image
Login / Sign Up

"Kebanggaan Mengharumkan Nama Bangsa Tak Bisa Dibeli"

Luthfi Khairul Fikri

Hari Pahlawan

Image

Gelandang Tim Nasional Indonesia, Evan Dimas Darmono, menganggap pengorbanan seorang atlet untuk negara dilakukan sejak masa kecil sang atlet | QUIPPERVIDEO.WORDPRESS

AKURAT.CO, Sejak usia 4 tahun, Evan Dimas Darmono selalu minta dibelikan bola kepada ibunya dan sering bermain di tanah lapang dekat rumahnya. Ketika menginjak kelas empat SD, Evan kecil minta dimasukkan ke sekolah sepakbola.

Namun, sebagai orang tua perempuan, ibunya sempat melarang. “Ia tak ingin anaknya ‘babak belur’ dan sering jatuh akibat bermain bola,” ucap Evan mengenang masa awal persentuhannya dengan sepakbola.

Kemauan yang sangat keras membuat ibunya luluh juga. Evan akhirnya masuk di Sekolah Sepakbbola (SSB) Sakti di Kompleks TNI AL, Surabaya. Di tengah rutinitas sebagai pelajar SDN Made I, Evan hanyut dengan jadwal SSB.

baca juga:

Kurang lebih tiga tahun belajar di SSB Sakti Bogowonto, Evan yang saat itu kelas enam dan akan masuk SMP minta pindah ke SSB Mitra Surabaya yang jaraknya lebih jauh dari rumah. Tempat latihannya di dekat Kampus Unesa, Surabaya.

Di SSB yang baru, ia makin mantap mendapatkan gemblengan dan teknik bermain sepakbola. Hasilnya mulai terlihat dengan sejumlah kompetisi yang diikuti Evan – baik antar kabupaten dan kota se- Jawa Timur, bahkan mengikuti turnamen mewakili provinsi Jatim yang digelar sejumlah kota di luar Jawa.

Prestasi lainnya terus diukir, Evan tercatat pernah menjuarai sepakbola remaja tingkat provinsi se-Jatim, dengan mendapat juara pertama. Kemudian, pada 2010, kakak Tirsa Dian Maulana, Hanif Fathurrahman, dan Faridah Noviana itu dinyatakan lolos seleksi PON 2010.

Prestasi itu berlanjut dengan mengikuti PON di Palembang pada 2012. Kemudian Evan lolos seleksi Tim Nasional Indonesia U-19 yang diberangkatkan ke Spanyol untuk seleksi di Barcelona dan Hongkong. Saat bertanding di Hongkong, tim yang dibela olehnya juga menang dengan predikat juara satu.

Kemudian pada tahun 2013, Evan kembali dinyatakan lolos seleksi dan masuk ke AFF U-19 untuk Garuda Muda – julukan Timnas Indonesia U-19 – dalam didikan Indra Sjafri. Arek Surabaya yang lahir dan besar di kampung pinggiran Kota Surabaya itu pun mengikuti Training Center dan mendapat pelatihan non-stop di Yogyakarta.

“Saya juga terpilih menjadi kapten Timnas U-19, menjadi pencetak gol terbanyak, dan berhasil mengantarkan timnas juara Piala AFF pertama kalinya,” kata Evan.

Evan Dimas Darmono saat merayakan keberhasilannya membawa Tim Nasional Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 2013. (Foto: TEMPO).

Berkat penampilannya yang gemilang bersama Timnas U-19, pada 2016 Evan terpilih masuk skuad sementara Timnas Indonesia senior yang saat itu dilatih oleh Alfred Riedl.

Selanjutnya, Evan mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan di RCD Espanyol B di Spanyol selama empat bulan. Setelah menjalani pelatihan di Spanyol, Evan kembali memperkuat Bhayangkara FC untuk mengarungi kompetisi liga 1 2017.

Kualitas permainannya yang semakin matang juga membuatnya kembali dipanggil oleh pelatih asal Spanyol, Luis Milla, untuk bergabung di Timnas Indonesia U-22 untuk mengikuti SEA Games Kuala Lumpur 2017. Di ajang itu, Evan dan rekan-rekan hanya mampu meraih medali perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1.

Evan Dimas, Gavin Kwan Adsit, dan Asnawi Mangkualam Bahar, usai kegagalan Tim Nasional Indonesia U-19 mengalahkan Malaysia di semifinal SEA Games 2017, Agustus silam. (Foto: AKURAT.CO/Sopian).

Atas raihannya itu semua, pemain yang kini tengah berusia 22 tahun itu mengaku, bangga bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional sebagai atlet lewat sepak bola.

“Saya bangga bisa mengibarkan bendera Indonesia di ajang internasional dan kebanggaan itu tidak bisa dibeli,” kata Evan.

Dalam suasana peringatan Hari Pahlawan, reporter AKURAT.CO, Luthfi Khairul Fikri, berkesempatan mewawancarai Evan lewat telepon seluler, Kamis (9/11) malam WIB. Evan berbicara tentang pengorbanan yang dilakukannya sejak masa kanak-kanak untuk sepakbola, kebanggaan saat menjuarai Piala AFF U-19 2013, dan impian yang selalu bisa digapai dengan kesungguhan. Berikut petikannya:

Prestasi apa yang paling Anda ingat dalam karir Anda selama ini?

Tentunya ya banyak sekali. Tapi membawa Indonesia U-19 meraih gelar Piala AFF U-19 di negara Vietnam itu kan kejuaraan besar di ASEAN. Itu juga merupakan medali pertama Indonesia kan.

Kemudian, membawa Indonesia U-23 meraih medali perunggu pada ajang Southeast Asian Games tahun 2017. Serta, mampu menembus ke timnas Indonesia dan meraih runner-up di AFF Championship 2016

Sedangkan untuk penghargaan individu, saya sedikit teringat pada gelar pemain muda terbaik di ajang Indonesia Soccer Championship tahun 2016. Serta, mampu menjajal trial bersama salah satu tim La Liga, Espanyol.

Evan Dimas kala melakukan uji coba di klub Spanyol, Espanyol B, pada 2015. (Foto: ISTIMEWA).

Apa saja pengorbanan yang Anda lakukan selama ini untuk Indonesia?

Wah, ini tak bisa diceritakan secara detil mungkin, karena ini banyak sekali. Tapi mungkin ini rata-rata bukan hanya saya saja, tapi semua atlet pasti memiliki pengorbanan. Baik atas sekolahnya, kuliahnya, jarang bermain di masa kecilnya. Karena itu yang saya sebutkan semua merupakan pengorbanan juga.

Dengan begitu, kita sudah mengorbankan itu semua, kalau kita tidak melakukan yang terbaik untuk negara ini, itu sia-sia sekali. Jadi semua itu pasti ada pengorbanannya.

Bagaimana perasaan Anda saat meraih prestasi pertama di kancah Internasional dan ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya?

Ini sangat bahagia, tak bisa diungkapkan kata-kata kala itu. Untuk pertama (kali lagi) kan menjadi juara di ASEAN itu. Kita bisa membawa piala, lalu menyanyikan Indonesia Raya, seperti itu. Jadi betapa bangganya saat itu. Tapi ya sesuai persiapannya yang keras pada saat itu kala dilatih coach Indra Sjafri.

Persiapannya sekeras apa?

Saat itu kita harus menjaga pola makan, menjaga pola tidur, dan di-gojlok pagi siang sore untuk terus latihan. Bener-bener ketat deh, tapi kan terbukti hasilnya bisa meraih gelar untuk bangsa ini.

Untuk mendapatkan gelar itu kembali, adakah wejangan untuk atlet muda?

Semua butuh waktu. Ya pengalaman mereka bertanding yang harus dilakukan. Pokoknya jangan tergantung pelatih, namun harus mampu berinisiatif sendiri agar menjadi pemain yang sukses di kemudian hari. Apalagi mampu mengharumkan Indonesia di mata Internasional.

Bagaimana pendapat anda tentang semua atlet sepak bola yang berprestasi dan mengharumkan bangsa?

Saya rasa intinya itu mereka memiliki disiplin yang ketat dalam hidupnya. Dengan disiplin diri ya kan, dia tahu. Jadi ‘gini, kalau seandainya orang mempunyai cita-cita, keinginan, tapi prosesnya itu enggak ada, dan enggak mempunyai dasar yang kuat, seperti saya bilang tadi disiplin, biar bagaimana juga akan susah jika tak sungguh-sungguh dalam latihannya, karena itu semua kembali ke dirinya masing-masing.

Seberapa pentingkah mengibarkan Merah Putih di kancah internasional?

Wah itu sangat penting sekali. Apalagi bisa membawa Indonesia meraih berbagai gelar di mata dunia. Karena, menurut saya, di dalam masing-masing atlet itu mempunyai jiwa tidak ingin terkalahkan, tapi sportivitas tinggi. Karena kalau bukan kita anak muda, siapa lagi kan?

Perjuangan itu proses, enggak kita bertanding langsung menang, enggak. Proses itu yang kita mesti lawan pertama-tama. Selesai itu proses, kita bertanding, baru kita bertemu dengan kemenangan.

Evan Dimas kala memberi tanda tangan di jersey Tim Nasional Indonesia untuk suporter Garuda Muda yang menghadiri laga Timnas U-22 kontra Kamboja. (Foto: AKURAT.CO/Sopian). 

Dengan prestasi Anda, apakah Anda setuju disebut sebagai pahlawan Negara?

Ya sebenarnya predikat menjadi pahlawan negara itu tergantung penilaian orang masing-masing. Namun, jika itu bisa membanggakan dengan prestasi untuk Indonesia di mata dunia, sah-sah saja karena memang itu sebuah perjuangan yang takkan dilupakan, baik khususnya untuk diri saya pribadi maupun untuk kebahagiaan masyarakat Indonesia.

Menurut pandangan Anda, apa kesulitan atlet untuk berprestasi?

Nggak (ada) yang sulit. Mimpi itu pasti terjadi, enggak ada yang enggak mungkin. Ya (harus) sungguh-sungguh saja, disiplin, satu. Kedua jangan cepat puas. Ketiga jangan jemawa saja.

Ke depan ini ada Asian Games 2018, apa yang perlu dipersiapkan?

Asian Games di Indonesia, mungkin coach Luis Milla sudah mempersiapkan itu semua. Terdekat kami akan beruji coba melawan negara Suriah dan Guyana. Ini juga bisa menjadi persiapan kami untuk membentuk tim di ajang (Asian Games) nanti.[]

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

FOTO Kesiapan Stadion Patriot Chandrabaga Hadapi Asian Games

Image

Olahraga

Bhayangkara FC

Tandang ke Bali, The Guardian Bawa Tiga Pemain Anyar

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

Persipura Ingin Tutup Putaran Pertama dengan Poin Sempurna

Image

Olahraga

Todd Rivaldo Ferre

Todd Rivaldo Akui Butuh Waktu Lama Samai Prestasi Boaz

Image

Olahraga

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Rumput Stadion Patriot Kering karena Penyemprot Hama

Image

Olahraga

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Sebulan Menuju Asian Games, Rumput Stadion Patriot Belum Sempurna

Image

Olahraga

Piala AFF U-19 2018

Indra Sjafri Minta Suporter Timnas U-19 ‘Move On’ dari Era Evan Dimas

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

PSM Rebut Puncak Klasemen Liga 1 Usai Hajar BFC

Image

Olahraga

Lawan Thailand U-19, Indra Sjafri Cadangkan Egy dan Saddil

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Menuju Pilpres 2019

SMRC: SBY Sangat Tergoda Jika Prabowo Tawarkan AHY Cawapresnya

Demokrat yang memandang Pemilu 2019 sebagai ajang kaderisasi.

Image
News

Cina-AS Bergandengan Tangan Atasi Perubahan Iklim Global

Para cendekiawan dan profesional akan bertemu di Konferensi Tingkat Tinggi Cina-AS tentang Energi dan Perubahan Iklim.

Image
News

PKB Klaim 1000 Persen Tidak Bajak Kader dari Partai Lain Terkait Bacaleg

PKB 1.000 persen tidak ada yang membajak kader partai lain, dalam pengertian dibayar, kami tidak melakukan itu.

Image
News

Tahun Ini Gorontalo Akan Berangkatkan Sebanyak 996 Calhaj

Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar sudah menyatakan akan menjamin penanganan pasien selama sakit hingga sehat.

Image
News

Jadi Tempat Penyebaran Radikalisme, LDNU Serukan Kelompok Moderat Kendalikan Masjid

Banyaknya masjid yang ditengarai menyebarkan kebencian bisa jadi karena dikuasai oleh kelompok garis keras.

Image
News

Polisi Segera Selidiki Sidik Jari Pada Botol Bom Molotov yang Tersisa

Ada dua buah botol bom molotov. Satu botol masih utuh, sedangkan botol lainnya pecah dan ujungnya telah terbakar.

Image
News

Satu Lagi Korban Kapal 'Joko Berek' Ditemukan

Satu korban masih dinyatakan hilang.

Image
News

Operasi Libas Lodaya, 22 Penjahat Jalanan Dilibas

Polisi menyita 10 unit sepeda motor, tiga unit mobil, delapan unit HP serta 13 buah helm

Image
News

Serangan Siber, Singapura Kecurian Data Medis 1,5 Juta Orang

Peretas bukan kadangan atau geng kriminal.

Image
News

Golkar: Wapres Jokowi Harus yang Paham Masalah Ekonomi

"Silahkan dicek mana cawapres yang konon ada di kantongnya yang punya visi ekonomi"

Image
News

Terkait Suap, KPK Geledah Rumah Pejabat PUPR

Tim KPK yang menggeledah rumah Agus Sulistyono diangkut menggunakan tiga unit mobil jenis minibus.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Diam-diam AHY Bangun Hubungan Batin dengan Sejumlah Tokoh, Jokowi Apa Prabowo?

Demokrat diakui tidak mudah membangun koalisi baru.

trending topics

terpopuler

  1. Faizal: Bom Molotov di Rumah Mardani Bisa Jadi Kerjaan Kader PKS Sendiri

  2. Bamsoet: yang Penting Wakilnya Pak Jokowi Jangan dari Singapura atau Amerika

  3. Panglima TNI Ungkap Kelompok Kejahatan Terorganisir yang Baru

  4. Ngaku Lupa, Jaksa KPK Tunjukkan Boediono Hasil Ratas Terkait Penghapusan Hutang BDNI

  5. Ngabalin Jadi Komisaris, Ferdinand: Memacu yang Lain Puji Jokowi Mati-matian

  6. Berbahaya, Semua Powerbank yang Dibawa Calon Haji Disita Petugas Bandara

  7. Ini Candaan Rizal Ramli yang Bikin SBY 'Ngakak'

  8. Geger, Warga Dikejutkan Dengan Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Tukad Mati

  9. Tasnya Dicuri, Pria Ini Hidup Bergelandang Selama Puluhan Tahun di Thailand

  10. Begini Penampakan Ombak Besar di Pantai Selatan Jogja, Ngeri

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan