image
Login / Sign Up

Hari Anti Narkotika Internasional LBH Maysrakat Pertanyakan Komitmen Jokowi Berantas Narkotika

Muslimin

Image

Petugas menunjukkan barang bukti narkotika saat Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di Lapangan Parkir Gedung BNN, Senin (26/3). Pemusnahan Barang Bukti Narkotika tersebut hasil dari 13 kasus yang berhasil dilakukan BNN sejak akhir Januari hingga Februari 2018, yakni 150,177kg sabu, 89.030 butir ekstasi dan beberapa jenis prekursor berbentuk tablet, serbuk serta cairan dan mengamankan 35 orang tersangka | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, LBH Masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintahan Joko Widodo dalam pemberantasan narkotika di Indonesia. Pasalnya, dalan memberantas narkotika, pemerintahan Jokowi telah mengorbankan kemanusiaan dan anak bangsa sendiri.

Dengan demikian, LBH meminta pemerintah agar Hari Anti Narkotika Internasional, 26 Juni 2018 ini dimanfaatkan untuk merenungkan kembali kebijakan perang terhadap narkotika yang dikobarkan beberapa tahun terakhir ini.

Perang terhadap narkotika beberapa tahun terakhir terbukti mengorbankan berbagai aspek hak asasi manusia serta masa depan anak bangsa sendiri. LBH Masyarakat menilai, program pemberantasan narkotika Presiden Joko Widodo tidak efektif dan manusiawi. Sebab, selama masa pemerintahan Joko Wododo telah mengeksekusi mati 18 orang dan menembak mati 99 orang di luar proses hukum atas nama perang terhadap narkotika.

baca juga:

Analis Kebijakan Narkotika LBH Maysarakat, Yahan Misero mengungkapkan, Hari Anti Narkotika Internasional, semestinya digunakan untuk mendorong perubahan kebijakan narkotika, terutama dalam persoalan pidana, ke arah yang berbasis bukti, bukannya emosi.

"26 Juni 2018 ini sepatutnya kita manfaatkan untuk mengevaluasi kebijakan Presiden Joko Widodo dalam persoalan narkotika yang, sayangnya, jauh dari istimewa dan justru bangga atas metode-metode yang tak efektif dan tak manusiawi. Sepertinya Presiden Joko Widodo mesti menyadari bahwa yang ada yang lebih genting dari situasi narkotika Indonesia, yakni strategi Beliau," kata Yohan Misero melaluo pesan singkat WhatsApp kepada AKURAT.CO, Selasa (26/6).

Menurut Yohan, publik tidak diedukasi untuk bagaimana mengentaskan problem kesehatan yang timbul akibat pemakai narkotika. Namun publik justru diajak untuk mengenyahkan teman-teman pemakai narkotika, yang bagian dari masyarakat.

"Publik tidak diajak untuk mencari solusi efektif mengatasi peredaran gelap narkotika namun justru didorong untuk menyalurkan dendam dengan mengelu-elukan eksekusi mati," lanjutnya.

Selain itu, kata dia, 26 Juni 2018 ini mestinya digunakan untuk mengecam keberadaan lebih dari 30.000 pemakai narkotika yang mendekam di dalam penjara, setidaknya sampai Mei lalu.

"Angka tersebut bisa jauh lebih besar lagi karena kacaunya regulasi pidana dalam persoalan narkotika, hal yang hanya akan bertambah kacau bila RKUHP jadi disahkan," tuturnya.

Yahon juga mempertanyakan kepada pemerintah, sejauh mana fasilitas kesehatan diberikan negara pada pemakai narkotika. Dan sudah seefektif apa program-program pemulihan narkotika. "Apakah hal-hal tersebut sudah menjadi prioritas? Jika Pemerintah mengklaim bahwa programnya efektif, mengapa angka pemakai narkotika terus meningkat setiap tahunnya?" tanyanya

Disamping itu, Yohan mengatakan, 26 Juni kerap diperingati di Indonesia sebagai Hari Anti Narkotika Internasional. Padahal, 26 Juni sesungguhnya diputuskan oleh Sidang Umum PBB pada Desember 1987 sebagai “International Day against Drug Abuse and Illicit Trafficking” yang dalam Bahasa Indonesia dapat disebut sebagai “Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Obat".

"Penyederhanaan terminologi menjadi semata ‘anti-narkotika’ saja tentunya membawa implikasi dalam konteks narasi di tengah publik," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Denny Siregar: Pemberian Gelar 'Putera Reformasi' untuk Jokowi adalah Kecentilan Politik

Image

Ekonomi

Akan Ada Investasi Besar-besaran UEA di Indonesia pada Akhir 2019

Image

News

Tiga Alasan Jokowi Tak Layak Dapatkan Anugerah Putera Reformasi

Image

News

Politisi Gerindra Tolak Wacana Pemberian Gelar Putera Reformasi pada Jokowi

Image

News

Sindir Pemerintah Soal Karhutla, Rocky Gerung Tunjukkan Foto Sepatunya yang Kotor

Image

News

Dinilai Kaitkan Masalah Karhutla dengan Agama, Cuitan Fahri Hamzah di Twitter Dikecam Warganet

Image

News

Formappi Nilai Jokowi Tak Konsisten Terkait Penundaan RKUHP

Image

News

Koalisi Masyarakat Kepri Surati Jokowi Minta Penerapan UU KPK Dibatalkan

Image

News

Sindir Jokowi Soal Bantuan Negeri Jiran, Ustaz Tengku Dibully Habis-habisan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pesiden Filipina Rodrigo Duterte Persilakan Warganya Tembak Koruptor

Ia tak puas dengan pemberantasan korupsi di Filipina

Image
News

Berkunjung ke AS, PM India Narendra Modi dan Donald Trump Pamer Kemesraan

Modi disambut 50 ribu warga AS

Image
News

Denny Siregar: Pemberian Gelar 'Putera Reformasi' untuk Jokowi adalah Kecentilan Politik

"Pekerjaan (Jokwoi) belum tuntas dan masih banyak yang harus diselesaikan."

Image
News

Kasus Karhutla, Polda Jambi Telah Tetapkan 37 Tersangka

"Mereka terbagi dalam delapan berkas perkara untuk ke 18 orang tersangka tersebut"

Image
News

Golkar Desak PDIP dan Demokrat Serahkan Nama Calon Pimpinan DPRD DKI

"Hargai teman-teman yang lain, sehingga agenda partai dan kedewanan bisa berjalan."

Image
News

Pemukiman Padat Penduduk di Kembangan Jakbar Dilalap Si Jago Merah

"Kita kerahkan 14 unit mobil pemadam ke lokasi, sekarang sedang dalam pendinginan."

Image
News

Warga Gerebek Pasangan LGBT Lagi Berhubungan Badan di Taman

"Keduanya mengaku tidak ada unsur paksaan, mereka melakukan atas dasar suka sama suka."

Image
News

Antisipasi Banjir, Syarif Sarankan Pemprov DKI Ubah Perilaku Masyarakat

"Kunci adalah perilaku masyarakat, perilaku buang sampah itu yang belum banyak yang sadar."

Image
News

Polisi Pastikan Tidak Siksa Pengibar Bendera Bintang Kejora dalam Tahanan

"Ruang tahanan juga ada kasur busa dan mereka juga dibelikan alkitab untuk berdoa."

Image
News

Pagi Ini, Udara di Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

AirVisual mencatatkan udara Jakarta secara keseluruhan mengandung polutan PM2.5 dengan kepadatan 95,6 µg/m³.

trending topics

terpopuler

  1. Lolos Ke Senayan, Mulan Jameela Dapat Mobil, Rumah Dinas Dan Tunjangan Hingga Rp40 Juta

  2. Akhirnya, Bebby Fey Ungkap Identitas Sang YouTuber

  3. Terungkap, Segini Harga Operasi Payudara dan Kelamin Gebby Vesta

  4. Warganet Bikin Puisi Serang Fisik Fadli Zon, Gerindra: Hati-hati Body Shaming Sudah Masuk Kategori Pidana

  5. Lebih Cepat dari Barbie Kumalasari, Arief Muhammad Ngaku Bisa ke Amerika Hanya dalam 3 Jam

  6. Sindir Jokowi Soal Bantuan Negeri Jiran, Ustaz Tengku Dibully Habis-habisan

  7. Jubir Prabowo Pertanyakan Sikap Jokowi yang Hanya Perintahkan Tunda RKUHP

  8. Dinilai Kaitkan Masalah Karhutla dengan Agama, Cuitan Fahri Hamzah di Twitter Dikecam Warganet

  9. Dedek Prayudi: Ada Lho Ustaz yang Nyinyir dengan Salatnya Orang Lain

  10. 5 Fakta Menarik Benny Gantz, 38 Tahun Berkarier di Militer hingga Sinyal Rekonsiliasi dengan Palestina

fokus

Bencana Lingkungan
Abortus
BJ Habibie Tutup Usia

kolom

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri

Image
News

Siap Uji Materi UU KPK yang Baru, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Ketua MK Anwar Usman