image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Menanti Cawapres Jokowi

Image

Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional II di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018). Acara pembukaan Tilawatil Quran ini juga bertepatan dengan MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren serta Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu ada penyerahan mushaf Alquran Sulaman yang ditulis sekitar 400 meter dan diserahkan kepada Presiden Jokowi bagi masyarakat muslim Indonesia dan dunia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pendaftaran Capres dan Cawapres tinggal 23 hari lagi. Elit-elit partai politik dan tokoh non-Parpol sibuk menjalin silaturrahmi politik untuk mencari pasangan terbaik dan ideal guna dipasangkan menjadi Capres dan Cawapres yang akan didaftarkan pada 4-10 Agustus 2018. Mencari pasangan, jodoh, atau Cawapres memang tidak mudah. Namun bukan juga sesuatu yang sulit. Jika cocok, sesuai hati nurani, diterima partai koalisi, dan berpotensi menang, maka ambil saja. Ya, ambil saja Cawapresnya.

Jokowi memang sedang mencari Cawapres ideal dan terbaik. Nama-nama tokoh partai dan non-partai sudah bermunculan, seperti Cak Imin, Zulhas, Romi, Airlangga, AHY, Puan Maharani, Mahfid MD, Sri Mulyani, Moeldoko, Anies Baswedan, TGB, Budi Gunawan, dan Dien Syamsudin pun disebut-sebut. Ataupun bisa saja Jokowi memilih tokoh lain. Diluar nama-nama tersebut. Siapapun memiliki kans yang sama untuk menjadi Cawapres Jokowi. Lalu siapakah yang akan dipilih Jokowi untuk bersanding dengannya. Ini lah yang sedang dinanti dan ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Dan kita semua. Menunggu Cawapres pilihan Jokowi.

Menjadi Cawapres Jokowi memang idaman semua orang. Selain karena Jokowi sang petahana, dia juga memiliki peluang untuk menang kembali di Pilpres 2019. Jadi siapapun Cawapres Jokowi yang dipilih akan menentukan siapa presiden dipesta demokrasi tahun 2024 nanti. Mudahnya, Cawapres Jokowi now diberi karpet merah untuk bisa menjadi RI-1 di Pilpres 2024 mendatang. Oleh karena itu, elit-elit politik berebut agar bisa menjadi pujaan hati Jokowi. Dan agar bisa menjadi pasangan yang serasi dan kompak demi memenangkan pertarungan politik dan pesta demokrasi terbesar di Indonesia dan dunia, yaitu Pilpres 2019.

baca juga:

Siapapun yang akan dipilih oleh Jokowi dan partai koalisinya sebagai Cawapres, tokoh tersebut merupakan orang yang beruntung. Ya, merupakan Cawapres yang beruntung. Karena selain berjodoh dengan seorang incumbent, memiliki kans besar untuk menang, dan memiliki peluang sangat besar untuk menahkodai Indonesia di tahun 2024 yang akan datang. Karena Cawapres Jokowi now akan menentukan bagaimana dan siapa yang berpeluang menggantikan Jokowi di 2024 nanti. Itu pun jika Jokowi terpilih kembali di Pipres 2019. Jika tidak terpilih, ya sudah menjadi suratan takdir. Tak perlu ditangisi dan disesali. Roda dunia memang berputar, ada akalanya di atas dan ada kalanya di bawah. Semua harus dinikmati dengan senang hati.  

Apakah Jokowi akan memilih elit partai atau tokoh non-partai. Semua tergantung Jokowi. Dan tentu nama-nama calon pendampingnya tersebut sudah ada di saku bajunya. Ya, di saku bajunya. Jangan sampai Jokowi salah pilih. Dan jangan sampai Jokowi memilih Cawapres seperti memilih kucing dalam karung. Atau memilih itik dalam kardus. Jangan sampai memilih orang yang salah. Karena jika salah pilih, Jokowi juga bisa kalah. Ya, bisa kalah. Salah memilih Cawapres bisa menyesal kemudian.

Jika melihat dinamika politik yang ada. Bisa saja Jokowi memilih figur dan tokoh dari non-partai. Pemilihan Cawapres dari tokoh non-partai lebih aman bagi Jokowi. Dan jika Jokowi terpilih kembali akan lebih nyaman dan aman dalam menjalankan pemerintahan lima tahun kedepan. Tanpa harus diganggu oleh Cawapres yang berhasrat dan memiliki sahwat politik yang tinggi untuk menjadi presiden di tengah jalan. Artinya bisa saja Jokowi tidak aman dan bisa turun di tengah jalan. Karena Wapresnya ngebet jadi presiden. Ini yang bahaya dan membahayakan.

Belajar dari SBY pada Pilpres 2009 yang lalu. Dimana SBY selaku petahana kala itu. Dan akan maju sebagai Capres untuk periode yang kedua. SBY lebih memilih Boediono, seorang dosen, ekonom, profesional, dan berlatar belakang tokoh non-partai. Perjalanan SBY untuk menang kembali di Pilpres 2009 menjadi mudah dan lancar-lancar saja. Tidak ada gejolak penolakan dari partai-partai koalisi pendukung SBY. Karena semuanya sudah deal. Ya, semuanya sudah deal. Siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana seperti yang dikemukakan Harold Laswell ketika saya kuliah Ilmu Politik dulu di Universitas Indonesia.

Dan bisa saja Jokowi juga melakukan pola yang sama dengan apa yang dilakukan oleh SBY dimasa lalu. Ini zaman now, meniru pola lama yang baik dan menang adalah lebih baik. Dari pada meniru yang baru yang belum tentu menang dan akan menimbulkan gejolak suatu saat nanti. Jokowi memilih elit partai sebagai pendampingnya itu adalah haknya. Dan haknya pula untuk memilih Cawapres dari kalangan tokoh nasional non-partai. Pilihan semuanya ada pada Jokowi.

Soal ancaman dari elit-elit partai-partai koalisi pendukung Jokowi. Yang jika tidak dipilih menjadi Cawapres akan hengkang dari koalisi. Itu ancaman basa-basi dan gertak sambal. Dan elit-elit partai tersebut tidak akan berani. Karena kasus-kasus lama elit-elit partai tersebut sudah ada dalam genggaman penegak hukum. Jika macam-macam dan lari dari koalisi, maka kasus-kasus tersebut akan terbuka dan muncul kepermukaan. Jadi, menyandera tokoh politik via kasus-kasus hukum sudah menjadi hal biasa di republik ini. Dan sudah terjadi sejak lama.

Yang bisa dilakukan oleh para elit partai pendukung Jokowi adalah menjaga kekompakan. Walaupun saling tusuk dari belakang. Walaupun didalam koalisi acak-acakan dan saling bersaing. Tapi jika di luar harus nampak kompak dan bersatu. Itu lah realita politik nusantara, wajah politik kita masih diselimuti oleh kemunafikan. Apa yang di belakang dengan apa yang di depan selalu berbeda. Politik di republik ini juga masih menampilkan seribu wajah. Wajah manis, berseri-seri, dan bercahaya. Dan disaat yang sama juga menampilkan wajah yang muram, hitam, bengis, angkuh, jahat, dan seribu wajah lainnya yang penuh kepura-puraan.

Siapapun yang dipilih Jokowi untuk menjadi Cawapresnya itu hak prerogatif Jokowi. Kita tidak bisa ikut mencampuri. Dan siapun pilihan Jokowi merupakan tokoh terbaik di republik ini. Yang jika terpilih nanti harus bekerja yang terbaik juga untuk kemaslahatan dan kesejahteran seluruh rakyat Indonesia.

Selamat menanti siapa Cawapres Jokowi. Mudah-mudahan Anda yang terpilih. Hehe...!

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image

News

Berebut Dukungan Ulama

Image

News

Menangkal Radikalisme di Media Sosial

Image

News

Mencermati Fenomena Politisasi

Image

News

Efek Ekor Jas Manuver Politik NU

Image

News

Berkorban untuk Bangsa dan Negara

Image

News

Ekuador Perketat Pintu Masuk untuk Migran Venezuela

Image

News

Bom Waktu Data Pemilih Pemilu 2019

Image

News

Merdeka atau Mati

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

DPRD Sulbar Dukung Pengusutan Kasus Dugaan Mafia Proyek di Lingkup Pemprov

"Kasus mafia proyek di lingkup Pemprov Sulbar sudah dilaporkan tenaga ahli pemerintah provinsi ke Polda Sulbar, dan itu bagus, kita dukung,"

Image
News

AS Jadi Tuan Rumah Sidang Umum PBB, Donald Trump Datang Terlambat

Sesuai tradisi, Amerika Serikat menjadi negara kedua yang menyampaikan pidatonya setelah Brasil.

Image
News

DPR: UU ASN Tidak Singgung Penyelesaian Honorer

Ratusan pegawai honorer terus memperjuangkan haknya.

Image
News

Bertemu Menlu Australia di Sidang Majelis PBB, Retno Puji Hubungan Baik dengan Indonesia

Sebelumnya Menlu Retno sudah mengenal baik Payne ketika dia menjabat sebagai Menteri Pertahanan Australia.

Image
News

Polantas Polres Magetan Bantu Mengirim Air Bersih ke Beberapa Wilayah yang Kekeringan

Kegiatan anjangsana dan bhakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan yang digelar Satuan Polisi Lalu lintas Magetan.

Image
News

Prabowo Harap Tak Ada Lagi Kekerasan di Dunia Sepakbola Indonesia

"Saya harap jangan sampai ada kekerasan lagi di olahraga sepak bola di Indonesia,"

Image
News

Mahasiswa Kabupaten Malang Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoaks, SARA, dan Politik Uang

Pemilu 2019 diharapkan bisa berjalan tanpa hoaks, politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dan politik uang.

Image
News

PN Jaksel Memvonis Pembunuh Pensiunan TNI AL 12 Tahun Penjara

Pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL, Hunaedi (83), divonis 12 tahun penjara.

Image
News

TransJakarta Akui Masih Evaluasi Terkait Kecelakaan Tunggal Bus di Jakarta Barat

"Semuanya ada pola dan sistem,"

Image
News

Dimarahi Ibu karena Tidak Cari Rumput, Remaja di Aceh Gantung Diri

“Kalau seperti ini aku bunuh diri saja,”

trending topics

terpopuler

  1. Saat Foto Kiai Ma'ruf Amin Jadi Bahan Provokasi, Malah Dulang Simpati

  2. Terobos Konvoi Presiden, Begini Video Tania Usai Diberhentikan

  3. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  4. Mantan Dirut Pertamina Menangis Hingga Posting Foto Ani Yudhoyono Saat Muda

  5. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Habib: akan Baik Jika Ketua Panpel, Ketua PSSI, Menpora Mundur

  6. Fans: Masukin Tukang Berantem Kayak Tsamara ke DPR Seru Kali Ya

  7. Novanto Kabur dari Lapas Sukamiskin?

  8. Salut, Aksi Solidaritas Pemuda di Bandung untuk Haringga Sirila

  9. Clift Sangra Kaget Melihat Sosok Istrinya Dalam Diri Luna Maya

  10. Tidak Memberikan Jalan Rombongan Presiden, Wanita 28 Tania Ditetapkan Sebagai Tersangka

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!