image banner ramadan
Login / Sign Up

DKN Garda Bangsa Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Peduli Pengungsi

Melly Kartika Adelia

Genosida Muslim Rohingya

Image

AKURAT.CO, Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) bekerja sama dengan Sandya Institute menggelar aksi peduli pengungsi Rohingya bersama dengan para artis Ibu Kota.

Acara yang mengusung tema Garda Bangsa Peduli Pengungsi ini diramaikan oleh Ressa Herlambang, Tommy Kurniawan, Sandy Nayoan, Dara the Virgin, Didi (Yovie dan Nuno), Ely Sugigi, Farhat, Meltho Pasto, Krisna Mukti, Arzety Bilbina dan masih banyak yang lain.

"Kehadiran para artis ini sebagai bukti kepedulian mereka terhadap nasib para pengungsi. Khususnya peristiwa kekerasan yang terjadi di Rohingya. DKN Garda Bangsa bersama para artis menyuarakan kepedulian tersebut dalam aksi nyata," ujar Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Cucun Syamsurijal di kantornya, Selasa (12/9).

baca juga:

Di samping itu, ia mengungkapkan, Dewan Koordinasi Nasional juga telah menginisiasi program Sunrise Refugee Learning Center (SRLC) yang fokus pada pemberdayaan pencari suaka dan pengungsi di Indonesia melaui pendidikan.

"Ini merupakan program nyata yang dilakukan oleh DKN Garda Bangsa bersama organisasi sosial lainnya; seperti Roshan Learning Center, SUAKA, UNHCR dan Komunitas Pencari Suaka dan Pengungsi," jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan, bahwa kegiatan utama yang dilakukan di SRLC itu adalah pembekalan keterampilan khusus untuk Pencari Suaka dan Pengungsi, yang meliputi keterampilan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Komputer, Pengetahuan Hukum dan keterampilan khusus lainnya.

Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 100 Pengungsi yang terdaftar ikut program SRLC dan masih terdapat puluhan waiting list karena keterbatasan sumber daya belum bisa mengikuti program SRLC.

"Berdasarkan data dari UNHCR diperkirakan terdapat lebih dari 14.000 Pencari Suaka dan Pengungsi di Indonesia, mereka menunggu bertahun-tahun untuk ditempatkan ke negara yang akan menerima mereka, karena Indonesia belum bisa menampung mereka secara permanen," paparnya.

"Mereka berasal dari banyak negara, mayoritas mereka berasal dari Komunitas Afghanistan, Iran, Somalia, Ethiopia, Syria dan Rohingya," ungkapnya.

Dari belasan ribu jumlah pengungsi tersebut, lanjutnya, hanya ratusan saja yang telah berhasil ditempatkan ke negara lain yang menerima mereka, sedangkan belasan ribu lainnya tinggal di Indonesia dengan keadaan yang sangat memprihatinkan dalam keterbatasan akses kesehatan, pendidikan, ekonomi, makanan dan tempat tinggal yang layak.

Maka dari itu, pihaknya meminta agar semua elemen masyarakat Indonesia dapat lebih aktif lagi membantu mereka atas nama kemanusiaan.

"Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia yang ke-4, KH. Abdurrahman Wahid, bahwa 'yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan'," ujarnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Oposisi Israel Gelar Demonstrasi Besar Memprotes Upaya Kebal Hukum Netanyahu

Image

News

Oded: Kita Ingin Tunjukkan Islam Agama yang Memberi Kebahagiaan dalam Kesederhanaan

Image

News

FOTO ESAI Kilau Cahaya 'Mutiara Hitam' di Pesantren Nuu Waar

Image

News

Gelar Aksi Solidaritas Tragedi 21-22 Mei, Ormas Islam Solo Minta Wiranto dan Kapolri Mundur

Image

News

Kasus Persekusi yang Pernah Menimpa Jurnalis saat