image
Login / Sign Up

Namarin: Tak Kaget Ada OTT, Sistem di Hubla Memang Sudah Amat Busuk

Melly Kartika Adelia

Image

AKURAT.CO, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengaku tidak terkejut dengan operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Pejabat Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Rabu (23/8) malam.

Menurutnya, kembali terjeratnya pejabat hubla dalam kasus suap menunjukkan dugaan praktik korupsi di institusi tersebut sudah teramat parah.

"Saya tidak kaget dengan OTT tadi. Sistem di hubla itu sudah amat busuk, tak ada check and balances. Semuanya berputar di orang-orang hubla saja," ungkapnya kepada AKURAT.CO, Jumat (25/8).

baca juga:

Siswanto mengatakan, Hubla memang banyak mengurus hal-hal yang melibatkan banyak uang di dalamnya.

Maka itulah, kata Siswanto, peluang untuk korupsi di bagian ini sangat terbuka luas.

"Dijten Hubla selama ini mengurusi banyak hal. Mulai dari mengurusi pelabuhan, pelayaran, kepelautan, pembangunan kapal perintis/tol laut dan sebagainya. Semua itu sarat dengan uang yang ditengarai dimanfaatkan orang-orang nakal," tandasnya.

Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan bahwa korupsi di Hubla sudah sangat akut. Hal itu dapat dilihat dari keterlibatan PNS di institusi tersebut yang mulai dari tingkat bawah hingga atas.

"PNS tingkat bawah bermain di uang kecil sementara tingkat atas bermain di angka jutaan. Tidak ada urusan di Hubla yang tidak mengeluarkan uang pelicin," kata Siswanto.

Ia menuturkan, kemungkinan keakutan korupsi Hubla dimungkinkan karena sistem yang dibangun tidak memungkinkan adanya pengawasan pihak ketiga.

"Pengawasan yang ada hanya melibatkan kalangan internal Kementerian Perhubungan yang kental jiwa korps-nya. Sehingga, manakala ada kebusukan yang dilakukan adalah dengan menutup mata dan tahu sama tahu saja," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Tahun Anggaran 2016-2017.

"Setelah pemeriksaan awal yang dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek barang dan jasa di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016-2017 yang diduga dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (ATB)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis (24/8) malam.

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan dua orang tersangka, yaitu Antonius Tonny Budiono (ATB) dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan (APK).

Basaria menyatakan dari kegiatan operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 23-24 Agustus 2017, KPK mengamankan sejumlah uang dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pertama, kata dia, empat kartu ATM dari tiga bank penerbit yang berbeda dalam penguasaan ATB.

Kedua, lanjutnya, 33 tas berisi uang dalam pecahan mata uang rupiah, dolar AS, poundsterling, euro, ringgit Malaysia senilai total Rp18,9 miliar berupa "cash" dan dalam rekening Bank Mandiri terdapat sisa saldo Rp1,174 milir.

"Sehingga total uang yang ditemukan di Mess Perwira Ditjen Hubla adalah sekitar Rp20 miliar," cetusnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

KPU Diharap Bisa Konsisten Soal Larangan Napi Koruptor Nyaleg

Image

News

KPK Kembali Tangkap Tangan Kepala Daerah

Image

News

Besok, Sejumlah Massa Akan Demo ke KPK

Image

Ekonomi

BlackGold Natural Resources Bantah Pernyataan KPK Soal Johannes Kotjo

Image

News

Majunya Johan Budi Sebagai Caleg Diharap Bisa Bawa Perubahan

Image

News

Eks Jubir GAM: Kami Minta KPK Lepaskan Irwandi, Kalau Tidak Ini akan Jadi Potensi Konflik

Image

News

Eks Panglima GAM: Apabila Irwandi Tak Dipulangkan, Kita Harus Siap Angkat Senjata

Image

Hiburan

Ini Potret Keharmonisan Keluarga Ersa Mayori

Image

News

Rekening Gubernur Aceh Diblokir KPK Terkait Kasus Suap Dana Otsus

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bendera Negara Asian Games Diikat Bambu di Jakut Dicopot, Anies: Pasang Kembali

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengintruksikan agar bendera negara Asian Games yang diikat bambu di Jakarta Utara dipasang kembali.

Image
News

Dua Calhaj Kloter 3 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Dirawat Inap di RS Haji

Dua Calhaj belum dipastikan keberangkatannya.

Image
News

Kapolri Bicara Soal Demokrasi Indonesia yang Mulai Kebablasan

Demokrasi yang bebas akan berbahaya jika didominasi oleh low class.

Image
News

Sesak Nafas, Seorang Jamaah Calon Haji Embarkasi Makassar Ditunda Berangkat

Warga Jalan Andi Tonro, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar yang tergabung dalam kloter pertama ini ditunda lantara menderita gejala sesak naf

Image
News

BNN Sita Rp3,9 Miliar Aliran Dana Narkoba

Aset itu tersebut milik berinisial IN.

Image
News

AS Ancam Beri Sanksi Perusahaan yang Terlibat Proyek Nord Stream

Menurut Pemerintah AS, Nord Stream 2 akan melanggar keamanan energi di Uni Eropa.

Image
News

PAN Daftarkan 575 Bacaleg DPR RI

Banyak kalangan selebritis dan tokoh politik yang maju sebagai Bacaleg dari PAN.

Image
News

Gerindra Pastikan Pertemuan Prabowo dan Puan Tak Bahas Koalisi di Pilpres

"Pertemuan tersebut tidak dimaksudkan dalam rangka membangun koalisi antara PDIP dengan Gerindra."

Image
News

KPU Diharap Bisa Konsisten Soal Larangan Napi Koruptor Nyaleg

Meski masih diuji di MA, bukan berarti aturan tersebut belum bisa diterapkan saat ini.

Image
News

Gaya Berbusana Prabowo Dicibir, Warganet: Generasi Milenial Tak Kenal Baju Safari

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disarankan untuk tidak selalu memakai baju safari ketika tampil menghadapi masyarakat.

Image
News

KPK Kembali Tangkap Tangan Kepala Daerah

Bupati Labuhanbatu berinisial P.

Image
News

Kapitra Buka Suara Soal Pencalegannya oleh PDIP

Kapitra bantah pernyataan Hasto.

trending topics

terpopuler

  1. Bisa Bangun Mini Market, Kapolri Pertanyakan Asal Uang AKBP Yusuf

  2. Ditanya Kabar Tolak Rumahnya Direnovasi Jokowi, Zohri Berlinang Air Mata

  3. Bima Arya: Kira-kira Rasanya Apa Kalau Ini Saya Babat Ke Leher Kalian?

  4. Ratna Ultah ke 70, Ada Netter yang Beri Saran Mengerikan

  5. Eks Panglima GAM: Apabila Irwandi Tak Dipulangkan, Kita Harus Siap Angkat Senjata

  6. Usai Diperiksa Selama 5 Jam, KPK Resmi Menahan Eks Dirut PT Jasindo

  7. Hapus Obat Kanker, Jokowi dan Menkes akan Digugat

  8. Anies Baswedan Dinilai Tak Perhatikan Nasib Pegawainya

  9. Sekda DKI Tampik Tudingan Perombakan SKPD Dilakukan Tak Transparan

  10. Tweet Berbuntut Panjang, Penyelam Inggris Gugat Elon Musk

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Image
Ujang Komarudin

Mencari Cawapres Ideal

Image
Iwan Setiawan

Membaca Kiprah #2019GantiPresiden Jelang Pilpres

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan