image
Login / Sign Up

Pendaringan Kampanyekan Pentingnya Peran Petani, Peternak dan Nelayan

Deni Muhtarudin

Image

Warga memberi makan ikan di area persawahan di Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (15/2). Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberdayakan petani desa untuk mengembangkan lahan pertanian dengan Program Mina Padi, yaitu membudidayakan ikan di lahan pertanian padi sebagai upaya untuk menambah pendapatan dan kesejahteraan petani. | ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/kye/18

AKURAT.CO, World Resources Institute (WRI), Bank Dunia dan United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB telah mengingatkan ancaman krisis pangan dan bahaya kelaparan akan terjadi dalam tiga dekade mendatang.

Perselisihan akibat perebutan akses sumber pangan diperkirakan memanas dan menyulut terjadinya perang di banyak tempat. Konflik regional diduga kuat akan sulit terhindar dan memicu terjadinya banyak kematian. Sementara krisis air bersih, pemanasan global dan iklim yang makin tak bersahabat ikut memperburuk keadaan.

Kekhawatiran itu telah mendorong sejumlah anak muda milenial mengambil inisiatif mengampanyekan pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan melalui forum Pendaringan. Mereka mendesak agar semua pihak secara serius merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi krisis pangan, yang disebut para ahli, akan sangat sulit terhindar.

baca juga:

Aida Syamsuhadi yang menginisiasi terbentuknya Pendaringan tersebut mengungkapkan bahwa negara-negara yang memenuhi kebutuhan pangannya melalui kebijakan impor akan menjadi yang pertama terkena dampak krisis pangan, bahkan 10 tahun lebih awal dari negara-negara lainnya.

Menurut Aida, keteledoran yang dipicu oleh kebijakan impor yang serampangan bukan hanya menciptakan ketergantungan. Lebih buruk dari itu, impor yang tak terkendali dicemaskan mengganggu kedaulatan dan ketahanan pangan untuk jangka waktu yang lebih panjang.

"Kita semua tentu ingin Indonesia secara fundamental kokoh. Sudah saatnya kita mengarahkan fokus perhatian pada penguatan sendi-sendi ketahanan pangan. Profesi petani, peternak dan nelayan diakui amat penting, tapi ketiga profesi ini relatif belum cukup banyak merasakan kebijakan yang berpihak. Ada sejenis kekuatan yang tak ingin Indonesia tangguh dengan membiarkan petani, peternak dan nelayan kita tanpa aturan yang mampu melindungi, menjaga dan merawat kesinambungan," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (17/5).

Sementara itu, Nur Agis Aulia, seorang peternak muda yang ikut bergabung di Pendaringan, telah menggagas penyelenggaraan Kuliah Whatsapp (KulWA) yang ditujukan bagi para petani, peternak dan nelayan. KulWA, harap Agis, tak hanya sekadar menjadi arena diseminasi pengetahuan atau tukar informasi dari mereka yang telah berhasil menorehkan banyak prestasi di sektor pangan. Ia menyebut, di forum ini pula petani, peternak dan nelayan dapat berkonsolidasi dan mengorganisasi diri untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak.

"Pendaringan akan kami dorong sebagai tempat untuk mengadvokasi berbagai isu yang dianggap melemahkan kehidupan petani, peternak dan nelayan di Indonesia. Kami juga menyadari, di masa depan para petani, peternak dan nelayan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi produk pertanian misalnya, sangat penting bagi semua pemangku kepentingan. Sekaligus juga upaya kami untuk memudahkan konsumen terhubung langsung dengan petani, peternak dan nelayan," ujarnya.

Agis menerangkan, KulWA Pendaringan saat ini diikuti tak kurang dari 1500 peserta dari kalangan petani, peternak, nelayan, mahasiswa dan umum yang tertarik dengan dunia pangan. Di luar peserta yang berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya juga berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea, hingga beberapa negara di Timur Tengah.

Di kesempatan KulWA, Agis juga menyampaikan ajakan pada generasi milenial untuk menjalani profesi sebagai petani, peternak dan nelayan. Melalui media sosial, ia tengah mensosialisasikan tagar #2019JadiPetaniPeternakNelayan.

"Selama kita masih belum mampu mengonsumsi plastik, mengunyah batu, atau menelan besi, maka selama itu pula profesi petani, peternak, dan nelayan akan selalu dibutuhkan. Saya ingin memberikan manfaat bagi sesama, karena itu saya mengajak kita semua jadi petani, peternak, dan nelayan," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Mentan: Kampus, Motor Penggerak Revolusi Pertanian Modern

Image

Ekonomi

Moeldoko: Petani Harus Punya Mindset Bagaimana Kaya dari Pertanian

Image

Ekonomi

Wirausaha Startup Meningkat Seiring dengan Bonus Demografi di 2030

Image

Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image

Ekonomi

Berita Populer Ironi, Sandiaga Ingin Bangun Infrastruktur Tanpa Utang hingga Ingin Cari Partner Kerja Berdasarkan Zodiak

Image

Ekonomi

Moeldoko Sebut Sektor Pertanian di Indonesia Masih Banyak Masalah

Image

Ekonomi

Malaysia Akui Kehebatan Peternakan Indonesia

Image

Ekonomi

Sukses Gak Mesti Kerja Kantoran, Intip 5 Milenial Inspiratif Ini

Image

Ekonomi

Generasi Milenial Jadi Penggerak Ekonomi Digital

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polda Metro Kembali Tangkap DPO Pengeroyok Kapten Komarudin

Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan sedikit pun.

Image
News

Waspada! Ini Sembilan Titik di Kota Bekasi yang Terdampak Hujan dan Angin Kencang

Selain banjir, beberapa titik lainnya juga terdapat pohon tumbang. Diantaranya, di Bintara Jaya, dan Pondok Pekayon Indah.

Image
News

Marak OTT Kepala Daerah, Mardani: Ada Sistem yang Salah dalam Negara Ini

"Presiden sebagai penanggung jawab tertinggi Kepala Pemerintahan mesti bergerak. Ambil inisiatif. Jangan membiarkan"

Image
News

Ingin Jabar Juara di Sektor Pariwisata, Kang Emil akan Serius Bangun Infrastruktur

Selama lima tahun ke depan Pemprov Jabar akan membangun berbagai insfrastruktur khususnya di lokasi-lokasi objek wisata

Image
News

KPU Kabupaten Bekasi Tetapkan 2.053.546 Orang Masuk DPT

KPU Kabupaten Bekasi juga menemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 2.813 orang.

Image
News

Pimpinan KPK Syok Hukuman Nur Alam 'Disunat' MA

"Tetapi ya kita harus hormati putusan pengadilan di Mahkamah Agung. Yah. Yah itulah yang harus kami terima"

Image
News

Bus Tingkat Transjakarta Bakal Dipakai untuk Pawai Kemenangan Persija

Bus berdaya tampung sekitar 34 orang ini didesain khusus untuk pawai, sehingga bagian atas bus bisa dibuka tutup.

Image
News

Rem Truk Pengangkut Tanah Blong, Kecelakaan Beruntun di Jaksel Tak Terhindari

"Kerugian hanya materil saja," singkat Budiyanto.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Isu Jokowi PKI Disebut Hoaks yang Difabrikasi Jelang Pilpres

Pasalnya, ketika di Pilkada Solo dan DKI Jakarta, isu atau hoaks Jokowi PKI tidak pernah muncul.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Ingatkan Prabowo-Sandi, Rommy: Demokrat Berkuasa 10 Tahun Tak Mampu Jadi Pemenang di Jateng

Saya melihat itu strategi 'political gimmick' saja.

trending topics

terpopuler

  1. Sandiaga: Saya Turut Bangun Jalan Tol Cipali 116 Kilometer Tak Pakai Uang Negara

  2. Pengakuan La Nyalla, Fahri Bingung, Rustam Puas: Sekarang Tobat, Ini Kemenangan Politik Besar Jokowi

  3. Di Australia, Kapolri Ungkap Dua Gelombang Teroris Masuk Indonesia

  4. Driver Ojol: Saya Baru 4 Bulan Jadi Driver, Sekarang Kapok Tak Mau Pakai Narkoba Lagi

  5. Pilih Persija Atau Timnas, Ini Jawaban Teco

  6. La Nyalla Tobat, Permadi: Masih Banyak Orang Baik Waras dan Punya Hati Nurani

  7. Syamsuddin: La Nyalla Tak Cukup Mengaku, Ia Harus Minta Maaf kepada Bangsa Ini

  8. Pemerintah Bongkar Rekening WNI di Swiss, Dosen UI: Asbun!

  9. Bos Beras dan Pemuda Solo Deklarasi Bela 01: Jangan Halalkan Segala Cara Jadi Presiden

  10. Warning! Arie Untung Bakal Bongkar Siapa Suami Artis yang Menipunya

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Buka-Bukaan Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin

Image
Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI