya. Silahkan panitia dikritik. Tetapi menginisiasikan suatu demonstrasi penghinaan terbuka terhadap Gubernur DKI saya anggap penyalahgunaan kesempatan.

Kelima. Rupa-rupanya - saya tidak mendapat teksnya - Sdr. Ananda juga mengritik bahwa Romo Provinsial Sunu Hardiyanta "basa-basi" saja. Kalau yang dimaksud bahwa Romo Provinsial tidak mengambil sikap politis terhadap Anies dan macam-macam kecenderungan primordial, melainkan "hanya" menghargai apa yang sudah dilakukan Kanisius serta mengharapkan bahwa Kanisius terus meningkatkan kualitasnya dan terus menghasilkan manusia-manusia Indonesia bermutu: Itu bukan basa-basi, itu yang saya harapkan provinsial mengatakannya. Kanisius diharapkan menjalankan misinya di masa depan juga kalau, barangkali, situasi menjadi lebih sulit. Kiranya justru tepat yang dikatakan Romo Provinsial.

Akhirnya, semoga Kanisius bisa maju terus, dan terus diterima baik oleh masyarakat Jakarta

Franz Magnis-Suseno SJ.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Jokowi Tak Mungkin Marah Gara-gara Tiang Bambu Bekas Buat Pasang Bendera

Image

News

Denny: Dulu Zaman Ahok, Merokok di Kafe Mal Dilarang Keras, Sekarang?

Image

News

Sebulan Jelang Asian Games, Ojol Kuasai Kawasan GBK

Image

News

Mau Tau Seberapa Dekatnya Steffy Burase Dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf?

Image

News

Soal Perombakan SKPD, Denny Siregar Sindir Anies dengan Guyonan

Image

News

Polemik Perombakan SKPD, Anies: Jangan Didramatisasi

Image

News

Karang Taruna Diyakini Dapat Cegah Bertambahnya Anak Jalanan di Jakarta

Image

News

Selamat Yah, Akhirnya, Komisioner KIP Aceh Dilantik

Image

News

Sindir Anies, Tiang Bendera Pakai Bambu, Denny: Mungkin Belanda Mau Kembali Menyerang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

SK Lahan Eks HGU Dibatalkan Atas Perintah Kejagung

Hal ini dipaparkan oleh Direktur Utama PTPN II Teten Jaka, hanya saja ia lupa siapa nama penyidik Kejagung yang memerintahkannya

Image
News

Polisi Dalami Kasus Pelemparan Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera

Pendalaman dilakukan dengan olah TKP untuk mengetahui dari mana bom molotov dilempar, kemudian bahan yang digunakan

Image
News

Begini Penampakan Ombak Besar di Pantai Selatan Jogja, Ngeri

Ombak besar menerjang karang di Pantai Krakal, Gunung Kidul Yogyakarta, Kamis (19/7).

Image
News

3 WNI yang Tertangkap di Malaysia Diduga Terafiliasi ISIS

Ketiganya memang sudah masuk pantauan otoritas Malaysia sebelum akhirnya ditangkap

Image
News

Fadli Nilai Transfer Politikus Jelang Pileg Seperti Pemain Bola, Tak Punya Ideologi

Transfer ini kan kayak sepak bola. Bahaya kalau misalnya para politisi ini dianggap kayak pemain sepak bola nggak ada ideologinya.

Image
News

Densus 88 Geledah Sebuah Rumah Terduga Teroris di Bandung

Namun, dalam penggeledahan tim sama sekali tidak menemukan alat bukti ayng mengarah ke jaringan teroris

Image
News

Nyimpen Narkoba, Bule Rusia Ini Divonis 5 Tahun

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Denpasar yang menuntut 7 Tahun 6 bulan dan denda 1 Miliar.

Image
News

Vietnam Diserang Virus H1N1, Tewaskan Ibu Hamil

Penyakit tropis ini telah menyerang wanita hamil yang berusia 35 tahun, dengan bayi dalam kandungan berusia 8 bulan.

Image
News

Polrestabes Medan Kejar Perampok Sadis yang Menewaskan Pengendara Motor

Masyarakat pun bekerjasama dengan aparat untuk meringkus pelaku yang sejauh ini masih buron

Image
News

Mensos Idrus Mengaku Kenal Dengan Kedua Tersangka Korupsi PLTU Riau-1

Namun, ia enggan menuturkan lebih banyak soal pertanyaan apa yang dicecar oleh penyidik kepada dirinya selama menjalani pemeriksaan

Image
News

Peraturan Organ Yayasan Tak Digaji Digugat ke MK

Pemohon beralasan bahwa aturan tersebut tidak tepat atau belum waktunya diberlakukan secara penuh di Indonesia

Image
News

Presiden Putin Rasakan Propaganda Anti-Rusia dari Amerika

Putin mengingatkan para diplomat senior tentang bahaya kampanye anti-Rusia oleh orang-orang Amerika.

trending topics

terpopuler

  1. Rumah Pribadi Mardani Ali Sera Dilempar Bom Molotov oleh OTK

  2. Gerindra Menduga Teror di Rumah Mardani Ali Sera Terkait Gerakan #2019GantiPresiden

  3. Denny: Dulu Zaman Ahok, Merokok di Kafe Mal Dilarang Keras, Sekarang?

  4. Geger, Pelajar Berbaju Batik Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dipinggir Jalan

  5. Begal Pembunuh Sadis di Tangerang Tertangkap, Keluarga Saripah Sujud Syukur

  6. Survei LIPI: Mayoritas Masyarakat Ingin Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

  7. Pelemparan Bom Molotov Rumah Mardani, Polisi: Barang Bukti dan Empat Saksi Kita Periksa

  8. Faizal: Bom Molotov di Rumah Mardani Bisa Jadi Kerjaan Kader PKS Sendiri

  9. 10 Parpol Tidak Penuhi Kuota Bacaleg di Madiun

  10. Selamat Tinggal Pada Mantan Yang 'Kepo', Instagram Uji Coba Fitur Baru

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan