image
Login / Sign Up
Image

Iwan Setiawan

Membaca Kiprah #2019GantiPresiden Jelang Pilpres

Kolom

Image

Peserta aksi menunjukan pin dengan bertuliskan #2019GantiPresiden saat menghadiri aksi di kawasan Patung Kuda, pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (6/5). Aksi relawan #2019GantiPresiden ini merupakan seruan agar adanya pemimpin baru dalam Pilpres 2019. Para relawan datang dari berbagai penjuru Jabodetabek, bahkan tidak sedikit yang datang dari luar Jawa, seperti Aceh dan Maluku. Aksi ini juga dijaga ketat oleh pasukan gabungan dari TNI dan Polri | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Tagar 2019 Ganti Presiden yang digagas oleh Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera akhir-akhir ini mewarnai perpolitikan di tanah air. Hal itu dilatarbelakangi motivasi mereka ingin mendapatkan presiden baru selain Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Gerakan ini menilai, pemerintahan yang dinahkodai Jokowi saat ini tidak memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan rakyat. Jokowi dinilai banyak mengingkari janji politiknya saat kampanye. Selain itu juga, kondisi ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk yang ditandai dengan semakin melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS, melemahnya daya beli masyarakat, harga BBM dan Bahan Pokok semakin melejit, dan banyak isu-isu lainnya.

Gerakan #2019GantiPresiden ini pun massif dikampanyekan di mana-mana terutama di media sosial, sehingga hal itupun menjadi polemik karena dinilai bikin gaduh.

baca juga:

PKS Cs mengklaim bahwa gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan sosial politik yang sah dan dilindungi oleh undang-undang. Sementara kelompok yang tidak sepakat dengan gerakan tersebut menilai bahwa gerakan #2019GantiPresiden hanya sensasi politik dan membuat kegaduhan politik baru.

Gerakan ini juga mendapat perlawanan dari pendukung Jokowi yang kemudian juga mengkampanyekan tagar yang merupakan simbol perlawanan dari #2019GantiPresiden. Tagar tersebut seperti #2019TetapJokowi, #JokowiSekaliLagi, #JokowiDuaPeriode. Namun, tagar-tagar itu tak semassif dan seviral gerakan #2019GantiPresiden.

Peran #2019GantiPresiden di Pilkada 2018

Harus diakui bahwa gerakan #2019GantiPresiden berpengaruh pada suksesi politik di negeri ini. Sebut saja gelaran Pilkada Serentak 2018 yang telah selesai diselenggarakan beberapa waktu lalu.

Pada Perhelatan Pilkada Serentak gerakan #2019GantiPresiden dinilai berperan penting dalam memobilisasi suara dan mendongkrak suara paslon. Salah satunya di Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Calon Wakil Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengakui pengaruh dari gerakan #2019GantiPresiden terhadap perolehan suara mereka. Perolehan suara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di luar prediksi saat pemungutan suara berlangsung.

"Tagar ganti presiden itu sangat mempengaruhi terhadap perolehan suara di pemilihan gubernur Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi, di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Seperti diketahui, perolehan suara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar berbeda jauh dibandingkan tingkat elektabilitas ketika survei yang dilakukan sebelum hari pemungutan suara.

Sebelumnya juga, di tengah berlangsungnya Pilkada Jabar, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, mengusung gerakan #2019GantiPresiden.

Hingga, akhirnya pada sesi debat kandidat Pilkada Jabar 2018, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, memamerkan kaus '2019 Ganti Presiden'. Hal itulah yang dianggap membuat gelombang yang menolak Presiden Jokowi 2019 atau tagar ganti presiden jadi bersatu dan berkumpul pada salah satu paslon, yaitu Sudrajat-Saikhu.

Bagaimana #2019GantiPresiden di Pilpres 2019?

Sang inisiator #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera masih tetap optimis akan bisa mengganti presiden pada Pilpres 2019 mendatang, meskipun jagoannya di Pilgub jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusung PKS kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum.

Berdasarkan hasil real count KPU, Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum memperoleh suara 33.15 persen, disusul paslon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) 28.37%. Kemudian di posisi ketiga paslon nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 25.88%, keempat paslon nomor urut 2 Hasanuddin-Anton Charliyan 12.60%.

Kemudian, di Pilgub Jawa Tengah, di mana PKS mengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah, juga kalah dari pasangan Ganjar-Yasin. Namun, Mardani menilai, pihaknya cukup sukses, karena mendulang suara yang mereka peroleh cukup mengejutkan dibanding hasil survei elektabilitas selama ini.

Salah satu strategi yang mereka gunakan untuk meraup hasil tersebut, salah satunya adalah dengan 'menjual' #2019GantiPresiden.

Untuk itu, #2019GantiPresiden diyakini bakal terwujud. Dalilnya yang lain adalah Harga BBM terus naik, rupiah semakin melemah, tenaga kerja asing semakin banyak. "Kami serius mengganti Presiden di pilpres 2019. #2019GantiPresiden," kata Mardani di Akun Twitternya.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai, adanya gerakan seperti ini bisa menjadi peringatan dini bagi Jokowi di Pilpres mendatang. Gerakan #2019GantiPresiden ini dapat diasumsikan sebagai penegasan bahwa Indonesia memiliki pemimpin alternatif yang siap mengganti kekurangan ataupun kesalahan yang dilakukan Presiden Jokowi.

Gerakan ini juga akan efektif hingga pemilihan presiden (pilpres) 2019 nanti, karena amunisi gerakan #2019GantiPresiden tidak akan habis meski sudah dikampanyekan sejak dini.

Menurut Hendri, gerakan ini akan langgeng beriringan dengan segala peristiwa yang terjadi di tahun politik. "Misalnya nanti ada infrastruktur roboh atau Bahan Bakar Minyak (BBM) naik lagi, gerakan atau tagar itu bisa dihubungkan dan digunakan secara efektif untuk menghajar Jokowi hingga pilpres," kata Hendri.

Sementara itu, Direktur Lembaga Survei dan Kajian Politik Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai, menjamurnya gerakan #2019GantiPresiden akan berdampak strategis terhadap konstalasi Pilpres 2019.
Argumentasi itu berkaca dari berbagai lembaga survei, yang menyatakan suara petahana Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019 mendatang masih kurang signifikan.

Untuk itu, sangat mungkin ajakan yang diserukan Mardani itu terwujud. Kendati demikian, Sampai saat ini belum ada calon yang mampu menyaingi elektabilitas Jokowi.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Arsul Sani beberapa waktu lalu menilai, #2019GantiPresiden tak akan mempengaruhi elektabilitas Joko Widodo. Pasalnya, belum ada satu pun bukti kalau ada yang mampu menyalip elektabilitas sosok Jokowi. Sehingga, ia meminta kepada massa #2019GantiPresiden untuk lebih pintar dalam berpolitik.

Senada dengan itu, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu juga mengatakan saat ini tidak terlihat siapa yang akan menjadi calon presiden di Pilpres 2019 selain Jokowi. Hanya Jokowi, yang sudah memastikan diri bersama parpol pendukungnya menjadi capres. Sedangkan yang lain baru sekadar menjadi copras. “Mau ganti presiden, mana presiden yang mau menggantikan?” kata Masinton diskusi Politik Copras-Capres di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4) lalu.

Terlepas dari itu semua, adanya fenomena gerakan politik seperti #2019GantiPresiden harus dimaknai sebagai bentuk tafsir demokrasi dari kelompok tertentu, yang diyakini sebagai salah satu metode untuk mengisi kompetisi politik dalam proses demokrasi itu sendiri.

Sukses atau tidaknya gerakan tersebut, tidak menjadi masalah bagi demokrasi. Karena, bentuk dari proses demokrasi akan relevan dengan situasi dan kondisi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang pasti, Pilpres 2019 merupakan salah satu pesta demokrasi yang harus disukseskan oleh seluruh warga negara Indonesia, dengan harapan melahirkan pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat dan untuk rakyat Indonesia untuk 5 tahun ke depan.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Luhut dan Sri Mulyani Dilaporkan ke Bawaslu, TKN: Kubu Prabowo Miskin Apresiasi

Image

News

Merasa Dipersekusi, Ahmad Dhani Laporkan Balik EF ke Bareskrim

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Hari Ini, Ma'ruf Amin Dijadwalkan Temui Ratusan Ulama dan Santri di Madura

Image

News

Dijadikan Tersangka, Dhani: Siapa yang Marah Atas Dua Pernyataan Itu? Polisi Korup, Pemimpin Munafik

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Iklan Nomor Rekening Dipermasalahkan, TKN Jokowi Ungkit Politik Uang Kubu Prabowo

Image

News

Ferdinand ke Bawaslu: Ini Pelanggaran Serius, Periksa Luhut dan Sri Mulyani

Image

News

Magnet Politik Pesantren

Image

News

Menuju Pilpres 2019

IPPMI Tak Larang Anggotanya Dukung Pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019

Image

News

Anies Belum Ada Wakilnya, Djarot: Selamat Bekerja dan Jangan Lama-Lama Jomblo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Nenek 93 Tahun Dinobatkan Jadi Miss Holocaust Survivor

Tova Ringer, seorang korban Holocaust berusia 93 tahun, memenangkan kontes kecantikan 'Miss Holocaust Survivor' di kota Haifa, Israel

Image
News

Gelar Aksi, Front Pembela TGB Harap KPK 'Tak Masuk Angin'

"Sungguh laknat orang-orang yang sengaja merusak kehormatan TGB dengan pemberitaan negatif."

Image
News

Dor! Pencuri Toko Sembako Tewas Ditembus Timah Panas

Komplotan tersebut adalah pelaku lama yang biasa melakukan pencurian bobol toko.

Image
News

Satpol PP DKI Bakal Bongkar 60 Papan Reklame yang Salahi Aturan

Rencananya mulai malam ini Satuan Polisi Pamong Praja bakal menyegel semua reklame bermasalah tersebut.

Image
News

Pangeran Harry dan Meghan Disambut Warga di Pantai Bondi

Image
News

Luhut dan Sri Mulyani Dilaporkan ke Bawaslu, TKN: Kubu Prabowo Miskin Apresiasi

Antoni meminta agar kubu Prabowo tidak asal mengkritik Jokowi jika tidak memiliki data.

Image
News

Dua Terduga Teroris Ditembak, Tanjung Balai Siaga Satu

"Kedua terduga teroris berinisial AN dan RI warga Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan,"

Image
News

ASEAN Sepakati Panduan Pertemuan Udara dan Kerja Sama Kontraterorisme

Para menteri pertahanan (menhan) negara-negara anggota ASEAN menandatangani panduan udara multilatera

Image
News

Peluru 'Nyasar' ke DPR, Bamsoet Inginkan Suasana yang Aman

"Dalam Keppres 2004 bahwa Gedung DPR adalah masuk dalam objek vital yang harus dilindungi negara secara maksimal"

Image
News

Diringkus Polisi, Anggota Densus Gadungan Tipu Warga Hingga Ratusan Juta

Pelaku menipu korannya dengan modus janji dijadikan anggota kepolisian.

trending topics

terpopuler

  1. Abdillah: Maukah Kita Punya Presiden yang Mencari Ilham dari Seorang Trump yang Dikenal Pembohong

  2. Bela Meikarta, Denny Indrayana Saat Ini Berstatus Tersangka Kasus Payment Gateway

  3. Kabareskrim Ingatkan Penyidik Polda Yogya Kalau Kapolri Punya Target Tugas

  4. Kasus Meikarta, Penyidik Temukan Dokumen Berlogo Mirip 'KPK' dari Hasil Penggeledahan

  5. Menikah dengan Justin Bieber, Hidup Hailey Baldwin Berubah

  6. PDIP: Pernyataan Anies Soal Rusunawa Bisa Dimiliki Setelah 20 Tahun Menyewa Langgar Aturan

  7. Divonis 4 Tahun Penjara, Roro Fitria: Allahu Akbar, Saya Sedih, Enggak Terima

  8. 51 Truk Sampah Ditahan, Anak Buah Anies: Mungkin Ada 'Misunderstanding'

  9. Rustam: Kasihan Betul AHY! Harusnya Anda Tulis Coblos 14 Partainya AHY, Pak SBY akan Jadi Masa Lalu

  10. Paranormal: Buka Twitter Lihat Trending Topik 'Gurita Dusta Ratna dan Ahmad Dhani'

fokus

Satu Tahun Anies Pimpin Ibu Kota
Pray for Donggala
Dari Indonesia untuk Dunia

kolom

Image
Bayu Primanda Putra

Meikarta, Lippo Group dan James Riady

Image
Ujang Komarudin

Magnet Politik Pesantren

Image
Ilham M. Wijaya

Prospek Proyek Meikarta Pasca OTT

Image
Achmad Fachrudin

Penguatan Demokrasi di Era Digital

Wawancara

Image
Olahraga

Philippe Coutinho

"Kami Bermain Sepakbola dengan Tutup Botol"

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Sosok

Image
Gaya Hidup

Inspirasi

Ikke Meliasari: Kebutaan Bukan Halangan Bahagiakan Anak

Image
Gaya Hidup

Kisah Bangkitnya Guntur, Altet Renang yang Kehilangan Tangan

Image
Ekonomi

Pria terkaya di Australia Bagikan Solusi Radikal untuk Pecahkan Masalah Petani