breaking news: Jagokan Perancis, Ini Prediksi Zulhas

image
Login / Sign Up

Mengadu ke ORI, ICJR Kritik Prosedur Tembak Mati Pengedar Narkotika

Bayu Primanda

Image

AKURAT.CO, Menanggapi adanya aduan terkait prosedur tembak mati tempat terhadap para terduga sindikat narkoba membuat Ombudsman Republik Indonesia menggelar audiensi terkait hal tersebut.

Hadir dalam acara audiensi ini yakni, sejumlah organisasi atau LSM sebagai pihak pengadu dan kepolisian dari pihak Inspektur Pengawas Umum dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim sebagai pihak yang diadukan.

Sebagai perwakilan dari Polri hadir seorang Wakil Kepala Irwasum Polri Irjen Ketut Yoga dan jajarannya, berhadapan dengan sejumlah LSM yang mengadukan soal prosedur tembak mati di tempat.

baca juga:

Dalam kesempatan ini, Peneliti Institute for Crime Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu mempertanyakan soal prosedur tembak mati terhadap terduga pengedar narkotika.

"Konteksnya apakah memang polisi melakukan itu tujuannya untuk mengungkap kasus atau mengeliminasi pelaku kejahatan," kata Erasmus, dalam audiensi di kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/9).

Menurut Erasmus, berdasarkan telaahnya terhadap Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009, yang mengatur tentang ketentuan penggunaan senjata api oleh petugas, penggunaan senjata api hanya boleh dilakukan ketika keselamatan petugas atau masyarakat terancam.

Ia pun mengkritisi soal penembakan oleh petugas dalam konteks karena terduga pelaku melarikan diri saat operasi dilakukan. Menurutnya, jika hanya terduga pelaku melarikan diri dan masih dimungkinkan untuk dilakukan pengejaran, tidak perlu adanya penembakan.

Tapi, Erasmus justru menyatakan bahwa penembakan terjadi bukan karena adanya ancaman keselamatan justru lantaran sang pelaku hanya ingin melarikan diri saat proses penangkapan terjadi.

"Saya takut nanti hanya melarikan diri saja, ditembak," ujar Erasmus.

Ia pun menyinggung kasus penembakan misterius (petrus) yang sempat heboh pada masa Orde Baru. Ia berharap kejadian yang oleh Komnas HAM disebut pelanggaran HAM berat itu tidak terulang.

Namun, Erasmus mengatakan bahwa dengan aduannya ke Ombudsman ini bukan dalam rangka pihaknya yang menyatakan pelarangan prosedur penembakan oleh aparat atau membela pelaku kejahatan.

"Tapi kita ingin aparat penegak hukum kita lebih profesional," ujar Erasmus.

Sementara itu, dari pihak LBH Masyarakat, Yohan Misero, khawatir upaya tembak di tempat dapat membahayakan keselamatan masyarakat lantaran proses penagkapan kerap kali dilakukan di tengah lokasi yang banyak orang.

"Di Filipina ada kasus salah tembak (korbannya) sipil, dan ada anak kecil," ujar Yohan.

Menurut Yohan, alangkah baiknya terduga pelaku narkoba dapat ditangkap hidup, sehingga petugas bisa mengekplorasi jaringannya. Ia menyayangkan kasus penembakan terduga pengedar narkoba warga negara Taiwan, pada kasus 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Padahal, kalau ditangkap hidup, jaringan narkobanya dapat diungkap. []‎

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Piala Dunia 2018.

Penyusup di Final Piala Dunia Masih Ditahan Polisi

Image

News

Manfaatkan Tawuran untuk Transaksi Narkoba, Bandarnya Berhasil Dibekuk

Image

News

Kisah Pasutri Penjual Narkoba, Buang Sabu ke Jalan dan Toilet

Image

News

Mantap, Polsek Kembangan Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Lokasi Berbeda

Image

News

Polsek Tambora Sebar Wajah DPO Narkoba dan Tawuran

Image

News

Polisi Langkat Tangkap Bandar Narkoba

Image

News

Garis Polisi Masih Terpasang di Lokasi Baku Tembak di Jalan Kaliurang Sleman

Image

News

Merinding, Warganet Ungkap Detik-detik Aksi Baku Tembak di Kaliurang

Image

News

Ini Alasan Polisi Tembak Mati 3 Terduga Teroris di Kaliurang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Eks Menko Perekonomian Dorodjatun Jadi Saksi dalam Sidang Kasus BLBI

KPK berharap publik untuk mengikuti bersama persidangan demi persidangan kasus BLBI.

Image
News

Dokter Bimanesh Hadapi Sidang Vonis Hari Ini

Fredrich dan Bimanesh dinilai telah merekayasa rekam medis Novanto agar menghindari kejaran penyidik KPK

Image
News

Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883, Akankah Terulang Lagi?

Gunung Anak Krakatau juga meletus untuk membesar dan meninggikan tubuhnya.

Image
News

Gempa Berkekuatan 6,0 SR Guncang Pantai Yaman Bagian Timur

Sejauh ini, tak ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa, dan tak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

Image
News

Bom Bunuh Diri di Kabul Tewaskan 7 Orang dan Belasan Luka-luka

Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 15 orang lainnya terluka dalam insiden bom bunuh diri ini.

Image
News
Ibadah Haji 2018

Tahun Ini, Jumlah Calon Jemaah Haji dari Embarkasi Surakarta Meningkat

Setiap kloter dengan sebanyak 360 jemaah.

Image
News

Ga Sabar, Nyalip Kendaraan Lain, Pemotor Ini Jatuh Langsung Sekarat

Pemotor itu mengalami luka dibagian kepala dan dibawa oleh warga sekitar lokasi TKP ke RS Tarakan.

Image
News

Gempa 4.8 SR Getarkan Bali dan NTB

Wilayah Denpasar, Nusa Dua, Kuta, Mataram, Lombok Tengah mengalami guncangan dalam skala intensitas II SIG

Image
News

BMKG: Waspadai Gelombang Laut Hingga 3,5 Meter di Perairan Sumatera Barat

Oleh sebab itu ia mengimbau jasa transportasi laut agar berhati-hati ketika melintas di laut.

Image
News
Ibadah Haji 2018

Kabupaten Bengkalis Akan Berangkatkan 230 Calon Jamaah Haji

Dari 230 JCH yang berasal dari empat kecamatan tersebut, 125 orang di antaranya laki-laki dan 105 orang perempuan

Image
News

KPAI: Hentikan Tindak Perploncoan dalam Kegiatan MOS

Suasana harus diciptakan penuh kekeluargaan, kondusif dan zero kekerasan.

Image
News

Gelapkan Keuntungan, Pengelola Karaoke Dipolisikan Rekan Bisnis

Pelapor menanamkan dana sebesar Rp400 juta dengan perjanjian keuntungan 10 persen dari investasi.

trending topics

terpopuler

  1. Guntur Romli: Baru di Zaman Anies Ada Gubernur Resmikan Gardu Listrik

  2. Kata Hotman kepada Zohri: Besok, Silahkan Datang ke Kantor sebelum Jam 12

  3. Fahri Ngomel-ngomel Terus, Jawaban Susi Benar-benar Bikin Ngakak Guling-guling

  4. Makan Warga, Ratusan Buaya Dibantai Tanpa Ampun

  5. Polemik 51 Persen, Denny: Jatah Preman yang Dinikmati Si Itu-itu Lagi akan Berhenti

  6. Berpotensi Membentuk Poros Ketiga, Jokowi Tarik PKB untuk Masuk Gerbongnya

  7. Ada Penembakan, Bom Panci, Granat, Ferdinand: Ya Allah, Ada Apa dengan Bangsa Ini?

  8. Menteri Susi Jawab Sudjiwo Tedjo yang Tak Setuju Dia Diluluskan SMA

  9. Alvin: Pernyataan Jokowi Itu Hanya Pemanis Saja untuk Cak Imin

  10. Terduga Teroris yang Hendak Ditangkap di Jalan Kaliurang Merupakan Jaringan JAD Yogyakarta

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Image
Ujang Komarudin

Mencari Cawapres Ideal

Image
Iwan Setiawan

Membaca Kiprah #2019GantiPresiden Jelang Pilpres

Image
Ujang Komarudin

Pilkada Rasa Pilpres

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan