image
Login / Sign Up

FOTO Kualitas Udara Jakarta Buruk Diakibatkan Asap Kendaraan

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya  dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. AKURAT.CO/Sopian

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Editor: Rizki Ahmad

komentar

Image

0 komentar

trending topics

terpopuler

  1. Saat Foto Kiai Ma'ruf Amin Jadi Bahan Provokasi, Malah Dulang Simpati

  2. Terobos Konvoi Presiden, Begini Video Tania Usai Diberhentikan

  3. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  4. Mantan Dirut Pertamina Menangis Hingga Posting Foto Ani Yudhoyono Saat Muda

  5. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Habib: akan Baik Jika Ketua Panpel, Ketua PSSI, Menpora Mundur

  6. Fans: Masukin Tukang Berantem Kayak Tsamara ke DPR Seru Kali Ya

  7. Novanto Kabur dari Lapas Sukamiskin?

  8. Salut, Aksi Solidaritas Pemuda di Bandung untuk Haringga Sirila

  9. Clift Sangra Kaget Melihat Sosok Istrinya Dalam Diri Luna Maya

  10. Tidak Memberikan Jalan Rombongan Presiden, Wanita 28 Tania Ditetapkan Sebagai Tersangka

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!