image
Login / Sign Up

FOTO ESAI Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo, Tergerus Generasi Penerus

Abdul Aziz Prastowo

Image

Pengrajin batik tulis Muhammad Amri Zainal Arifin di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo, Jawa Timur | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menjelang siang, seorang laki-laki paruh baya dengan tubuh kurusnya mencuci kain batik tulis menggunakan pewarna. Seiring dengan lenguh nafasnya yang tak beraturan dan peluh yang menetes diwajahnya, tak menghiraukan rutinitas pekerjaannya untuk menghasilkan kain batik tulis.

Sudah lebih dari 35 tahun ini Muhammad Amri Zainal Arifin melakoni usaha batik. "Saya adalah generasi ke-3 dari keluarga yang meneruskan usaha batik tulis khas Sidoarjo", pungkas Amri.

Pengrajin melukis batik di kain mori di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Ragam motif dan corak batik tulis khas Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Batik bukanlah barang asing bagi warga Indonesia, bahkan di luar negeri pun pamornya begitu mempesona.

Setiap daerah di Indonesia memiliki corak dan ciri khas tersendiri dibatiknya, ini merupakan saksi keanekaragaman warisan nusantara.

Lukisan mural bergambar batik yang sudah mulai pudar di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Gapura Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Sidoarjo, yang merupakan kota pendukung Surabaya, memiliki kain batik tulis tradisional yang hingga kini masih terpelihara ragamnya. Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo menjadi bukti terjaganya kekayaan pusaka tersebut.

Masjid Jami Al Abror di kawasan Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Suasana pengrajin batik tulis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Sejarah batik tulis Sidoarjo, bermula dari seorang laki-laki pendatang dari kerabat kerajaan yang tinggal di Jetis. Masyarakat mengenalnya dengan sapaan Mbah Mulyadi.

Mbah Mulyadi melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengajak salat berjamaah, mengajarkan mengaji Alquran dan syiar dakwah Islam. Lalu ia mendirikan masjid Jami Al Abror yang dbangun tahun 1674. Sejak itu hubungan persaudaraan antar para pengrajin batik semakin erat.

Pengrajin membuat pola desain batik tulis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Pengrajin melukis batik tulis di kain mori, di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Penamaan 'Kampoeng Batik Jetis' karena sebagian besar warga Kelurahan Jetis ini adalah pembatik. Namun stigma itu sekarang sudah mulai luntur seiring perkembangan zaman.

Menurut Amri, Kampoeng Batik Jetis sudah ada sejak 1675, keahlian membuat batik terus menerus terpelihara. Saat itu, hampir 80 persen warga Kelurahan Jetis membuat batik. Mulai dari penjual dawet, penjual makanan hingga pengusaha besar memproduksi batik tulis.

Muhammad Amri mencuci kain batik yang telah di lukis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Pekerja mencuci kain batik yang telah di lukis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pasang surut penjualan batik membuat sebagian warga Jetis mulai beralih. Selama yang dialami oleh Amri, sekitar tahun 1980-an dan 1990-an banyak warga yang sudah tak melanjutkan profesi membatik.

Kendala yang dialami ketika itu sangat beragam, mulai dari bahan baku yang melonjak, penjualan yang tersendat, hingga tidak adanya generasi penerus yang melanjutkannya.

Pekerja mencuci kain batik yang telah di lukis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Pekerja mencuci kain batik yang telah di lukis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Hal tersebut membuat Kampoeng Batik Tulis Jetis kehilangan roh sebagai tempat legenda batik tulis khas Sidoarjo. Karena sekarang hanya sekitar 20 persen saja yang masih bertahan membuat batik.

Salah satunya Amri yang masih bertahan mewarisi budaya lokal tersebut. "Batik Sidoarjo itu memiliki ciri khas tersendiri, dengan keunikan motif dan warna yang mencolok, membuat saya akan terus membuat batik." ujar Amri menambahkan.

Muhammad Amri mencuci kain batik dengan pewarna di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Pekerja mencuci kain batik dengan pewarna di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Dahulu ketika memasuki Kampoeng Batik Jetis, sebelah kanan kiri jalan, mata dimanjakan dengan pemandangan banyaknya toko yang menjual batik. Saat ini hanya sebagian yang masih berteguh hati membuka lapaknya.

Kain batik tulis Sidoarjo kaya akan motif yang beragam. Diantaranya motif abangan dan ijo-ijoan (gaya Madura), motif beras kutah, motif krubutan (campur-campur), motif burung merak, dan juga ada motif bokor mas Majapahit dan motif-motif lainnya.

Pekerja menjemur kain batik tulis di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Pedagang menunjukkan kain batik tulis khas Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Motif kain batik Jetis didominasi flora dan fauna khas Sidoarjo yang memiliki warna-warna cerah, merah, hijau, kuning, dan hitam.

Keunggulannya justru pada warna yang mencolok dan motif khas seperti bentuk bintik-bintik pada ornamen batiknya. []

AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Editor: Abdul Aziz Prastowo

berita terkait

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Di Sidoarjo, Sandi Kembali Dekati Sekumpulan Emak-emak

Image

News

Seorang Pria Paruh Baya Meninggal dalam Keadaan Terkunci di Rumahnya

Image

News

Ahmad Dhani: Kalau Memang Saya Diusir dari Surabaya, Saya ke Sidoarjo

Image

News

Keluar Rumah Pakai Motor Curian, Pelaku Curamor di Sidoarjo Diciduk

Image

Olahraga

Piala AFF U-16 2018

Keberanian Mengambil Risiko Membawa Timnas U-16 Menjuarai Piala AFF

Image

Olahraga

Piala AFF U-16 2018

Via Vallen: Timnas U-16 Memang Layak Jadi Juara

Image

Olahraga

Piala AFF U-16 2018

Timnas U-16 Juara, Jokowi: Kado Terindah Jelang HUT ke-73 Indonesia

Image

Olahraga

Piala AFF U-16 2018

FOTO Suporter 'Garuda Asia' Kecewa Tak Dapat Tiket Final

Image

Olahraga

Piala AFF U-16 2018

Fakhri Husaini: Faktor Kebugaran Jadi Penentu Laga Final

komentar

Image

1 komentar

Image
Adhi Tjatur

Keren ihh proses pembuatannya

terkini

Image
Gaya Hidup

Ketahui Arti Letak Jerawat di Wajahmu

Menurut pakar estetika di George the Salon Chicago, Lindsey Blondin, kulit yang indah berawal dari dalam tubuh yang sehat

Image
Gaya Hidup

Derita ROP, Anak Cynthia Lamusu Pakai Kacamata Minus 9

Penyakit langka ROP bisa sebabkan kebutaan

Image
Gaya Hidup

ROP yang Diderita Anak Cynthia Lamusu Bisa Sebabkan Kebutaan?

Ketahui apa itu, ROP!

Image
Gaya Hidup

Minyak Zaitun, Jawaban Masalah Kulit yang Terbakar Matahari

Minyak zaitun tidak hanya digunakan dalam kegiatan kuliner

Image
Gaya Hidup
Inspirasi

Ikke Meliasari: Kebutaan Bukan Halangan Bahagiakan Anak

Ia buta karena glukoma

Image
Gaya Hidup

Makan Siang, Yuk Masak Kerang Simping Saus Padang

Ikuti teknik memasaknya dari Resto Perang Kerang ini

Image
Gaya Hidup

PBRA 2018 Dibuka, Wagub Papua Barat Ingatkan Soal Sampah Botol

Mari jaga laut kita dari pencemaran limbah sampah!

Image
Gaya Hidup

Dihampar di Atas Meja, Mari Makan Aneka Kerang Saus Padang yang Ajib

Apa menu makan siangmu? Mari makan kerang!

Image
Gaya Hidup

Jangan Sampai Salah, Ini Cara Bersihkan Kerang Hijau yang Mudah

Ingat, makan kerang harus bersih!

Image
Gaya Hidup

Wajib! Guru PAUD Harus Kreatif Bisa Ciptakan Alat Bermain Anak

"Tema pembelajaran tidak tergantung dengan bendanya, namun bendanya yang mendukung materi pelajaran"

trending topics

terpopuler

  1. Abdillah: Maukah Kita Punya Presiden yang Mencari Ilham dari Seorang Trump yang Dikenal Pembohong

  2. Bela Meikarta, Denny Indrayana Saat Ini Berstatus Tersangka Kasus Payment Gateway

  3. Kabareskrim Ingatkan Penyidik Polda Yogya Kalau Kapolri Punya Target Tugas

  4. Kasus Meikarta, Penyidik Temukan Dokumen Berlogo Mirip 'KPK' dari Hasil Penggeledahan

  5. Menikah dengan Justin Bieber, Hidup Hailey Baldwin Berubah

  6. PDIP: Pernyataan Anies Soal Rusunawa Bisa Dimiliki Setelah 20 Tahun Menyewa Langgar Aturan

  7. Divonis 4 Tahun Penjara, Roro Fitria: Allahu Akbar, Saya Sedih, Enggak Terima

  8. 51 Truk Sampah Ditahan, Anak Buah Anies: Mungkin Ada 'Misunderstanding'

  9. Rustam: Kasihan Betul AHY! Harusnya Anda Tulis Coblos 14 Partainya AHY, Pak SBY akan Jadi Masa Lalu

  10. Paranormal: Buka Twitter Lihat Trending Topik 'Gurita Dusta Ratna dan Ahmad Dhani'

fokus

Satu Tahun Anies Pimpin Ibu Kota
Pray for Donggala
Dari Indonesia untuk Dunia

kolom

Image
Bayu Primanda Putra

Meikarta, Lippo Group dan James Riady

Image
Ujang Komarudin

Magnet Politik Pesantren

Image
Ilham M. Wijaya

Prospek Proyek Meikarta Pasca OTT

Image
Achmad Fachrudin

Penguatan Demokrasi di Era Digital

Wawancara

Image
Olahraga

Philippe Coutinho

"Kami Bermain Sepakbola dengan Tutup Botol"

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Sosok

Image
Gaya Hidup

Inspirasi

Ikke Meliasari: Kebutaan Bukan Halangan Bahagiakan Anak

Image
Gaya Hidup

Kisah Bangkitnya Guntur, Altet Renang yang Kehilangan Tangan

Image
Ekonomi

Pria terkaya di Australia Bagikan Solusi Radikal untuk Pecahkan Masalah Petani